RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN I
Sekolah : SD
Mata Pelajaran Matematika
Kelas/Semester : VI/2
Standar Kompetensi : 5. Melakukan pengerjaan hitung pecahan dalam pemecahan masalah
Kompetensi Dasar : 5.1 Menyederhanakan dan mengurutkan pecahan
Indikator : 5.1.1 Menyimpulkan cara menyederhanakan pecahan
5.1.2 Mengurutkan pecahan dengan benar
Alokasi Waktu : 2 × 35 menit (2 kali pertemuan)
A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menyederhanakan pecahan dengan cara membagi pembilang dan penyebut dengan
bilangan yang sama.
2. Siswa dapat menyederhanakan pecahan dengan menggunakan FPB.
3. Siswa dapat menyamakan penyebut pecahan.
4. Siswa dapat mengurutkan pecahan.
B. Materi Ajar
Bilangan pecahan
– Pecahan senilai
– Menyederhanakan pecahan
– Mengurutkan pecahan
C. Metode Pembelajaran
Diskusi kelompok, demonstrasi, penemuan, dan tugas.
D. Langkah-Langkah Kegiatan
Pertemuan Pertama (2 × 35 menit)
Pendahuluan
Apersepsi: Mengingat kembali tentang pecahan.
Motivasi : Apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka akan membantu siswa dalam
menyelesaikan masalah sehari-hari.
Kegiatan Inti
1. Siswa dibagi dalam beberapa kelompok.
2. Dengan berdiskusi kelompok, siswa diharapkan dapat menemukan cara menyederhanakan
pecahan.
3. Tiap-tiap kelompok menyampaikan hasil diskusinya dan kelompok lain menanggapi.
4. Dengan demonstrasi, guru menunjukkan cara menyederhanakan pecahan.
5. Siswa melakukan soal-soal latihan pada buku sumber Matematika VI, karangan Nur Akhsin dan
Heny Kusumawati, halaman 82.
Penutup
1. Dengan bimbingan guru, siswa membuat rangkuman.
2. Guru dan siswa melakukan refleksi.
3. Guru memberi tugas rumah.
Pertemuan Kedua (2 × 35 menit)
Pendahuluan
Apersepsi: a. Membahas tugas rumah.
b. Mengingat kembali tentang pecahan senilai.
Motivasi : Memudahkan siswa dalam mengurutkan pecahan.
Kegiatan Inti
1. Siswa dibagi dalam beberapa kelompok.
2. Dengan berdiskusi kelompok, siswa diharapkan dapat mengurutkan pecahan.
3. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusinya, sedang kelompok lain menanggapi.
4. Dengan demonstrasi, guru menunjukkan cara mengurutkan pecahan.
5. Siswa diminta mencoba mengalikan suatu bilangan dengan cara bersusun di papan tulis.
6. Siswa mengerjakan soal-soal latihan yang terdapat pada buku sumber Matematika VI
Penutup
1. Dengan bimbingan guru, siswa membuat rangkuman.
2. Siswa dan guru melakukan refleksi.
3. Guru memberi tugas rumah.
E. Alat dan Sumber Belajar
1. Buku Matematika VI, karangan Nur Akhsin dan Heny Kusumawati, tahun 2006, halaman 77–86
2. Kapur berwarna
3. Model-model pecahan
4. Penggaris
F. Penilaian
Teknik : Tes t ertulis
Bentuk instrumen : Isian
Contoh instrumen:
Sederhanakan pecahan-pecahan berikut!
1. 9/12 = . . . 4. 24/36 = . . .
2. 18/24 = . . . 5. 14/21 = . . .
3. 45/75 = . . .
Urutkan pecahan-pecahan berikut dari yang terkecil!
1. 2/7; 6/8; 3/10 urutannya . . . .
2. 5/12; 7/8; 3/2 urutannya . . . .
3. 3/6; 8/3; 6/5; 2/8 urutannya . . .
4. 6/5; 8/7; 3/2; 4/3 urutannya . . .
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN II
Sekolah : SD
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : VI/2
Standar Kompetensi : 5. Melakukan pengerjaan hitung pecahan dalam pemecahan masalah.
Kompetensi Dasar : 5.2 Mengubah bentuk pecahan ke bentuk desimal.
Indikator : 5.2.1 Mengubah pecahan biasa ke pecahan desimal atau sebaliknya.
Alokasi Waktu : 3 × 35 menit (2 kali pertemuan)
A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat mengubah pecahan biasa ke pecahan desimal.
2. Siswa dapat mengubah pecahan desimal ke pecahan biasa.
B. Materi Ajar
Pecahan desimal
C. Metode Pembelajaran
Diskusi kelompok, demonstrasi, penemuan, dan tugas.
D. Langkah-Langkah Kegiatan
Pertemuan Kesatu (1 × 35 menit)
Pendahuluan
Apersepsi: Mengingat kembali tentang pecahan.
Motivasi : Apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka akan dapat membantu siswa dalam
menyelesaikan masalah sehari-hari.
Kegiatan Inti
1. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok.
2. Dengan berdiskusi kelompok, siswa diharapkan mampu menemukan cara mengubah pecahan
biasa ke dalam bentuk pecahan desimal.
3. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusinya, sedangkan kelompok lain menanggapi.
4. Dengan demonstrasi, guru menunjukkan cara mengubah pecahan biasa ke bentuk pecahan
desimal ke pecahan biasa.
5. Siswa mengerjakan soal-soal latihan yang terdapat pada buku sumber Matematika VI
Penutup
1. Dengan bimbingan guru, siswa membuat rangkuman.
2. Siswa dan guru melakukan refleksi.
3. Guru memberi tugas rumah.
Pertemuan Kedua (2 × 35 menit)
Pendahuluan
Apersepsi: Membahas tugas rumah.
Motivasi : Apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka akan dapat membantu siswa dalam
mengubah pecahan desimal ke pecahan biasa.
Kegiatan Inti
1. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok.
2. Dengan berdiskusi kelompok, siswa diharapkan mampu menemukan cara mengubah pecahan
desimal ke bentuk pecahan biasa.
3. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusinya, sedangkan kelompok lain menanggapi.
4. Dengan demonstrasi, guru menunjukkan cara mengubah pecahan desimal ke bentuk pecahan
biasa.
5. Siswa mengerjakan soal-soal latihan yang terdapat pada buku sumber Matematika VI
Penutup
1. Dengan bimbingan guru, siswa membuat rangkuman.
2. Siswa dan guru melakukan refleksi.
3. Guru memberi tugas rumah.
E. Alat dan Sumber Belajar
1. Buku Matematika VI, karangan Nur Akhsin dan Heny Kusumawati, tahun 2006, halaman 87–89
2. Kapur berwarna
3. Model-model pecahan
F. Penilaian
Teknik : Tes t ertulis
Bentuk instrumen : Isian
Contoh instrument :
1. Ubahlah pecahan berikut menjadi pecahan desimal.
a. 3/4 = . . . d. 2/5 = . . .
b. 5/8 = . . . e. 26/20 = . . .
c. 2/25
2. Ubahlah pecahan desimal berikut menjadi pecahan biasa yang paling sederhana.
a. 0,6 = . . .
b. 0,875 = . . .
c. 2,05 = . . .
d. 5,002 = . . .
e. 0,08 = . . .
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN III
Sekolah : SD
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : VI/2
Standar Kompetensi : 5. Melakukan pengerjaan hitung pecahan dalam pemecahan masalah.
Kompetensi Dasar : 5.3 Menentukan nilai pecahan dari suatu bilangan atau jumlah tertentu.
Indikator : 5.3.1 Menentukan nilai pecahan yang merupakan perbandingan antara
sebuah bilangan dan bilangan lain.
Alokasi Waktu : 5 × 35 menit (2 kali pertemuan)
A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menentukan nilai pecahan dari suatu bilangan.
2. Siswa dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan nilai pecahan dari suatu bilangan.
B. Materi Ajar
Nilai pecahan
C. Metode Pembelajaran
Diskusi kelompok, demonstrasi, penemuan, dan penugasan.
D. Langkah-Langkah Kegiatan
Pertemuan Pertama (2 × 35 menit)
Pendahuluan
Apersepsi: Mengingat kembali tentang pecahan.
Motivasi : Materi ini akan membantu siswa dalam menyelesaikan masalah sehari-hari.
Kegiatan Inti
1. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok.
2. Dengan berdiskusi kelompok, siswa diharapkan dapat menemukan nilai pecahan dari suatu
bilangan.
3. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusinya, sedangkan kelompok lain menanggapi.
4. Dengan demonstrasi, guru menunjukkan cara menemukan nilai pecahan dari suatu bilangan.
5. Siswa mengerjakan soal-soal latihan yang terdapat pada buku sumber Matematika VI
Penutup
1. Dengan bimbingan guru, siswa membuat rangkuman.
2. Guru dan siswa melakukan refleksi.
3. Guru memberi tugas rumah.
Pertemuan Kedua (3 × 35 menit)
Pendahuluan
Apersepsi: Membahas tugas rumah.
Motivasi : Apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka akan dapat membantu siswa dalam
menyelesaikan masalah sehari-hari.
Kegiatan Inti
1. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok.
2. Dengan berdiskusi siswa diharapkan dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan nilai
pecahan dari suatu bulangan..
3. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusinya, sedang kelompok lain menanggapi.
4. Dengan demonstrasi, guru menunjukkan cara menemukan penyelesaian masalah yang berkaitan
dengan nilai pecahan dari suatu bilangan.
5. Siswa mengerjakan soal-soal yang terdapat pada buku sumber Matematika VI
Penutup
1. Dengan bimbingan guru, siswa membuat rangkuman.
2. Siswa dan guru melakukan refleksi.
3. Guru memberi tugas rumah.
E. Alat dan Sumber Belajar
1. Buku Matematika VI, karangan Nur Akhsin dan Heny Kusumawati, tahun 2006, halaman 90–92
2. Kapur berwarna
3. Model-model pecahan
F. Penilaian
Teknik : Tes t ertulis
Bentuk instrumen : Isian
Contoh instrumen
Kerjakan soal-soal berikut.
1. 1/4 × 20 = . . .
2. 3/5 × 35 = . . .
3. 5/6 × 54 = . . .
4. 3/8 × 72 = . . .
5. 5/7 × 49 = . . .
Mengetahui, Surabaya, 201
Kepala Sekolah Guru Kelas VI
SUGIYANTO,NS AMIRUL HIDAYATI
NIP.19561217 197907 1 002 NIP.19680830 200212 2 003
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN IV
Sekolah : SD
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : VI/2
Standar Kompetensi : 5. Melakukan pengerjaan hitung pecahan dalam pemecahan masalah.
Kompetensi Dasar : :5.4 Melakukan pengerjaan hitung yang melibatkan berbagai bentuk pecahan.
Indikator : 5.4.1 Menyelesaikan pengerjaan hitung penjumlahan dan pengurangan yang
melibatkan berbagai bentuk pecahan.
5.4.2 Menyelesaikan pengerjaan hitung perkalian dan pembagian yang melibatkan berbagai bentuk pecahan.
5.4.3 Menyelesaikan pengerjaan hitung campuran yang melibatkan berbagai bentuk pecahan.
Alokasi Waktu : 10 × 35 menit (3 kali pertemuan)
A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menyelesaikan penjumlahan berbagai bentuk pecahan.
2. Siswa dapat menyelesaikan pengurangan berbagai bentuk pecahan.
3. Siswa dapat menyelesaikan perkalian berbagai bentuk pecahan.
4. Siswa dapat menyelesaikan pembagian berbagai bentuk pecahan
5. Siswa dapat menyelesaikan pengerjaan hitung campuran yang melibatkan berbagai bentuk pecahan.
B. Materi Ajar
Pengerjaan hitung bilangan pecahan
C. Metode Pembelajaran
Diskusi kelompok, demonstrasi, penemuan, dan tugas.
D. Langkah-Langkah Kegiatan
Pertemuan Pertama (3 × 35 menit)
Pendahuluan
Apersepsi: Mengingat kembali tentang penjumlahan dan pengurangan pecahan.
Motivasi : Apabila materi ini dapat dikuasai dengan baik, maka akan dapat membantu siswa dalam
menyelesaikan masalah sehari-hari.
Kegiatan Inti
1. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok.
2. Dengan berdiskusi kelompok, siswa diharapkan dapat menyelesaikan masalah yang berhubungan
dengan penjumlahan dan pengurangan pecahan campuran.
3. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusinya dan kelompok lain menanggapi.
4. Dengan demonstrasi, guru menunjukkan cara menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan
penjumlahan dan pengurangan pecahan campuran.
5. Siswa mengerjakan soal-soal latihan yang terdapat pada buku sumber Matematika VI, karangan Nur Akhsin dan Heny Kusumawati, halaman 94.
Penutup
1. Dengan bimbingan guru, siswa membuat rangkuman.
2. Siswa dan guru melakukan refleksi.
3. Guru memberi tugas rumah.
Pertemuan Kedua (3 × 35 menit)
Pendahuluan
Apersepsi: a. Membahas tugas rumah.
b. Mengingat kembali perkalian dan pembagian pecahan.
Motivasi : Materi ini akan dapat membantu siswa dalam menyelesaikan masalah sehari-hari.
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Matematika Kelas VI31
Kegiatan Inti
1. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok.
2. Dengan berdiskusi kelompok, siswa diharapkan dapat menyelesaikan masalah yang berhubungan
dengan perkalian dan pembagian pecahan.
3. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusinya dan kelompok lain menanggapi.
4. Dengan demonstrasi, guru menunjukkan cara mengerjakan perkalian dan pembagian pecahan pecahan campuran.
5. Siswa mengerjakan soal-soal latihan yang terdapat pada buku sumber Matematika VI, karangan Nur
Akhsin dan Heny Kusumawati, halaman 95.
Penutup
1. Dengan bimbingan guru, siswa membuat rangkuman.
2. Siswa dan guru melakukan refleksi.
3. Guru memberi tugas rumah.
Pertemuan Kedua (3 × 35 menit)
Pendahuluan
Apersepsi: a. Membahas tugas rumah.
b. Mengingat kembali perkalian dan pembagian pecahan.
Motivasi : Mater ini akan dapat membantu siswa dalam menyelesaikan masalah sehari-hari.
Kegiatan Inti
1. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok diskusi.
2. Dengan berdiskusi kelompok, siswa diharapkan mampu menyelesaikan masalah yang berhubungan
dengan perkalian dan pembagian pecahan.
3. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusinya dan kelompok lain menanggapi.
4. Dengan demonstrasi, guru menunjukkan cara mennyelesaikan pengerjaan hitung campuran bilanga pecahan campuran.
5. Siswa mengerjakan soal-soal latihan yang terdapat pada buku sumber Matematika VI, karangan Nur
Akhsin dan Heny Kusumawati, halaman 95.
Penutup
1. Dengan bimbingan guru, siswa membuat rangkuman.
2. Siswa dan guru melakukan refleksi.
3. Guru memberi tugas rumah.
Pertemuan Ketiga (4 × 35 menit)
Pendahuluan
Apersepsi: a. Membahas tugas rumah.
b. Mengingat kembali pengerjaan hitung campuran.
Motivasi : Mater ini akan dapat membantu siswa dalam menyelesaikan masalah sehari-hari.
Kegiatan Inti
1. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok.
2. Dengan berdiskusi kelompok, siswa diharapkan mampu menyelesaikan masalah yang berhubungan
dengan pengerjaan hitung campuran bilangan pecahan campuran.
3. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusinya dan kelompok lain menanggapi.
4. Dengan demonstrasi, guru menunjukkan cara mennyelesaikan pengerjaan hitung campuran bilangan pecahan campuran.
5. Siswa mengerjakan soal-soal latihan yang terdapat pada buku sumber Matematika VI, karangan Nur
Akhsin dan Heny Kusumawati, halaman 97.
Penutup
1. Dengan bimbingan guru, siswa membuat rangkuman.
2. Siswa dan guru melakukan refleksi.
3. Guru memberi tugas rumah.
E. Alat dan Sumber Belajar
1. Buku Matematika VI, karangan Nur Akhsin dan Heny Kusumawati, tahun 2006, halaman 93–97
2. Kapur berwarna
3. Model-model pecahan
F. Penilaian
Teknik : Tes tertulis
Bentuk instrumen : Isian
Contoh instrumen:
Isilah titik-titik di bawah dengan jawaban yang benar!
1. 3/4 + 0,125 – 87% = . . .
2. 5,62 – 5/8 + 3/10 = . . .
3. 1/2 + 0,3 × 0,25 – 3 1/4 : 0,5 = . . .
4. 0,75 + 2/3 × 0,2 : 3/6 = . . .
5. Titin mempunyai 1 1/4 meter pita. Ia membeli lagi 2 gulung pita. Setiap gulung pita panjangnya 2,75 meter. Panjang pita Titin semua ada . . . meter.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN V
Sekolah : SD
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : VI/2
Standar Kompetensi : 5. Melakukan pengerjaan hitung pecahan dalam pemecahan masalah.
Kompetensi Dasar : 5.5 Memecahkan masalah perbandingan dan skala.
Indikator : 5.5.1 Menyelesaikan masalah yang melibatkan perbandingan.
5.5.2 Menyelesaikan masalah yang melibatkan skala.
Alokasi Waktu : 10 × 35 menit (3 kali pertemuan)
A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menyelesaikan perbandingan bila diketahui salah satu nilai besaran yang dibandingkan.
2. Siswa dapat menyelesaikan perbandingan bila diketahui jumlah nilai kedua besaran yang dibandingkan.
3. Siswa dapat menyelesaikan perbandingan bila diketahui silisih nilai kedua besaran yang dibandingkan.
4. Siswa dapat menentukan jarak sebenarnya.
5. Siswa dapat menentukan jarak pada gambar.
6. Siswa dapat menentukan skala.
B. Materi Ajar
1. Perbandingan
2. Skala
C. Metode Pembelajaran
Diskusi kelompok, demonstrasi, penemuan, dan tugas.
D. Langkah-Langkah Kegiatan
Pertemuan Pertama (3 × 35 menit)
Pendahuluan
Apersepsi: Mengingat kembali tentang perbandingan.
Motivasi : Apabila materi ini dapat dikuasai dengan baik, sangat membantu siswa dalam kehidupan sehari- hari.
Kegiatan Inti
1. Siswa dibagi dalam beberapa kelompok.
2. Dengan berdiskusi kelompok, siswa diharapkan dapat menyelesaikan perbandingan bila diketahui:
a. salah satu nilai besaran yang dibandingkan,
b. jumlah kedua nilai besaran yang dibandingkan.
3. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusinya, sedangkan kelompok lain menanggapi.
4. Dengan demonstrasi, guru menunjukkan cara menemukan perbandingan bila diketahui salah satu nilai besaran dan jumlah nilai kedua besaran yang dibandingkan.
5. Siswa mengerjakan soal-soal latihan yang terdapat pada buku sumber Matematika VI, karangan Nur Akhsin dan Heny Kusumawati, halaman 99.
Penutup
1. Dengan bimbingan guru, siswa membuat rangkuman.
2. Siswa dan guru melakukan refleksi.
3. Guru memberi tugas rumah.
Pertemuan Kedua (3 × 35 menit)
Pendahuluan
Apersepsi: 1. Membahas tugas rumah.
2. Mengingat kembali tentang perbandingan.
Motivasi : Banyak kegiatan sehari-hari yang dapat diselesaikan dengan perbandingan.
Kegiatan Inti
1. Siswa dibagi dalam beberapa kelompok.
2. Dengan berdiskusi kelompok, siswa diharapkan dapat menemukan perbandingan bila diketahui selisih nilai kedua besaran yang dibandingkan.
3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Matematika Kelas VI
4. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusinya, sedangkan kelompok lain menanggapi.
5. Dengan demonstrasi, guru menunjukkan cara menemukan perbandingan bila diketahui selisih nilai
kedua besaran yang dibandingkan.
6. Siswa mengerjakan soal-soal latihan yang terdapat pada buku sumber Matematika VI.
Penutup
1. Dengan bimbingan guru, siswa membuat rangkuman.
2. Siswa dan guru melakukan refleksi.
3. Guru memberi tugas rumah.
Pertemuan Ketiga (4 × 35 menit)
Pendahuluan
Apersepsi: 1. Membahas tugas rumah.
2. Mengingat kembali tentang skala.
Motivasi : Banyak kegiatan sehari-hari yang berhubungan dengan skala.
Kegiatan Inti
1. Siswa dibagi dalam beberapa kelompok.
2. Dengan berdiskusi kelompok, siswa diharapkan dapat menyelesaikan masalah yang berhubungan
dengan skala.
3. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusinya, sedangkan kelompok lain menanggapi.
4. Dengan demonstrasi, guru menunjukkan cara menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan
skala.
5. Siswa mengerjakan soal-soal latihan yang terdapat pada buku sumber Matematika VI, karangan Nur Akhsin dan Heny Kusumawati, halaman 102.
Penutup
1. Dengan bimbingan guru, siswa membuat rangkuman.
2. Siswa dan guru melakukan refleksi.
3. Guru memberi tugas rumah
E. Alat dan Sumber Belajar
1. Buku Matematika VI, karangan Nur Akhsin dan Heny Kusumawati, tahun 2006, halaman 97–104
2. Peta
3. Kapur berwarna
4. Penggaris
F. Penilaian
Teknik : Tes tertulis
Bentuk instrumen : Uraian
Contoh instrumen:
1. Umur Ayu : umur Ani = 2 : 3. Jika umur Ayu 12 tahun, berapa tahun umur Ani?
2. Uang Amir 2/3 uang Burhan. Jumlah uang mereka Rp35.000,00. Berapa rupiah uang mereka masing- masing?
3. Jarak kota A ke kota B dalam peta 2 cm. Skala peta 1 : 7.500.000. Berapa km jarak kota A ke kota B sebenarnya?
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Matematika VI
Sekolah : SD
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : VI/2
Standar Kompetensi : 6. Menggunakan sistem koordinat dalam pemecahan masalah.
Kompetensi Dasar : 6.1 Membuat de nah letak benda.
Indikator : 6.1.1 Menggambar letak benda.
Alokasi Waktu : 5 × 35 menit (2 kali pertemuan)
A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menggambar koordinat.
2. Siswa dapat menentukan letak benda dalam bidang koordinat.
B. Materi Ajar
Bidang koordinat
– Membuat denah letak benda
C. Metode Pembelajaran
Diskusi kelompok, demonstrasi, penemuan, dan tugas.
D. Langkah-Langkah Kegiatan
Pertemuan Pertama (2 × 35 menit)
Pendahuluan
Apersepsi: Mengingat kembali tentang skala.
Motivasi : Memudahkan siswa membuat denah.
Kegiatan Inti
1. Siswa dibagi dalam beberapa kelompok.
2. Dengan berdiskusi kelompok, siswa diharapkan dapat membuat denah letak benda.
3. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusinya, sedangkan kelompok lain menanggapi.
4. Dengan demonstrasi, guru menunjukkan cara membuat denah letak benda.
5. Siswa mengerjakan soal-soal latihan yang terdapat pada buku sumber Matematika VI, karangan Nur Akhsin dan Heny Kusumawati, halaman 110.
Penutup
1. Dengan bimbingan guru, siswa membuat rangkuman.
2. Siswa dan guru melakukan refleksi.
3. Guru memberi tugas rumah.
Pertemuan Kedua (3 × 35 menit)
Pendahuluan
Apersepsi: 1. Membahas tugas rumah.
2. Mengingat kembali tentang skala.
Motivasi : Banyak kegiatan sehari-hari yang berhubungan dengan denah.
Kegiatan Inti
1. Siswa dibagi dalam beberapa kelompok.
2. Dengan berdiskusi kelompok, siswa diharapkan dapat menggambar letak benda.
3. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusinya, sedangkan kelompok lain menanggapi.
4. Dengan demonstrasi, guru menunjukkan cara menggambar letak benda.
5. Siswa mengerjakan soal-soal latihan yang terdapat pada buku sumber Matematika VI, karangan Nur Akhsin dan Heny Kusumawati, halaman 111.
Penutup
1. Dengan bimbingan guru, siswa membuat rangkuman.
2. Siswa dan guru melakukan refleksi.
3. Guru memberi tugas rumah.
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Matematika Kelas VI
E. Alat dan Sumber Belajar
1. Buku Matematika VI, karangan Nur Akhsin dan Heny Kusumawati, tahun 2006, halaman 109–112
2. Buku matriks
3. Gambar peta
4. Kapur berwarna
F. Penilaian
Teknik : Tes perbuatan
Bentuk instrumen : Uji petik kerja produk
Contoh instrumen:
Jawablah pertanyaan di bawah ini.
1. Gambarlah denah ruang sekolahmu,
2. Buatlah gambarnya pada kertas berukuran 25 × 30 cm.
3. Berilah keterangan masing-masing ruangannya.
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Matematika Kelas VI
Sekolah : SD
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : VI/2
Standar Kompetensi : 6. Menggunakan sistem koordinat dalam pemecahan masalah.
Kompetensi Dasar : 6.2 Mengenal koordinat posisi sebuah benda
Indikator : 6.2.1 Menentukan letak titik pada sistem koordinat.
Alokasi Waktu : 5 × 35 menit (2 kali pertemuan)
A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menjelaskan fungsi sistem koordinat.
2. Siswa dapat menentukan letak titik pada bidang koordinat.
B. Materi Ajar
Mengenal letak koordinat suatu benda
C. Metode Pembelajaran
Diskusi kelompok, demonstrasi, penemuan, dan tugas.
D. Langkah-Langkah Kegiatan
Pertemuan Pertama (2 × 35 menit)
Pendahuluan
Apersepsi: Mengingat kembali tentang koordinat.
Motivasi : Banyak kegiatan yang berkaitan dengan koordinat.
Kegiatan Inti
1. Siswa dibagi dalam beberapa kelompok.
2. Dengan berdiskusi kelompok, siswa diharapkan dapat menjelaskan fungsi sistem koordinat.
3. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusinya, sedangkan kelompok lain menanggapi.
4. Dengan demonstrasi, guru menjelaskan fungsi sistem koordinat.
5. Siswa mengerjakan soal-soal latihan yang terdapat pada buku sumber Matematika VI, karangan Nur Akhsin dan Heny Kusumawati, halaman 115.
Penutup
1. Dengan bimbingan guru, siswa membuat rangkuman.
2. Siswa dan guru melakukan refleksi.
3. Guru memberi tugas rumah.
Pertemuan Kedua (3 × 35 menit)
Pendahuluan
Apersepsi: Membahas tugas rumah.
Motivasi : Konsep tentang koordinat banyak dipakai dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan Inti
1. Siswa dibagi dalam beberapa kelompok.
2. Dengan berdiskusi kelompok, siswa diharapkan mampu menunjukkan letak titik pada sistem koordinat.
3. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusinya, sedangkan kelompok lain menanggapi.
4. Dengan demonstrasi, guru menunjukkan cara menemukan letak titik pada sistem koordinat.
5. Siswa mengerjakan soal-soal latihan yang terdapat pada buku sumber Matematika VI, karangan Nur Akhsin dan Heny Kusumawati, halaman 115.
Penutup
1. Dengan bimbingan guru, siswa membuat rangkuman.
2. Siswa dan guru melakukan refleksi.
3. Guru memberi tugas rumah.
38 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Matematika Kelas VI
Alat dan Sumber Belajar
1. Buku Matematika VI, karangan Nur Akhsin dan Heny Kusumawati, tahun 2006
2. Buku matriks
3. Koordinat
4. Kapur berwarna
F. Penilaian
Teknik : Tes perbuatan
Bentuk instrumen : Uji petik kerja produk
Contoh instrumen:
Tuliskan koordinat titik-titik berikut.
7
Titik A(. . ., . . .)
6
C
D 5 Titik B(. . ., . . .)
4 Titik C(. . ., . . .)
3 A Titik D(. . ., . . .)
2
E
1 B Titik E(. . ., . . .)
–7 –6 –5 –4 –3 –2 –1 0 1 2 3 4 5 6 7 Titik F(. . ., . . .)
–1
Titik G(. . ., . . .)
–2
Titik H(. . ., . . .)
•F –3 I
–4 Titik I(. . ., . . .)
H J
G –5 Titik J(. . ., . . .)
–6
–7
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Matematika Kelas VI39
Sekolah : SD
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : VI/2
Standar Kompetensi : 6. Menggunakan sistem koordinat dalam pemecahan masalah.
Kompetensi Dasar : 6.3 Menentukan posisi titik dalam sistem koordinat Kartesius.
Indikator : 6.3.1 Membaca gambar pada bidang koordinat Kartesius.
Alokasi Waktu : 5 × 35 menit (2 kali pertemuan)
A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menunjukkan titik pada bidang koordinat Kartesius.
2. Siswa dapat menggambar bangun datar pada bidang koordinat Kartesius.
B. Materi Ajar
Menggambar bangun datar pada bidang koordinat
C. Metode Pembelajaran
Diskusi kelompok, demonstrasi, penemuan, dan tugas.
D. Langkah-Langkah Kegiatan
Pertemuan Pertama (2 × 35 menit)
Pendahuluan
Apersepsi: Mengingat kembali tentang sistem koordinat.
Motivasi : Banyak kegiatan yang berkaitan dengan koordinat.
Kegiatan Inti
1. Siswa dibagi dalam beberapa kelompok.
2. Dengan berdiskusi kelompok, siswa diharapkan dapat menemukan letak titik pada bidang koordinat
Kartesius.
3. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusinya, sedangkan kelompok lain menanggapi.
4. Dengan demonstrasi, guru menunjukkan letak titik pada bidang koordinat Kartesius.
5. Siswa mengerjakan soal-soal latihan yang terdapat pada buku sumber Matematika VI, karangan Nur Akhsin dan Heny Kusumawati, halaman 117.
Penutup
1. Dengan bimbingan guru, siswa membuat rangkuman.
2. Siswa dan guru melakukan refleksi.
3. Guru memberi tugas rumah.
Pertemuan Kedua (3 × 35 menit)
Pendahuluan
Apersepsi: Membahas tugas rumah.
Motivasi : Dengan membahas tugas rumah, akan memudahkan siswa menggambar bangun datar pada bidang koordinat Kartesius.
Kegiatan Inti
1. Siswa dibagi dalam beberapa kelompok.
2. Dengan berdiskusi kelompok, siswa diharapkan dapat menggambar bangun datar pada bidang koordiT Kartesius.
3. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusinya, sedangkan kelompok lain menanggapi.
4. Dengan demonstrasi, guru menunjukkan cara menggambar bangun datar pada bidang koordinat
Kartesius.
5. Siswa mengerjakan soal-soal latihan yang terdapat pada buku sumber Matematika VI, karangan Nur Akhsin dan Heny Kusumawati, halaman 120.
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Matematika Kelas VI
Penutup
1. Dengan bimbingan guru, siswa membuat rangkuman.
2. Siswa dan guru melakukan refleksi.
3. Guru memberi tugas rumah.
E. Alat dan Sumber Belajar
1. Buku Matematika VI, karangan Nur Akhsin dan Heny Kusumawati, tahun 2006, halaman 116–120
2. Bidang koordinat Kartesius
3. Buku matriks
4. Kapur berwarna
F. Penilaian
Teknik : Tes perbuatan
Bentuk instrumen : Uji petik kerja produk
Contoh instrumen:
Gambarkan pada bidang koordinat Kartesius titik-titik berikut. Hubungkan titik-titik tersebut. Gambar apa yang terbentuk?
1. A(–8, 1); B(–2, 1); C(–2, 7); D(–8, 7)
2. E(1, 2); F(8, 2); G(8, 7); H(1, 5)
3. K(–7, –2); L(–3, –2); M(–5, –6); N(–1, –6)
4. P(4, –9); Q(7, –3); R(4, –1); S(1, –3)
Y
9
8
7
6
5
4
3
2
1
X
–8 –7 –6 –5 –4 –3 –2 –1 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
–1
–2
–3
–4
–5
–6
–7
–8
–9
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Matematika Kelas VI
Sekolah : SD
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : VI/2
Standar Kompetensi : 7. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan data.
Kompetensi Dasar : 7.1 Menyajikan data ke bentuk tabel dan diagram gambar, batang, dan lingkaran.
Indikator : 7.1.1 Mengidentifikasi data.
7.1.2 Menulis dan membaca data dalam bentuk tabel.
7.1.3 Menulis dan membaca data dalam bentuk diagram batang.
7.1.4 Menulis dan membaca data dalam bentuk diagram lingkaran.
Alokasi Waktu : 10 × 35 menit (3 kali pertemuan)
A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat mengidentifikasi data.
2. Siswa dapat menulis dan membaca kata dalam bentuk tabel.
3. Siswa dapat menulis dan membaca data dalam bentuk diagram batang.
4. Siswa dapat menulis dan membaca data dalam bentuk diagram lingkaran.
B. Materi Ajar
Menyajikan data
C. Metode Pembelajaran
Diskusi kelompok, demonstrasi, dan tugas.
D. Langkah-Langkah Kegiatan
Pertemuan Pertama (3 × 35 menit)
Pendahuluan
Apersepsi: Mengingat kembali tentang data.
Motivasi : Apabila materi ini dikuasi dengan baik, maka akan memudahkan siswa dalam menulis dan
membaca data.
Kegiatan Inti
1. Siswa dibagi dalam beberapa kelompok.
2. Dengan berdiskusi kelompok, siswa diharapkan dapat menulis dan membaca data dalam bentuk tabel.
3. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusinya, sedangkan kelompok lain menanggapi.
4. Dengan demonstrasi, guru menunjukkan cara memenulis dan membaca data dalam bentuk tabel.
5. Siswa mengerjakan soal-soal latihan yang terdapat pada buku sumber Matematika VI, karangan Nur Akhsin dan Heny Kusumawati, halaman 123.
Penutup
1. Dengan bimbingan guru, siswa membuat rangkuman.
2. Siswa dan guru melakukan refleksi.
3. Guru memberi tugas rumah.
Pertemuan Kedua (4 × 35 menit)
Pendahuluan
Apersepsi: Membahas tugas rumah.
Motivasi : Konsep ini akan membantu siswa dalam menulis dan membaca data dalam bentuk diagram batang.
Kegiatan Inti
1. Siswa dibagi dalam beberapa kelompok.
2. Dengan berdiskusi kelompok, siswa diharapkan mampu menemukan cara menulis dan membaca dia gram batang.
3. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusinya, sedangkan kelompok lain menanggapi.
4. Dengan demonstrasi, guru menunjukkan cara menulis dan membaca diagram batang.
5. Siswa mengerjakan soal-soal latihan yang terdapat pada buku sumber Matematika VI, karangan Nur Akhsin dan Heny Kusumawati, halaman 125.
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Matematika Kelas
Penutup
1. Dengan bimbingan guru, siswa membuat rangkuman.
2. Siswa dan guru melakukan refleksi.
3. Guru memberi tugas rumah.
Pertemuan Ketiga (3 × 35 menit)
Pendahuluan
Apersepsi: Membahas tugas rumah.
Motivasi : Konsep ini dapat membantu siswa dalam menulis dan membaca data dalam bentuk diagram lingkaran.
Kegiatan Inti
1. Siswa dibagi dalam beberapa kelompok.
2. Dengan berdiskusi kelompok, siswa diharapkan mampu menemukan cara menulis dan membaca data dalam bentuk diagram lingkaran.
3. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusinya, sedangkan kelompok lain menanggapi.
4. Dengan demonstrasi, guru menunjukkan cara menulis dan membaca data dalam bentuk diagram
lingkaran.
5. Siswa mengerjakan soal-soal latihan yang terdapat pada buku sumber Matematika VI, karangan Nur Akhsin dan Heny Kusumawati, halaman 125.
Penutup
1. Dengan bimbingan guru, siswa membuat rangkuman.
2. Siswa dan guru melakukan refleksi.
3. Guru memberi tugas rumah.
E. Alat dan Sumber Belajar
1. Buku Matematika VI, karangan Nur Akhsin dan Heny Kusumawati, tahun 2006, halaman 123–125
2. Diagram batang dan diagram lingkaran
3. Kapur berwarna
F. Penilaian
Teknik : Tes perbuatan
Bentuk instrumen : Uji petik kerja produk
Contoh instrumen:
1. Kumpulkan data tentang hasil ulangan Matematika kelas VI.
2. Sajikan data tersebut ke dalam bentuk:
a. tabel,
b. diagram batang,
c. diagram lingkaran
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Matematika Kelas VI4
Sekolah : SD
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : VI/2
Standar Kompetensi : 7. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan data.
Kompetensi Dasar : 7.2 Menentukan rata-rata hitung dan modus sekumpulan data.
Indikator : 7.2.1 Menentukan nilai rata-rata sekumpulan data.
7.2.2 Menentukan modus sekumpulan data.
Alokasi Waktu : 10 × 35 menit (3 kali pertemuan)
A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat mengolah data.
2. Siswa dapat menentukan nilai rata-rata sekumpulan data.
3. Siswa dapat menentukan nilai modus sekumpulan data.
B. Materi Ajar
Mengolah data
C. Metode Pembelajaran
Diskusi kelompok, demonstrasi, penemuan, dan tugas.
D. Langkah-Langkah Kegiatan
Pertemuan Pertama (3 × 35 menit)
Pendahuluan
Apersepsi: Siswa mengamati data.
Motivasi : Dengan mengamati data, siswa diharapkan mampu mengolah data.
Kegiatan Inti
1. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok.
2. Dengan berdiskusi kelompok, siswa diharapkan dapat mengolah data.
3. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusinya, sedangkan kelompok lain menanggapi.
4. Dengan demonstrasi, guru menunjukkan cara mengolah data.
Penutup
1. Dengan bimbingan guru, siswa membuat rangkuman.
2. Siswa dan guru melakukan refleksi.
3. Guru memberi tugas rumah.
Pertemuan Kedua (4 × 35 menit)
Pendahuluan
Apersepsi: 1. Membahas tugas rumah.
2. Mengamati diagram.
Motivasi : Apabila materi ini dikuasai dengan baik, banyak kegiatan sehari-hari yang dapat diselesaikan
dengan diagram.
Kegiatan Inti
1. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok.
2. Dengan berdiskusi kelompok, siswa diharapkan dapat menemukan nilai rata-rata sekumpulan data.
3. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusinya, sedangkan kelompok lain menanggapi.
4. Dengan demonstrasi, guru menunjukkan cara menyelesaikan nilai rata-rata sekumpulan data.
5. Siswa mengerjakan soal-soal latihan yang terdapat pada buku sumber Matematika VI, karangan Nur
Akhsin dan Heny Kusumawati, halaman 127.
Penutup
1. Dengan bimbingan guru, siswa membuat rangkuman.
2. Siswa dan guru melakukan refleksi.
3. Guru memberi tugas rumah.
44 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Matematika Kelas VI
--------------------------------------- 21
Pertemuan Ketiga (3 × 35 menit)
Pendahuluan
Apersepsi: 1. Membahas tugas rumah.
2. Mengamati diagram.
Motivasi : Banyak kegiatan sehari-hari yang berkaitan dengan data.
Kegiatan Inti
1. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok.
2. Dengan berdiskusi kelompok, siswa diharapkan dapat menemukan nilai modus sekumpulan data.
3. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusinya, sedangkan kelompok lain menanggapi.
4. Dengan demonstrasi, guru menunjukkan cara menemukan nilai modus sekumpulan data.
5. Siswa mengerjakan soal-soal latihan yang terdapat pada buku sumber Matematika VI, karangan Nur
Akhsin dan Heny Kusumawati, halaman 128.
Penutup
1. Dengan bimbingan guru, siswa membuat rangkuman.
2. Siswa dan guru melakukan refleksi.
3. Guru memberi tugas rumah.
E. Alat dan Sumber Belajar
1. Buku Matematika VI, karangan Nur Akhsin dan Heny Kusumawati, tahun 2006, halaman 126–128
2. Diagram batang dan diagram lingkaran
3. Tabel
4. Penggaris
F. Penilaian
Teknik : Tes tertulis
Bentuk instrumen : Uraian
Contoh instrumen:
Satu kompi pramuka terdiri atas 60 anak.
15 anak tingginya 125 cm
15 anak tingginya 130 cm
10 anak tingginya 135 cm
20 anak tingginya 140 cm
Tentukan:
a. Tinggi rata-ratanya.
b. Nilai modusnya.
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Matematika Kelas VI45
--------------------------------------- 22
Sekolah : SD
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : VI/2
Standar Kompetensi : 7. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan data.
Kompetensi Dasar : 7.3 Mengurutkan data termasuk menentukan nilai tertinggi dan terendah.
Indikator : 7.3.1 Menentukan nilai tertinggi sekumpulan data.
7.3.2 Menentukan nilai terendah sekumpulan data.
Alokasi Waktu : 5 × 35 menit (2 kali pertemuan)
A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menentukan nilai tertinggi sekumpulan data.
2. Siswa dapat menentukan nilai terendah sekumpulan data.
B. Materi Ajar
Mengolah data
C. Metode Pembelajaran
Diskusi kelompok, demonstrasi, penemuan, dan tugas.
D. Langkah-Langkah Kegiatan
Pertemuan Pertama (2 × 35 menit)
Pendahuluan
Apersepsi: Mengamati sekumpulan data.
Motivasi : Banyak kegiatan sehari-hari yang berhubungan dengan data.
Kegiatan Inti
1. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok.
2. Dengan berdiskusi kelompok, siswa diharapkan dapat menentukan nilai tertinggi dan terendah
sekumpulan data.
3. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusinya, sedangkan kelompok lain menanggapi.
4. Dengan demonstrasi, guru menunjukkan cara menentukan nilai tertinggi dan terendah sekumpulan
data.
5. Siswa mengerjakan soal-soal latihan yang terdapat pada buku sumber Matematika VI, karangan Nur
Akhsin dan Heny Kusumawati, halaman 128.
Penutup
1. Dengan bimbingan guru, siswa membuat rangkuman.
2. Siswa dan guru melakukan refleksi.
3. Guru memberi tugas rumah.
Pertemuan Kedua (3 × 35 menit)
Pendahuluan
Apersepsi: Membahas tugas rumah.
Motivasi : Mengingat kembali tentang pengolahan data.
Kegiatan Inti
1. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok.
2. Dengan berdiskusi kelompok, siswa diharapkan dapat mengurutkan data.
3. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusinya, sedangkan kelompok lain menanggapi.
4. Dengan demonstrasi, guru menunjukkan cara mengurutkan data.
5. Siswa mengerjakan soal-soal latihan yang terdapat pada buku sumber Matematika VI, karangan Nur
Akhsin dan Heny Kusumawati, halaman 128.
Penutup
1. Dengan bimbingan guru, siswa membuat rangkuman.
2. Siswa dan guru melakukan refleksi.
3. Guru memberi tugas rumah.
46 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Matematika Kelas VI
--------------------------------------- 23
E. Alat dan Sumber Belajar
1. Buku Matematika VI, karangan Nur Akhsin dan Heny Kusumawati, tahun 2006, halaman 126–128
2. Sekumpulan data
3. Diagram
4. Kapur berwarna
F. Penilaian
Teknik : Tes tertulis
Bentuk instrumen : Uraian
Contoh instrumen:
Berikut ini data besar iuran sukarela dari 20 anak.
200, 250, 150, 350, 350
400, 200, 350, 150, 500
200, 400, 350, 300, 300
450, 200, 350, 250, 300
a. Berapa rupiah iuran terendah?
b. Berapa rupiah iuran tertinggi?
c. Urutkanlah mulai dari iuran yang terendah.
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Matematika Kelas VI47
--------------------------------------- 24
Sekolah : SD
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : VI/2
Standar Kompetensi : 7. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan data.
Kompetensi Dasar : 7.4 Menafsirkan hasil pengolahan data
Indikator : 7.4.1 Menemukan nilai terendah data.
7.4.2 Menemukan nilai tertinggi data.
7.4.3 Mengurutkan data.
7.4.4 Menenmukan nilai rata-rata.
7.4.5 Menemukan modus data.
7.4.6 Menuliskan dan membaca diagram.
Alokasi Waktu : 10 × 35 menit (3 kali pertemuan)
A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menemukan nilai terendah data.
2. Siswa dapat menemukan nilai tertinggi data.
3. Siswa dapat mengurutkan data.
4. Siswa dapat menemukan nilai rata-rata.
5. Siswa dapat menemukan modus data.
6. Siswa dapat menulis dan membaca diagram.
B. Materi Ajar
Pengolahan data
– Menafsirkan hasil pengolahan data
C. Metode Pembelajaran
Diskusi kelompok, demonstrasi, penemuan, dan tugas.
D. Langkah-Langkah Kegiatan
Pertemuan Pertama (3 × 35 menit)
Pendahuluan
Apersepsi: Mengamati sekumpulan data.
Motivasi : Dengan mengolah data, siswa diharapkan dapat menentukan nilai terendah dan nilai tertinggi
data.
Kegiatan Inti
1. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok.
2. Dengan berdiskusi kelompok, siswa diharapkan dapat menemukan nilai terendah, nilai tertinggi, dan
mengurutkan data.
3. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusinya, sedangkan kelompok lain menanggapi.
4. Dengan demonstrasi, guru menunjukkan cara menentuka nilai tertinggi, nilai terendah, maupun
mengurutkan data.
5. Siswa mengerjakan soal-soal latihan yang terdapat pada buku sumber Matematika VI, karangan Nur
Akhsin dan Heny Kusumawati, halaman 128.
Penutup
1. Dengan bimbingan guru, siswa membuat rangkuman.
2. Siswa dan guru melakukan refleksi.
3. Guru memberi tugas rumah.
Pertemuan Kedua (4 × 35 menit)
Pendahuluan
Apersepsi: Mengamati sekumpulan data.
Motivasi : Banyak kegiatan sehari-hari yang berkaitan dengan data.
48 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Matematika Kelas VI
--------------------------------------- 25
Kegiatan Inti
1. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok.
2. Dengan berdiskusi kelompok, siswa diharapkan dapat menemukan nilai rata-rata dan modus data.
3. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusinya, sedangkan kelompok lain menanggapi.
4. Dengan demonstrasi, guru menunjukkan cara menemukan nilai rata-rata dan modus data.
5. Siswa mengerjakan soal-soal latihan yang terdapat pada buku sumber Matematika VI, karangan Nur
Akhsin dan Heny Kusumawati, halaman 128.
Penutup
1. Dengan bimbingan guru, siswa membuat rangkuman.
2. Siswa dan guru melakukan refleksi.
3. Guru memberi tugas rumah.
Pertemuan Ketiga (3 × 35 menit)
Pendahuluan
Apersepsi: Membahas tugas rumah.
Motivasi : Banyak kegiatan sehari-hari yang berkaitan dengan diagram.
Kegiatan Inti
1. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok.
2. Dengan berdiskusi kelompok, siswa diharapkan dapat menulis dan membaca diagram.
3. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusinya, sedangkan kelompok lain menanggapi.
4. Dengan demonstrasi, guru menunjukkan cara menulis dan membaca diagram.
5. Siswa mengerjakan soal-soal latihan yang terdapat pada buku sumber Matematika VI, karangan Nur
Akhsin dan Heny Kusumawati, halaman 131.
Penutup
1. Dengan bimbingan guru, siswa membuat rangkuman.
2. Siswa dan guru melakukan refleksi.
3. Guru memberi tugas rumah.
E. Alat dan Sumber Belajar
Buku Matematika VI, karangan Nur Akhsin dan Heny Kusumawati, tahun 2006, halaman 126–131
F. Penilaian
Teknik : Tes perbuatan
Bentuk instrumen : Uji petik kerja produk
Contoh instrumen:
Nilai hasil ulangan 20 anak sebagai berikut.
6, 7, 8, 5, 5, 6, 7, 7, 8, 9
7, 6, 5, 7, 6, 7, 7, 9, 8, 7
1. Sajikan data dalam bentuk tabel.
2. Tentukan nilai terendahnya.
3. Tentukan nilai tertingginya.
4. Tentukan nilai rata-ratanya.
5. Tentukan modusnya.
6. Urutkan dari nilai yang terendah.
7. Gambarlah dalam bentuk diagram batang.
8. Gambarlah dalam bentuk diagram lingkaran.
Minggu, 20 Juni 2010
Senin, 14 Juni 2010
Tertinggi UASBN Diraih Siswa dari Probolinggo & Malang
Senin, 14/06/2010 13:17 WIB
Nilai Tertinggi UASBN Diraih Siswa dari Probolinggo & Malang
Zainal Effendi - detikSurabaya
Surabaya - Nilai tinggi dalam Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) tidak lagi didominasi siswa Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) dari kota besar seperti Surabaya.
Justru siswa SD / MI yang mendominasi peringkat lima besar nilai tertinggi dalam UASBN berasal dari luar Surabaya. Sedangkan Surabaya hanya mampu menempati urutan 17 dari 45 rayon penyelenggara UASBN di 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur.
"Untuk 5 besar nilai tertinggi MI didominasi siswa asal MI Mi'rojul Ulum, Kabupaten Mojokerto yang meraih posisi 2 hingga 5 besar. Sedangkan peringkat pertama diarih siswa MIN Malang I, Kota Malang," kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Harun dalam rapat evaluasi pelaksanaan UASBN di Kantor Dinas P dan K Provinsi Jatim, Jalan Jagir Wonokromo, Senin (14/6/2010).
Harun mengungkapkan hasil yang diraih para siswa dari sekolah penyelenggara UASBN ini membuktikan jika prestasi tidak lagi didominasi siswa perkotaan. Tapi pendidikan di daerah sudah merata sehingga mampu meraih hasil yang positif.
"Ini semua diraih berkat kerja keras semua pihak mulai, guru pendidik, sekolah hingga orang tua wali murid. Dan tidak lepas dari keinginan kita semua untuk membuat pendidikan menjadi rata," ungkapnya.
Berikut nama dan nilai serta asal sekolah peraih peringkat untuk SD negeri dan swasta di Jatim:
1. Retno Try Lestari asal SDN Sukabumi 4 Kota Probolinggo dengan nilai 28,95
2. Avis Sugianto asal SDN Kacangcankring, Gresik dengan nilai 28,95
3. Maulidah Izzatul Amin asal SD Islam Qurrota A'yun, Tulungagung dengan nilai 28,95
4. Nancy Amelia Rosa asal SDN Jember Lor 01, Jember dengan nilai 28,95
5. Devina Tharifah Arsari asal SDN Mojosari II, Kabupaten Mojokerto dengan nilai 28,90
Dan berikut nama dan nilai serta asal sekolah peraih peringkat untuk MI negeri dan swasta di Jatim:
1. Maurish Sofie R Batita asal MIN Malang I, Kota Malang dengan nilai 28,65
2. Adela Oktavia Islami asal MI Mi’rojul Ulum, Kabupaten Mojokerto dengan nilai 28,50
3. Nurrochmah Soviani asal MI Mi’rojul Ulum, Kabupaten Mojokerto dengan nilai 28,50
4. Shobirotul Ilmi asal MI Mi’rojul Ulum, Kabupaten Mojokerto dengan nilai 28,50
5. Willy Martavora Ch asal MI Mi’rojul Ulum, Kabupaten Mojokerto dengan nilai 28,50
(ze/wln)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Nilai Tertinggi UASBN Diraih Siswa dari Probolinggo & Malang
Zainal Effendi - detikSurabaya
Surabaya - Nilai tinggi dalam Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) tidak lagi didominasi siswa Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) dari kota besar seperti Surabaya.
Justru siswa SD / MI yang mendominasi peringkat lima besar nilai tertinggi dalam UASBN berasal dari luar Surabaya. Sedangkan Surabaya hanya mampu menempati urutan 17 dari 45 rayon penyelenggara UASBN di 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur.
"Untuk 5 besar nilai tertinggi MI didominasi siswa asal MI Mi'rojul Ulum, Kabupaten Mojokerto yang meraih posisi 2 hingga 5 besar. Sedangkan peringkat pertama diarih siswa MIN Malang I, Kota Malang," kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Harun dalam rapat evaluasi pelaksanaan UASBN di Kantor Dinas P dan K Provinsi Jatim, Jalan Jagir Wonokromo, Senin (14/6/2010).
Harun mengungkapkan hasil yang diraih para siswa dari sekolah penyelenggara UASBN ini membuktikan jika prestasi tidak lagi didominasi siswa perkotaan. Tapi pendidikan di daerah sudah merata sehingga mampu meraih hasil yang positif.
"Ini semua diraih berkat kerja keras semua pihak mulai, guru pendidik, sekolah hingga orang tua wali murid. Dan tidak lepas dari keinginan kita semua untuk membuat pendidikan menjadi rata," ungkapnya.
Berikut nama dan nilai serta asal sekolah peraih peringkat untuk SD negeri dan swasta di Jatim:
1. Retno Try Lestari asal SDN Sukabumi 4 Kota Probolinggo dengan nilai 28,95
2. Avis Sugianto asal SDN Kacangcankring, Gresik dengan nilai 28,95
3. Maulidah Izzatul Amin asal SD Islam Qurrota A'yun, Tulungagung dengan nilai 28,95
4. Nancy Amelia Rosa asal SDN Jember Lor 01, Jember dengan nilai 28,95
5. Devina Tharifah Arsari asal SDN Mojosari II, Kabupaten Mojokerto dengan nilai 28,90
Dan berikut nama dan nilai serta asal sekolah peraih peringkat untuk MI negeri dan swasta di Jatim:
1. Maurish Sofie R Batita asal MIN Malang I, Kota Malang dengan nilai 28,65
2. Adela Oktavia Islami asal MI Mi’rojul Ulum, Kabupaten Mojokerto dengan nilai 28,50
3. Nurrochmah Soviani asal MI Mi’rojul Ulum, Kabupaten Mojokerto dengan nilai 28,50
4. Shobirotul Ilmi asal MI Mi’rojul Ulum, Kabupaten Mojokerto dengan nilai 28,50
5. Willy Martavora Ch asal MI Mi’rojul Ulum, Kabupaten Mojokerto dengan nilai 28,50
(ze/wln)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
UASBN Diraih Siswa dari Probolinggo & Malang
Senin, 14/06/2010 13:17 WIB
Nilai Tertinggi UASBN Diraih Siswa dari Probolinggo & Malang
Zainal Effendi - detikSurabaya
Surabaya - Nilai tinggi dalam Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) tidak lagi didominasi siswa Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) dari kota besar seperti Surabaya.
Justru siswa SD / MI yang mendominasi peringkat lima besar nilai tertinggi dalam UASBN berasal dari luar Surabaya. Sedangkan Surabaya hanya mampu menempati urutan 17 dari 45 rayon penyelenggara UASBN di 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur.
"Untuk 5 besar nilai tertinggi MI didominasi siswa asal MI Mi'rojul Ulum, Kabupaten Mojokerto yang meraih posisi 2 hingga 5 besar. Sedangkan peringkat pertama diarih siswa MIN Malang I, Kota Malang," kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Harun dalam rapat evaluasi pelaksanaan UASBN di Kantor Dinas P dan K Provinsi Jatim, Jalan Jagir Wonokromo, Senin (14/6/2010).
Harun mengungkapkan hasil yang diraih para siswa dari sekolah penyelenggara UASBN ini membuktikan jika prestasi tidak lagi didominasi siswa perkotaan. Tapi pendidikan di daerah sudah merata sehingga mampu meraih hasil yang positif.
"Ini semua diraih berkat kerja keras semua pihak mulai, guru pendidik, sekolah hingga orang tua wali murid. Dan tidak lepas dari keinginan kita semua untuk membuat pendidikan menjadi rata," ungkapnya.
Berikut nama dan nilai serta asal sekolah peraih peringkat untuk SD negeri dan swasta di Jatim:
1. Retno Try Lestari asal SDN Sukabumi 4 Kota Probolinggo dengan nilai 28,95
2. Avis Sugianto asal SDN Kacangcankring, Gresik dengan nilai 28,95
3. Maulidah Izzatul Amin asal SD Islam Qurrota A'yun, Tulungagung dengan nilai 28,95
4. Nancy Amelia Rosa asal SDN Jember Lor 01, Jember dengan nilai 28,95
5. Devina Tharifah Arsari asal SDN Mojosari II, Kabupaten Mojokerto dengan nilai 28,90
Dan berikut nama dan nilai serta asal sekolah peraih peringkat untuk MI negeri dan swasta di Jatim:
1. Maurish Sofie R Batita asal MIN Malang I, Kota Malang dengan nilai 28,65
2. Adela Oktavia Islami asal MI Mi’rojul Ulum, Kabupaten Mojokerto dengan nilai 28,50
3. Nurrochmah Soviani asal MI Mi’rojul Ulum, Kabupaten Mojokerto dengan nilai 28,50
4. Shobirotul Ilmi asal MI Mi’rojul Ulum, Kabupaten Mojokerto dengan nilai 28,50
5. Willy Martavora Ch asal MI Mi’rojul Ulum, Kabupaten Mojokerto dengan nilai 28,50
(ze/wln)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Nilai Tertinggi UASBN Diraih Siswa dari Probolinggo & Malang
Zainal Effendi - detikSurabaya
Surabaya - Nilai tinggi dalam Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) tidak lagi didominasi siswa Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) dari kota besar seperti Surabaya.
Justru siswa SD / MI yang mendominasi peringkat lima besar nilai tertinggi dalam UASBN berasal dari luar Surabaya. Sedangkan Surabaya hanya mampu menempati urutan 17 dari 45 rayon penyelenggara UASBN di 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur.
"Untuk 5 besar nilai tertinggi MI didominasi siswa asal MI Mi'rojul Ulum, Kabupaten Mojokerto yang meraih posisi 2 hingga 5 besar. Sedangkan peringkat pertama diarih siswa MIN Malang I, Kota Malang," kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Harun dalam rapat evaluasi pelaksanaan UASBN di Kantor Dinas P dan K Provinsi Jatim, Jalan Jagir Wonokromo, Senin (14/6/2010).
Harun mengungkapkan hasil yang diraih para siswa dari sekolah penyelenggara UASBN ini membuktikan jika prestasi tidak lagi didominasi siswa perkotaan. Tapi pendidikan di daerah sudah merata sehingga mampu meraih hasil yang positif.
"Ini semua diraih berkat kerja keras semua pihak mulai, guru pendidik, sekolah hingga orang tua wali murid. Dan tidak lepas dari keinginan kita semua untuk membuat pendidikan menjadi rata," ungkapnya.
Berikut nama dan nilai serta asal sekolah peraih peringkat untuk SD negeri dan swasta di Jatim:
1. Retno Try Lestari asal SDN Sukabumi 4 Kota Probolinggo dengan nilai 28,95
2. Avis Sugianto asal SDN Kacangcankring, Gresik dengan nilai 28,95
3. Maulidah Izzatul Amin asal SD Islam Qurrota A'yun, Tulungagung dengan nilai 28,95
4. Nancy Amelia Rosa asal SDN Jember Lor 01, Jember dengan nilai 28,95
5. Devina Tharifah Arsari asal SDN Mojosari II, Kabupaten Mojokerto dengan nilai 28,90
Dan berikut nama dan nilai serta asal sekolah peraih peringkat untuk MI negeri dan swasta di Jatim:
1. Maurish Sofie R Batita asal MIN Malang I, Kota Malang dengan nilai 28,65
2. Adela Oktavia Islami asal MI Mi’rojul Ulum, Kabupaten Mojokerto dengan nilai 28,50
3. Nurrochmah Soviani asal MI Mi’rojul Ulum, Kabupaten Mojokerto dengan nilai 28,50
4. Shobirotul Ilmi asal MI Mi’rojul Ulum, Kabupaten Mojokerto dengan nilai 28,50
5. Willy Martavora Ch asal MI Mi’rojul Ulum, Kabupaten Mojokerto dengan nilai 28,50
(ze/wln)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
SEORANG PRESIDEN


KEHIDUPAN SEORANG PRESIDEN ahmadinejad YANG BERSAHAJA
Sederhana sekali... Bisa kita Jadikan Suri Tauladan Untuk Diri Kita
Tuhan mencintai siapa yang merendah dalam kehidupan pribadinya!
TV Fox (AS) menanyakan pada Presiden Iran Ahmedi Najad; "Saat anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada diri anda?"
Jawabnya: "Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya: "Ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran "
Berikut adalah bagaimana penyiar menggambarkan dirinya.
Ahmedi Najad, adalah presiden Iran yang membuat orang ternganga, karena pada saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan Ia menyumbangkan seluruh karpet Iran Istana yang sangat tinggi nilai maupun harganya itu kepada masjid2 di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.
Ia mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP, lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menanyakan pada protokoler untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive.
Di banyak kesempatan ia bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.
Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri2 nya untuk datang kepadanya dan menteri2 tsb akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan2 darinya, arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri2nya untuk tetap hidup sederhana dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi, sehingga pada saat menteri2 tsb berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.
Langkah pertamanya adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977, sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran. Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu2nya uang masuk adalah uang gaji bulanannya.
Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US$ 250.
Sebagai tambahan informasi, Presiden masih tinggal di rumahnya. Hanya itulah yang dimilikinya seorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis, belum lagi secara minyak dan pertahanan.
Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.
Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yg selalu dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan; roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira, ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.
Hal lain yang ia ubah adalah kebijakan Pesawat Terbang Kepresidenan, ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat dan untuk dirinya, ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.
Ia kerap mengadakan rapat dengan menteri2 nya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan efisiensi yang sdh dilakukan, dan ia memotong protokoler istana sehingga menteri2 nya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada hambatan. Ia juga menghentikan kebiasaan upacara2 seperti karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi, atau hal2 spt itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya.
Saat harus menginap di hotel, ia meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yg tidak terlalu besar karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut.
Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi presiden?
Lihat foto2 berikut yang menegaskan penjelasan di atas.
Presiden Iran tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawal2nya yg selalu mengikuti kemanapun ia pergi. Menurut koran Wifaq, foto2 yg diambil oleh adiknya tersebut, kemudian dipulikasikan oleh media masa di seluruh dunia, termasuk amerika.
Sepanjang sholat, anda dapat melihat bahwa ia tidak duduk di baris paling muka
Dan foto terakhir memperlihatkan ruang makan dimana presiden sedang menikmati makanannya.
Sabtu, 05 Juni 2010
Pencemaran
Menurut Peraturan Pemerintah RI No. 150 tahun 2000 tentang Pengendalian kerusakan tanah untuk produksi bio massa: “Tanah adalah salah atu komponen lahan berupa lapisan teratas kerak bumi yang terdiri dari bahan mineral dan bahan organik serta mempunyai sifat fisik, kimia, biologi, dan mempunyai kemampuan menunjang kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.”
Tetapi akibat kegiatan manusia, banyak terjadi kerusakan tanah. Di dalam PP No. 150 th. 2000 disebutkan bahwa “Kerusakan / pencemaran tanah untuk produksi biomassa adalah berubahnya sifat dasar tanah yang melampaui kriteria baku kerusakan tanah”.
Dalam rubrik ini kita akan melihat beberapa hal tentang; penyebab pencemaran tanah, dampaknya, dan cara penanggulangannya.
Penyebab Pencemaran Tanah
Tanah adalah bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Kita ketahui rantai makanan bermula dari tumbuhan. Manusia, hewan hidup dari tumbuhan. sebagian besar makanan kita berasal dari permukaan tanah, walaupun memang ada tumbuhan dan hewan yang hidup di laut. Sudah sepatutnya kita menjaga kelestarian tanah sehingga bisa mendukung kehidupan di muka bumi ini. Sebagaimana pencemaran air dan udara, pencemaran tanah pun merupakan akibat kegiatan manusia.
Pencemaran tanah bisa disebabkan limbah domestik, limbah industri, dan limbah pertanian .
Limbah domestik
Limbah domestik yang bisa menyebabkan pencemaran tanah bisa berasal dari daerah: pemukiman penduduk; perdagang-an/pasar/tempat usaha hotel dan lain-lain; kelembagaan misalnya kantor-kantor pemerintahan dan swasta; dan wisata, bisa berupa limbah padat dan cair.
1. Limbah padat berbentuk sampah anorganik. Jenis sampah ini tidak bisa diuraikan oleh mikroorganisme (non-biodegradable), misalnya kantong plastik, bekas kaleng minuman, bekas botol plastik air mineral, dsb.
2. Limbah cair berbentuk; tinja, deterjen, oli, cat, jika meresap kedalam tanah akan merusak kandungan air tanah dan bisa membunuh mikro-organisme di dalam tanah.
Limbah industri
Limbah industri yang bisa menyebabkan pencemaran tanah berasal dari daerah: pabrik, manufaktur, industri kecil, industri perumahan, bisa berupa limbah padat dan cair.
1. Limbah industri yang padat atau limbah padat yang adalah hasil buangan industri berupa padatan, lumpur, bubur yang berasal dari proses pengolahan. Misalnya sisa pengolahan pabrik gula, pulp, kertas, rayon, plywood, pengawetan buah, ikan daging dll.
2. Limbah cair yang adalah hasil pengolahan dalam suatu proses produksi, misalnya sisa-sisa pengolahan industri pelapisan logam dan industri kimia lainnya. Tembaga, timbal, perak, khrom, arsen dan boron adalah zat hasil dari proses industri pelapisan logam
Limbah pertanian
Limbah pertanian yang bisa menyebabkan pencemaran tanah merupakan sisa-sisa pupuk sintetik untuk menyuburkan tanah/tanaman, misalnya pupuk urea, pestisida pemberantas hama tanaman, misalnya DDT.
Dampak Pencemaran Tanah
Timbunan sampah yang berasal dari limbah domestik dapat mengganggu/ mencemari karena: lindi (air sampah), bau dan estetika. Timbunan sampah juga menutupi permukaan tanah sehingga tanah tidak bisa dimanfaatkan.
Timbunan sampah bisa menghasilkan gas nitrogen dan asam sulfida, adanya zat mercury, chrom dan arsen pada timbunan sampah bisa timbulkan pencemaran tanah / gangguan terhadap bio tanah, tumbuhan, merusak struktur permukaan dan tekstur tanah. Limbah lainnya adalah oksida logam, baik yang terlarut maupun tidak menjadi racun di permukaan tanah.
Yang menyebabkan lapisan tanah tidak dapat ditembus oleh akar tanaman dan tidak tembus air adalah Sampah anorganik tidak ter-biodegradasi, sehingga peresapan air dan mineral yang dapat menyuburkan tanah hilang dan jumlah mikroorganisme di dalam tanahpun akan berkurang, oleh sebab itu tanaman sulit tumbuh dan bahkan mati sebab tidak mendapatkan makanan untuk berkembang.
Tinja, deterjen, oli bekas, cat, adalah limbah cair rumah tangga; peresapannya kedalam tanah akan merusak kandungan air tanah dan zat kimia yang terkandung di dalamnya dapat membunuh mikro-organisme di dalam tanah, inilah salah satunya yang disebutkan sebagai pencemaran tanah.
Padatan, lumpur, bubur yang berasal dari proses pengolahan adalah limbah padat hasil buangan industri. Adanya reaksi kimia yang menghasilkan gas tertentu menyebabkan penimbunan limbah padat ini busuk yang selain menyebabkan pencemaran tanah juga menimbulkan bau di sekitarnya karena .
Tertimbunnya limbah ini dalam jangka waktu lama menyebabkan permukaan tanah menjadi rusak dan air yang meresap ke dalam tanah terkontaminasi bakteri tertentu dan berakibat turunnya kualitas air tanah pada musim kemarau oleh karena telah terjadinya pencemaran tanah. Timbunan yang mengering akan dapat mengundang bahaya kebakaran.
Sisa hasil industri pelapisan logam yang mengandung zat-zat seperti tembaga, timbal, perak,khrom, arsen dan boron adalah limbah cair yang sangat beracun terhadap mikroorganisme. Peresapannya ke dalam tanah akan mengakibatkan kematian bagi mikroorganisme yang memiliki fungsi sangat penting terhadap kesuburan tanah dan dalam hal ini pun menyebabkan pencemaran tanah.
Pupuk yang digunakan secara terus menerus dalam pertanian akan merusak struktur tanah, yang menyebabkan kesuburan tanah berkurang dan tidak dapat ditanami jenis tanaman tertentu karena hara tanah semakin berkurang. Dalam kondisi ini tanpa disadari justru pupuk juga mengakibatkan pencemaran tanah.
Pestisida yang digunakan bukan saja mematikan hama tanaman tetapi juga mikroorga-nisme yang berguna di dalam tanah. Padahal kesuburan tanah tergantung pada jumlah organisme di dalamnya. Selain pencemaran tanah penggunaan pestisida yang terus menerus akan mengakibatkan hama tanaman kebal terhadap pestisida tersebut.
Cara Menanggulangi Pencemaran Tanah
Penanganan khusus terhadap limbah domestik yang berjumlah sangat banyak diperlukan agar tidak mencemari tanah. Pertama sampah tersebut kita pisahkan ke dalam sampah organik yang dapat diuraikan oleh mikroorganisme (biodegradable) dan sampah yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme (nonbiodegradable). Akan sangat baik jika setiap rumah tangga bisa memisahkan sampah atau limbah atas dua bagian yakni organik dan anorganik dalam dua wadah berbeda sebelum diangkut ketempat pembuangan akhir.
Sampah organik yang terbiodegradasi bisa diolah, misalnya dijadikan bahan urukan, kemudian kita tutup dengan tanah sehingga terdapat permukaan tanah yang dapat kita pakai lagi; dibuat kompos; khusus kotoran hewan dapat dibuat biogas dll sehingga dalam hal ini bukan pencemaran tanah yang terjadi tetapi proses pembusukan organik yang alami.
Sampah anorganik yang tidak dapat diurai oleh mikroorganisme. Cara penanganan yang terbaik dengan daur ulang. Kurangilah penggunaan pupuk sintetik dan berbagai bahan kimia untuk pemberantasan hama seperti pestisida.
Limbah industri harus diolah dalam pengolahan limbah, sebelum dibuang kesungai atau kelaut.
Kurangilah penggunaan bahan-bahan yang tidak bisa diuraikan oleh mikroorganisme (nonbiodegradable). Salah satu contohnya adalah dengan mengganti plastik sebagai bahan kemasan/pembungkus dengan bahan yang ramah lingkungan seperti dengan daun pisang atau daun jati.
Penutup
Kekayaan kita sebagian besarnya diperoleh dari tanah. Kehidupan di bumi ini sangat bergantung pada tanah. Tumbuhan memperoleh air dan mineral dari tanah. Makanan yang kita peroleh dan hewan bergantung pada tumbuhan. Jadi makanan kita sebenarnya berasal dari tanah.
Bahan bahan yang kita perlukan dalam memenuhi kebutuhan dapat diperoleh dari tanah. Karenanya mari kita menghindari pencemaran tanah bersama-sama menjaga kelestariannya, demi kelangsungan anak, cucu kita dimasa datang.
Tetapi akibat kegiatan manusia, banyak terjadi kerusakan tanah. Di dalam PP No. 150 th. 2000 disebutkan bahwa “Kerusakan / pencemaran tanah untuk produksi biomassa adalah berubahnya sifat dasar tanah yang melampaui kriteria baku kerusakan tanah”.
Dalam rubrik ini kita akan melihat beberapa hal tentang; penyebab pencemaran tanah, dampaknya, dan cara penanggulangannya.
Penyebab Pencemaran Tanah
Tanah adalah bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Kita ketahui rantai makanan bermula dari tumbuhan. Manusia, hewan hidup dari tumbuhan. sebagian besar makanan kita berasal dari permukaan tanah, walaupun memang ada tumbuhan dan hewan yang hidup di laut. Sudah sepatutnya kita menjaga kelestarian tanah sehingga bisa mendukung kehidupan di muka bumi ini. Sebagaimana pencemaran air dan udara, pencemaran tanah pun merupakan akibat kegiatan manusia.
Pencemaran tanah bisa disebabkan limbah domestik, limbah industri, dan limbah pertanian .
Limbah domestik
Limbah domestik yang bisa menyebabkan pencemaran tanah bisa berasal dari daerah: pemukiman penduduk; perdagang-an/pasar/tempat usaha hotel dan lain-lain; kelembagaan misalnya kantor-kantor pemerintahan dan swasta; dan wisata, bisa berupa limbah padat dan cair.
1. Limbah padat berbentuk sampah anorganik. Jenis sampah ini tidak bisa diuraikan oleh mikroorganisme (non-biodegradable), misalnya kantong plastik, bekas kaleng minuman, bekas botol plastik air mineral, dsb.
2. Limbah cair berbentuk; tinja, deterjen, oli, cat, jika meresap kedalam tanah akan merusak kandungan air tanah dan bisa membunuh mikro-organisme di dalam tanah.
Limbah industri
Limbah industri yang bisa menyebabkan pencemaran tanah berasal dari daerah: pabrik, manufaktur, industri kecil, industri perumahan, bisa berupa limbah padat dan cair.
1. Limbah industri yang padat atau limbah padat yang adalah hasil buangan industri berupa padatan, lumpur, bubur yang berasal dari proses pengolahan. Misalnya sisa pengolahan pabrik gula, pulp, kertas, rayon, plywood, pengawetan buah, ikan daging dll.
2. Limbah cair yang adalah hasil pengolahan dalam suatu proses produksi, misalnya sisa-sisa pengolahan industri pelapisan logam dan industri kimia lainnya. Tembaga, timbal, perak, khrom, arsen dan boron adalah zat hasil dari proses industri pelapisan logam
Limbah pertanian
Limbah pertanian yang bisa menyebabkan pencemaran tanah merupakan sisa-sisa pupuk sintetik untuk menyuburkan tanah/tanaman, misalnya pupuk urea, pestisida pemberantas hama tanaman, misalnya DDT.
Dampak Pencemaran Tanah
Timbunan sampah yang berasal dari limbah domestik dapat mengganggu/ mencemari karena: lindi (air sampah), bau dan estetika. Timbunan sampah juga menutupi permukaan tanah sehingga tanah tidak bisa dimanfaatkan.
Timbunan sampah bisa menghasilkan gas nitrogen dan asam sulfida, adanya zat mercury, chrom dan arsen pada timbunan sampah bisa timbulkan pencemaran tanah / gangguan terhadap bio tanah, tumbuhan, merusak struktur permukaan dan tekstur tanah. Limbah lainnya adalah oksida logam, baik yang terlarut maupun tidak menjadi racun di permukaan tanah.
Yang menyebabkan lapisan tanah tidak dapat ditembus oleh akar tanaman dan tidak tembus air adalah Sampah anorganik tidak ter-biodegradasi, sehingga peresapan air dan mineral yang dapat menyuburkan tanah hilang dan jumlah mikroorganisme di dalam tanahpun akan berkurang, oleh sebab itu tanaman sulit tumbuh dan bahkan mati sebab tidak mendapatkan makanan untuk berkembang.
Tinja, deterjen, oli bekas, cat, adalah limbah cair rumah tangga; peresapannya kedalam tanah akan merusak kandungan air tanah dan zat kimia yang terkandung di dalamnya dapat membunuh mikro-organisme di dalam tanah, inilah salah satunya yang disebutkan sebagai pencemaran tanah.
Padatan, lumpur, bubur yang berasal dari proses pengolahan adalah limbah padat hasil buangan industri. Adanya reaksi kimia yang menghasilkan gas tertentu menyebabkan penimbunan limbah padat ini busuk yang selain menyebabkan pencemaran tanah juga menimbulkan bau di sekitarnya karena .
Tertimbunnya limbah ini dalam jangka waktu lama menyebabkan permukaan tanah menjadi rusak dan air yang meresap ke dalam tanah terkontaminasi bakteri tertentu dan berakibat turunnya kualitas air tanah pada musim kemarau oleh karena telah terjadinya pencemaran tanah. Timbunan yang mengering akan dapat mengundang bahaya kebakaran.
Sisa hasil industri pelapisan logam yang mengandung zat-zat seperti tembaga, timbal, perak,khrom, arsen dan boron adalah limbah cair yang sangat beracun terhadap mikroorganisme. Peresapannya ke dalam tanah akan mengakibatkan kematian bagi mikroorganisme yang memiliki fungsi sangat penting terhadap kesuburan tanah dan dalam hal ini pun menyebabkan pencemaran tanah.
Pupuk yang digunakan secara terus menerus dalam pertanian akan merusak struktur tanah, yang menyebabkan kesuburan tanah berkurang dan tidak dapat ditanami jenis tanaman tertentu karena hara tanah semakin berkurang. Dalam kondisi ini tanpa disadari justru pupuk juga mengakibatkan pencemaran tanah.
Pestisida yang digunakan bukan saja mematikan hama tanaman tetapi juga mikroorga-nisme yang berguna di dalam tanah. Padahal kesuburan tanah tergantung pada jumlah organisme di dalamnya. Selain pencemaran tanah penggunaan pestisida yang terus menerus akan mengakibatkan hama tanaman kebal terhadap pestisida tersebut.
Cara Menanggulangi Pencemaran Tanah
Penanganan khusus terhadap limbah domestik yang berjumlah sangat banyak diperlukan agar tidak mencemari tanah. Pertama sampah tersebut kita pisahkan ke dalam sampah organik yang dapat diuraikan oleh mikroorganisme (biodegradable) dan sampah yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme (nonbiodegradable). Akan sangat baik jika setiap rumah tangga bisa memisahkan sampah atau limbah atas dua bagian yakni organik dan anorganik dalam dua wadah berbeda sebelum diangkut ketempat pembuangan akhir.
Sampah organik yang terbiodegradasi bisa diolah, misalnya dijadikan bahan urukan, kemudian kita tutup dengan tanah sehingga terdapat permukaan tanah yang dapat kita pakai lagi; dibuat kompos; khusus kotoran hewan dapat dibuat biogas dll sehingga dalam hal ini bukan pencemaran tanah yang terjadi tetapi proses pembusukan organik yang alami.
Sampah anorganik yang tidak dapat diurai oleh mikroorganisme. Cara penanganan yang terbaik dengan daur ulang. Kurangilah penggunaan pupuk sintetik dan berbagai bahan kimia untuk pemberantasan hama seperti pestisida.
Limbah industri harus diolah dalam pengolahan limbah, sebelum dibuang kesungai atau kelaut.
Kurangilah penggunaan bahan-bahan yang tidak bisa diuraikan oleh mikroorganisme (nonbiodegradable). Salah satu contohnya adalah dengan mengganti plastik sebagai bahan kemasan/pembungkus dengan bahan yang ramah lingkungan seperti dengan daun pisang atau daun jati.
Penutup
Kekayaan kita sebagian besarnya diperoleh dari tanah. Kehidupan di bumi ini sangat bergantung pada tanah. Tumbuhan memperoleh air dan mineral dari tanah. Makanan yang kita peroleh dan hewan bergantung pada tumbuhan. Jadi makanan kita sebenarnya berasal dari tanah.
Bahan bahan yang kita perlukan dalam memenuhi kebutuhan dapat diperoleh dari tanah. Karenanya mari kita menghindari pencemaran tanah bersama-sama menjaga kelestariannya, demi kelangsungan anak, cucu kita dimasa datang.
Jumat, 04 Juni 2010
Protes mengenai lomba kartun Nabi Muhammad
Jakarta, KabariNews.com - Protes mengenai lomba kartun Nabi Muhammad yang dikeluarkan melalui jaringan sosial Facebook terus mendapat kecaman umat Muslim di seluruh dunia.
Dalam akun yang bertajuk "Everbody Draw Mohammed Day!" ini menginformasikan bahwa lomba karikatur tersebut akan dilangsungkan pada 20 Mei 2010.
"May 20th 2010 is draw Mohammed day! Help spread knowledge about this important day - invite your friends!" demikian informasi yang tertulis di akun yang mengadakan lomba kartun tersebut.
Hingga hari Kamis (20/5), jumlah orang yang telah bergabung dalam lomba tersebut sebanyak 40.480 facebookers.
Melihat hal ini, umat Muslim di seluruh dunia terus melancarkan portes kerasnya terhadap pengelola jaringan sosial Facebook. Mereka meminta agar akun tersebut ditutup karena bersifat provokatif dan akan memiliki banyak dampak negatif.
Sementara itu, di Tanah Air sendiri gelombang protes terhadap perlombaan kartun Nabi yang menyakiti umat Islam ini terus bermunculan.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama akan melayangkan surat protes kepada penyelenggara lomba dan juga kepada pengelola Facebook untuk menutup lomba tersebut.
Dalam keterangannya, Menteri Agama Republik Indonesia, Suryadharma Ali, menegaskan bahwa akan mencari data mengenai siapa yang memprakarsai lomba tersebut dan akan mengajukan protes.
"Kita dapat protes keras terhadap lomba tersebut. Setelah diketahui datanya, apakan ini diprakarsai oleh perorangan atau kelompok,"ujarnya, Rabu (19/5).
Ia juga menambahkan bahwa perlombaan yang disebarkan melalui jaringan sosial Facebook tersebut merupakan salah satu pelecehan terhadap agama Islam.
Ditempat terpisah, Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Tifatul Sembiring juga menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia akan segera mengambil langkah tegas terhadap perlombaan karikatur tersebut.
"Kita akan segera mengirimkan surat kepada pengelola Facebook itu, karena ini ada di luar negeri," ucapnya.
Tifatul juga menjelaskan bahwa Pemerintah Indonesia tidak dapat menutup jejaring sosial grup tersebut, karena itu dapat berakibat tertutupnya seluruh kanal untuk situs Facebook.
Ia juga menambahkan, bahwa perlombaan tersebut hanyalah bertujuan memecah belah kerukunan umat beragama, khususnya di Indonesia.
Untuk share artikel ini klik www.KabariNews.com/?34946
Dalam akun yang bertajuk "Everbody Draw Mohammed Day!" ini menginformasikan bahwa lomba karikatur tersebut akan dilangsungkan pada 20 Mei 2010.
"May 20th 2010 is draw Mohammed day! Help spread knowledge about this important day - invite your friends!" demikian informasi yang tertulis di akun yang mengadakan lomba kartun tersebut.
Hingga hari Kamis (20/5), jumlah orang yang telah bergabung dalam lomba tersebut sebanyak 40.480 facebookers.
Melihat hal ini, umat Muslim di seluruh dunia terus melancarkan portes kerasnya terhadap pengelola jaringan sosial Facebook. Mereka meminta agar akun tersebut ditutup karena bersifat provokatif dan akan memiliki banyak dampak negatif.
Sementara itu, di Tanah Air sendiri gelombang protes terhadap perlombaan kartun Nabi yang menyakiti umat Islam ini terus bermunculan.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama akan melayangkan surat protes kepada penyelenggara lomba dan juga kepada pengelola Facebook untuk menutup lomba tersebut.
Dalam keterangannya, Menteri Agama Republik Indonesia, Suryadharma Ali, menegaskan bahwa akan mencari data mengenai siapa yang memprakarsai lomba tersebut dan akan mengajukan protes.
"Kita dapat protes keras terhadap lomba tersebut. Setelah diketahui datanya, apakan ini diprakarsai oleh perorangan atau kelompok,"ujarnya, Rabu (19/5).
Ia juga menambahkan bahwa perlombaan yang disebarkan melalui jaringan sosial Facebook tersebut merupakan salah satu pelecehan terhadap agama Islam.
Ditempat terpisah, Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Tifatul Sembiring juga menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia akan segera mengambil langkah tegas terhadap perlombaan karikatur tersebut.
"Kita akan segera mengirimkan surat kepada pengelola Facebook itu, karena ini ada di luar negeri," ucapnya.
Tifatul juga menjelaskan bahwa Pemerintah Indonesia tidak dapat menutup jejaring sosial grup tersebut, karena itu dapat berakibat tertutupnya seluruh kanal untuk situs Facebook.
Ia juga menambahkan, bahwa perlombaan tersebut hanyalah bertujuan memecah belah kerukunan umat beragama, khususnya di Indonesia.
Untuk share artikel ini klik www.KabariNews.com/?34946
Kamis, 03 Juni 2010
Kemampuan membaca dan menulis
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
1. IDENTIFIKASI MASALAH
Kemampuan membaca dan menulis merupakan bagian kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh siswa. Oleh karena itu kemampuan membaca dan menulis perlu mendapat perhatian besar dari guru, terutama guru-guru yang mengajar di kelas rendah. Mengajarkan kemampuan membaca dan menulis pada anak-anak kelas awal yang masih berada dalam usia bermain dan belum memungkinkan anak pada suasana yang serius dan situasi pembelajaran yang formal tentu banyak mengalami kesulitan.
Proses kegiatan belajar mengajar sudah berjalan kurang lebih enam minggu, namun kemampuan membaca dan menulis siswa kelas I masih rendah. Dari 30 siswa yang mampu membaca lancar dan menulis dengan benar ada 20%, yang lain masih mengeja dan belum lancar membaca bahkan ada yang belum hafal huruf.
Rendahnya kemampuan siswa dalam membaca dan menulis menyebabkan rendah pula kemampuan siswa dalam memahami materi pelajaran serta mempunyai dampak yang buruk terhadap perkembangan kemampuan siswa dalam memahami materi mata pelajaran-mata pelajaran yang lain.
Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca dan menulis siswa kelas I di SDN Kapasari I dengan melaksanakan perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas selain untuk perbaikan pembelajaran juga ditujukan untuk memenuhi tugas dalam mata kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional (PGSD 4412) pada Program S 1 PGSD.
Laporan ini disusun berdasarkan catatan yang dibuat ketika merancang kegiatan perbaikan serta selama kegiatan pelaksanaan observasi dan diskusi pelaksanaan perbaikan yang dilakukan dalam tiga siklus.
2. ANALISIS MASALAH
Kegiatan belajar mengajar sudah berjalan kurang lebih enam minggu, kemampuan membaca dan menulis siswa kelas I masih rendah. Dari 30 siswa kelas I SDN Kapasari I/292 yang mampu membaca lancar dan menulis dengan benar 20%, siswa yang belum hafal huruf 10%, dan yang lain masih mengeja dan belum lancar membaca dan menulis dengan benar.
Dilihat dari penilaian kemampuan membaca di atas maka sangat mempengaruhi siswa dalam memahami materi mata pelajaran Bahasa Indonesia dan mata pelajaran-mata pelajaran yang lain.
Permasalahan rendahnya kemampuan membaca dan menulis di SDN Kapasari I disebabkan kemungkinan faktor lingkungan keluarga (orang tua tidak bisa membaca), kurang terampilnya guru dalam pembelajaran, atau faktor diri siswa yang mempunyai intelegensi kurang.
Berdasarkan hal tersebut, peneliti minta bantuan observer untuk mengidentifikasi kekurangan dari pembelajaran yang dilaksanakan. Dari hasil observasi dan diskusi yang dilakukan terungkap beberapa masalah dalam pembelajaran, yaitu:
1. rendahnya kemampuan siswa dalam membaca dan menulis
2. kegiatan pembelajaran yang kurang bervariasi
3. kurang perhatian siswa ketika pembelajaran berlangsung
4. kurangnya media pembelajaran yang tepat
Dari beberapa masalah tersebut yang harus diperbaiki adalah bagaimana kegiatan pembelajaran membaca dan menulis menjadi menyenangkan dengan metode Al Barqy Bahasa Indonesia dan siswa dapat menggali potensi yang ada pada dirinya?
B. RUMUSAN MASALAH
Permasalahan yang diteliti dalam perbaikan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas ini adalah:
1. Apakah kegiatan pembelajaran yang bervariasi dengan menggunakan metode Al Barqy Bahasa Indonesia dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan?
2. Bagaimanakah aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan metode Al Barqy Bahasa Indonesia?
3. Apakah kemampuan siswa dalam membaca dan menulis dapat meningkat dengan menggunakan metode Al Barqy Bahasa Indonesia?
C. TUJUAN PENELITIAN
Sesuai dengan permasalahan di atas penelitian ini bertujuan:
1. Untuk mengetahui apakah penyusunan kegiatan pembelajaran yang bervariasi dengan metode Al Barqy Bahasa Indonesia dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan
2. untuk mengetahui bagaimana aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan metode Al Barqy Bahasa Indonesia dapat meningkatkan kemampuan membaca dan menulis permulaan siswa kelas I SDN Kapasari I.
3. untuk mengetahui apakah kemampuan siswa akan meningkat dengan menggunakan metode Al Barqy Bahasa Indonesia.
D. HIPOTESIS TINDAKAN
Hipotesis Tindakan dalam perbaikan pembelajaran ini adalah:
1. Kegiatan pembelajaran yang bervariasi dengan menggunakan metode Al Barqy Bahasa Indonesia akan tercipta suasana pembelajaran yang menyenangkan
2. Aktivitas siswa akan meningkat dengan kegiatan merangkai suku kata dan kata dalam kerja sama kelompok
3. Kemampuan membaca dan menulis siswa akan meningkat dengan menggunakan metode Al Barqy Bahasa Indonesia
D. MANFAAT HASIL PENELITIAN
Hasil penelitian ini sangat bermanfaat dan berkonstribusi bagi
• Guru sebagai peneliti, untuk meningkatkan kinerja dalam mengembangkan perbaikan pembelajaran Bahasa Indonesia terutama kemampuan membaca dan menulis permulaan, dan meningkatkan kemampuan profesional dalam melakukan refleksi terhadap proses dan hasil pembelajaran bagi upaya-upaya perbaikan pembelajaran selanjutnya, berdasarkan prosedur PTK.
• Institusi/sekolah, sebagai bahan rujukan bagi para sejawat guru di sekolah untuk melakukan upaya-upaya perbaikan pembelajaran di sekolah.
• Pendidikan secara umum, sebagai bahan rujukan empiris bagi setiap upaya perbaikan dan peningkatan kualitas pendidikan pada satuan Sekolah Dasar.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Bahasa Indonesia
Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional siswa dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi. Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan siswa untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesusasastraan.
Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia merupakan kualifikasi kemampuan minimal siswa yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, keterampilan berbahasa, dan sikap positif terhadap bahasa dan sasta Indonesia.
Mata pelajaran Bahasa Indonesia bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut:
1. Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulis
2. Menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara
3. Memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan
4. Menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan intelektual, serta kematangan emosional dan sosial
5. Menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus budi pekerti, serta untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa
6. Menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah biudaya dan intelektual manusia Indonesia.
Ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Indonesia mencakup empat komponen keterampilan berbahasa, yakni keterampilan menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Pemerolehan keempat keterampilan berbahasa tersebut bersifat hierarkis. Artinya, pemerolehan keterampilan berbahasa yang satu akan mendasari kemampuan lainnya.
Peranan guru dalam proses belajar mengajar bahasa Indonesia dituntut guru yang berkualitas tinggai, kreatif, dan penuh dedikasi. Peranan guru (dalam dalam proses belajar mengajar (Tarigan, 2006:3.10) adalah sebagai berikut:
1. Informator : sumber informasi, penyampai informasi berupa ilmu dan
pengetahuan umum
2. Organisator : pengelola kegiatan belajar mengajar
3. Konduktor : menjaga dan mengatur keserasian kegiatan proses belajar
mengajar ke sasaran yang telah ditetapkan
4. Katalisator : pengantar kegiatan ke arah tujuan
5. Pengarah : mengarahkan semua kegiatan proses belajar mengajar ke
tujuan intruksional
6. Inisiator : pengambil inisiatif pertama sehingga muncul gairah kerja
7. Moderator : pengantar siswa ke arah masalah
8. Transmiter : penyebar ide, ilmu, peraturan, kebijakan pimpinan dan
lain-lain
9. Fasilitator : pemberi kemudahan belajar bagi siswa
10. Evaluator : penilai kegiatan proses belajar mengajar
teristimewa prestasi belajar siswa
B. Pembelajaran Membaca dan Menulis Permulaan
Dua jenis keterampilan berbahasa pertama, yakni menyimak dan berbicara diperoleh seseorang untuk pertama kalinya di lingkungan rumah. Dua keterampilan berikutnya, yakni membaca dan menulis diperoleh seseorang setelah mereka memasuki usia sekolah. Keterampilan membaca dan menulis merupakan sajian pembelajara utama dan pertama bagi murid-murid sekolah dasar di kelas awal.
Keterampilan menulis merupakan kemampuan untuk menuangkan gagasan atau perasaan dalam bentuk tulisan. Prinsip-prinsip kemampuan menulis permulaan (Depdikbud:12-13) adalah (1) Prinsip penggunaan tanda atau simbol, yakni guru memberikan kesempatan pada siswa untuk latihan kelenturan motorik halus dan memperhatikan cara anak memegang alat tulis dan menuliskan pada kertas atau papan tulis; (2) Prinsi pengulangan, yakni mengulang berbagai simbol dan tulisan kepada anak sehingga anak mengenal dengan cermat antara gambar dan tulisannya; (3) Prinsip keluwesan, yakni dengan menyajikan berbagai variasi tulisan sehingga anak secara bebas mengekspresikan berbagai tulisan; (4) Prinsip pengungkapan, yakni memberi kesempatan pada anak untuk mengungkapkan pengalamannya berkaitan dengantulisan yang telah dibuatnya; (5) Prinsip mencontoh, yakni anak diberi kesempatan mengulang berbagai contoh tulisan atau kata kata dengan menggunakan konteks yang sama; (6) Prinsip penguatan, yakni memberi pujian atau penghargaan terhadap tulisan anak. Oleh karena itu, potensi kemampuan berbahas anak dapat dibina melalui berbagai cara dengan memperhatikan beberapa prinsip pengembangannya.
Kemampuan membaca merupakan kemampuan untuk memahami informasi yang tertulis. Kemampuan membaca pada anak berlangsung melalui beberapa tahap, yakni (1) Tahap fantasi, anak belajar menggunakan buku,melihat, membolak-balikkan buku, dan suka membawa buku yang dia suka; (2) Tahap pembentukan konsep diri, anak mulai melibatkan diri dalam kegiatan membaca, pura-pura membaca, memberi makna pada gambar; (3) Tahap membaca gambar, anak mulai dapat mengungkapkan kata-kata yang memiliki makna dengan dirinya, mengulang kembali cerita yang tertulis, dan sudah mengenal abjad; (4) Tahap pengenalan bacaan, anak mulai mengingat kembali cetakan pada konteksnya, berusaha mengenal tanda-tanda pada lingkungan, membaca berbagai tanda seperti kotak susu, pasta gigi, atau papan iklan; (5) Tahap membaca lancar, anak dapat membaca berbagai jenis buku, menyusun pengertian dari tanda, pengalaman dan isyarat yang dikenalnya (Depdikbud, 2000: 7-8).
Pembelajaran di sekolah bukan dimaksudkan untuk membentuk potensi anak karena pada dasarnya potensi sudah ada pada diri anak. Kegiatan pembelajaran dilakukan untuk memfasilitasi dan mengoptimalkan potensi yang ada pada diri anak sehingga dapat berkembang dengan baik. Menurut pandangan filsafat konstruktivisme bahwa sejak lahir anak memiliki potensi-potensi dalam dirinya yang unik dan menjadi karakteristik dirinya sebagai individu (Slaviin,1994:225).
C. Metode Al Barqy Bahasa Indonesia
Metode Al Barqy adalah metode pengajaran baca tulis Al Quran yang menggunakan metode yang sedang dikembangkan oleh berbagai ahli dalam pengajaran baca tulis dalam berbagai bahasa yaitu yang dikenal dengan pendekatan global atau Gestald Psychologie yang bersifat Analitik Sintetik yang juga dikenal dengan nama Struktural Analitik Sintetik (SAS).
Metode Al Barqy oleh penulis yakni Muhadjir Sulthon juga menyusun buku dalam pengajaran baca tulis bahasa Indonesia dengan nama “Aku Cepat Membaca” agar anak-anak dapat membaca dan menulis sedini mungkin. Buku ini menggunakan metode yang sesuai dengan tingkat perkembangan kejiwaan anak, sehingga tidak membebani dan mengurangi sifat riang gembira anak-anak. Bahkan mendorong pertumbuhan kreatifitas anak
Tiap-tiap metode harus memenuhi tiga hal, yaitu: Pendekatan, sistem dan teknik. Metode Al Barqy menggunakan metode Kata Lembaga sebagai kata kunci yang harus dihafal dengan pendekatan global dan bersifat analitik sintetik.
Metode Al Barqy menggunakan empat kata lembaga dan tiap kata lembaga terdiri dari empat suku kata, yaitu:
1. a - da - ra - ja
2. ma – ha - ka – ya
3. ka - ta - wa - na
4. sa - ma - la - ba
Tiap-tiap kata lembaga memiliki arti, sehingga mudah dipahami dan dihafal, yang kemudian dapat digunakan kunci rujukan pada saat anak lupa.
Kata lembaga dengan pendekatan global sebenarnya telah dimiliki oleh nenek moyang kita yang dapat digali. Yaitu dalam mengajarkan huruf jawa yang juga memiliki fonem sempurna. Kata lembaga tersebut adalah:
1. ha - na - ca - ra - ka
2. da - ta - sa - wa - la
3. pa - da - ja - ya - nya
4. ma - ga - ba - ta - nga
Metode Al Barqy menggunakan sistem sebagai berikut:
Pertama : Pengamatan sebuah struktur kata/kalimat
Kedua : Pemisahan
Ketiga : Pemilihan
Keempat : Pemaduan
Teknik metode Al Barqy menggunakan teknik penyajian sebagai berikut:
a. Konsentrasi menggunakan titian ingatan (untuk mengingat sewaktu lupa)
b. Mengadakan pengelompokan bunyi untuk mengenal/pindah dari huruf yang dikenal ke huruf yang sulit (transfer)
c. Menggunakan pengenalan dengan titian unta (urutan yang mengarah) dalam mengajarkan huruf mati.
Metode ini sifatnya bukan mengajar, tetapi hanya mendorong, guru hanya tutwuri handyani. Murid dianggap sudah memiliki persiapan dengan pengetahuan tersedia. Murid membuka buku atau melihat alat peraga tidak dalam keadaan kosong. Karena sudah punya persiapan, maka murid tinggal membaca sendiri, memisah sendiri, memilih sendiri, dan memadu sendiri (Muhadjir Sulthon,1999:vi).
Metode ini sesuai dengan teori konstruktivisme (Slavin, 1994:227-236) memandang bahwa pembelajaran dilakukan dengan menggunakan prinsip-prinsip sebagai berikut:
1. Belajar untuk menemukan sendiri
2. Belajar untuk berpikir kritis
3. Belajar untuk menyeleksi materi yang diterimanya secara tepat
4. Belajar ekspositori
5. Scaffolding
Jadi untuk mengembangkan potensi anak melalui pembelajaran yang menyenangkan, tidak memaksa, dan sesuai dengan kompetensi dasar yang dimiliki oleh anak.
BAB III
PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN
A. Subjek Penelitian
Penelitian untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dilaksanakan di kelas I SDN Kapasari I/292 Kecamatan Genteng Kota Surabaya, melibatkan sebanyak 31 oranng siswa sebagai subjek penelitian, terdiri dari 18 orang siswa laki-laki dan 13 orang siswa perempuan. Rata-rata usia mereka tujuh tahun, sebagian besar dari mereka dari keluarga ekonomi lemah dan kurang bisa baca tulis, serta tingkat kemampuan/prestasi belajar mereka rata-rata sedang.
Penelitian dialaksanakan berdasarkan jadwal pelajaran sekolah dari tanggal 15 Oktober 2007 sampai dengan 5 Nopember 2007, dengan jadwal pelaksanaan perbaikan pembelajaran sebagai berikut:
Siklus Hari, Tanggal Waktu
I Rabu, 24 – 10 – 2007 08.15 – 09.15
II Jum’at, 26 – 10 – 2007 08.15 – 09.15
III Rabu, 31 – 10 – 2007 08.15 – 09.15
B. Deskripsi per Siklus
Prosedur penelitian yang dilakukan adalah model putaran-putaran (siklus-siklus) Kemmis dan Mc Taggart (1998) setelah terlebih dahulu diperoleh permasalahan utama peningkatan pembelajaran Bahasa Indonesia dan alternatif pemecahannya. Penelitian ini dilakukan dalam tiga siklus dan dalam tiap siklus perbaikan pembelajaran dilaksanakan seperti bagan berikut:
Prosedur penelitian dengan alur atau tahapan (perencanaan, tindakan, observasi, refleksi) disajikan dalam tiga siklus sebagai berikut:
1. Pelaksanaan Perbaikan Siklus I
a. Perencanaan
Dalam penemuan masalah siswa kelas I SDN Kapasari I kemampuan membaca dan menulis sangat rendah, kurangnya perhatian siswa ketika pembelajaran berlangsung. Maka perencanaan perbaikan meliputi:
1. Menyusun skenario perbaikan pembelajaran berupa:
a. Penyusunan indikator keberhasilan
b. Penyusunan kegiatan pembelajaran yang bervariasi dengan menggunakan alat peraga metode Albarqy Bahasa Indonesia dan media pembelajaran.
2. Instrumen Penelitian: mempersiapkan lembar observasi pengamatan teman sejawat, lembar kerja siswa, lembar penilaian
3. Kriteria dan idikator ketercapaian perbaikan pembelajaran diharapkan 70% siswa kelas I SDN Kapasari I kemampuan membaca dan menulis meningkat
b. Pelaksanaan
Pelaksanaan perbaikan pembelajaran dilakukan oleh guru dengan melakukan pembelajaran di kelas sesuai dengan perencanaan yang telah disusun.
Dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran, guru dibantu oleh observer yang mengamati jalannya pelaksanaan pembelajaran.
Adapun perbaikan pembelajaran yang akan dilaksanakan sebagai berikut:
1. Memotivasi siswa dengan mengajak menyanyi
2. Mengucapkan kata lembaga dengan berulang-ulang
3. Tiap anak merangkai kata-kata lembaga dengan kartu suku kata
4. Melaporkan hasil merangkai kata dari kartu suku kata
5. Menuliskan kembali kata-kata yang ditemukan di lembar kerja
c. Pengumpulan Data (observasi)
Kegiatan pengumpulan data dilakukan bersamaan dilakukannya proses perbaikan pembelajaran oleh guru dan diamati observer dengan menggunakan langkah-langkah pembelajaran metode Al Barqy Bahasa Indonesia yaitu dengan mengamati siswa dalam melafalkan bunyi kata-kata lembaga, mengamati pemahaman siswa dalam menemukan sendiri rangkaian kata, pengaruh perbaikan terhadap kemampuan siswa, pengaruh perbaikan terhadap aktivitas pembelajaran, efektivitas media pembelajaran, dan mengamati kendala-kendala yang muncul dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran.
d. Refleksi
Kegiatan refleksi dilakukan oleh guru dibantu oleh observer dengan melakukan analisis, interppretasi, dan mengevaluasi informasi yang diperoleh dari catatan hasil observasi dan analisis hasil pembelajaran. Dari hasil evaluasi perbaikan pembelajaran 70% siswa mengalami peningkatan dalam kemampuan membaca dan menulis dengan menemukan sendiri rangkaian kata dari kata-kata lembaga, membaca tanpa mengeja, dan menulis kata-kata dengan benar. Dalam kegiatan refleksi guru akan memperbaiki strategi perbaikan pembelajaran dan mengatasi kelemahan dan kendala-kendala yang terjadi pada siklus yang berikutnya.
2. Pelaksanaan Perbaikan Siklus II
a. Perencanaan
Dari hasil kegiatan refleksi siklus I, guru merencanakan perbaikan pembelajaran membaca dan menulis permulaan dengan meningkatkan kualitas membaca dan menulis yang lebih tinggi atau lebih luas. Kegiatan rencana perbaikan pembelajaran, yakni:
1. Menyusun skenario perbaikan pembelajaran, yaitu;
a. Penyusunan indikator keberhasilan dari kompetensi dasar
b. Penyusunan kegiatan pembelajaran dengan memadukan hasil refleksi siklus I agar siklus II lebih efektif
c. Persiapan media suku kata lembaga dengan huruf vokal i, u, e, dan o. Misalnya i di ri ji, u du ru ju, e de re je, o do ro jo dan pengenalan huruf mati
2. Mempersiapkan instrumen lembar observasi, lembar evaluasi, dan lembar penilaian siswa
3. Tingkat keberhasilan perbaikan pembelajaran siswa diharapkan lebih 70% dari 30 siswa mampu membaca dan menulis lebih lancar tanpa mengeja
b. Pelaksanaan
Dalam melaksanakan perbaikan pembelajaran guru dibantu observer untuk mengamati jalannya pembelajaran sesuai dengan perencanaan perbaikan pembelajaran yang telah disusun.
Pelaksanaan perbaikan pembelajaran adalah sebagai berikut:
1. Memberikan apersepsi untuk mengetahui kemampuan siswa dalam hal mengenali kata-kata lembaga dalam metode Al Barqy Bahasa Indonesia
2. Menjelaskan tujuan kegiatan perbaikan pembelajaran dan memberi informasi hasil dari perbaikan pembelajaran siklus I
3. Membentuk kelompok (6 kelompok @ 5anak) merangkai kata dan kalimat
4. Memberikan bantuan secukupnya pada masing-masing kelompok
5. Membacakan hasil diskusi
6. Membagikan lembar kerja untuk menggali kemampuan masing-masing siswa
7. Memberi tugas rumah
c. Pengumpulan Data (Observasi)
Bersamaan dengan dilakukannya perbaikan pembelajaran oleh guru, observer mengamati kegiatan pelaksanaan perbaikan pembelajaran. Pengumpulan data diperoleh dari:
• Mengamati perilaku siswa dalam menggunakan media kartu suku kata
• Memantau siswa dalam berdiskusi, kerja sama antarsiswa dalam kelompok
• Mengamati masing-masing siswa dalam kemampuan membaca dan menulis
d. Refleksi
Kegiatan refleksi dilakukan oleh guru dibantu observer dengan mencatat hasil observasi, mengevaluasi hasil observasi, menganalisis hasil pembelajaran. Setelah melakukan analisis, interpretasi, dan evaluasi perbaikan pembelajaran dapat menjelaskan tingkat kemampuan membaca dan menulis siswa meningkat lebih dari 70% dari 30 anak. Keberhasilan perbaikan pembelajaran pada siklus II tampak pada kemampuan siswa dalam merangkai suku kata menjadi kata, merangkai kata menjadi kalimat sederhana, membaca, dan menulis tanpa mengeja.
3. Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran Siklus III
a. Perencanaan
Dari hasil kegiatan refleksi siklus II, guru merencanakan perbaikan pembelajaran membaca dan menulis permulaan dengan meningkatkan kualitas membaca dan menulis dengan tingkatan yang lebih tinggi atau lebih sulit. Kegiatan rencana perbaikan pembelajaran, yakni:
1. Menyusun skenario perbaikan pembelajaran, yaitu;
a. Penyusunan indikator keberhasilan dari kompetensi dasar
b. Penyusunan kegiatan pembelajaran dengan memadukan hasil refleksi siklus II agar siklus III lebih efektif
c. Persiapan media buku cerita bergambar dan media gambar yang menuntut siswa menemukan sendiri kalimat sederhana yang sesuai dengan gambar yang ada sesuai dengan pengalamannya
2. Mempersiapkan instrumen lembar observasi, lembar evaluasi, dan lembar penilaian siswa
3. Tingkat keberhasilan perbaikan pembelajaran siswa diharapkan 80% dari 30 siswa mampu membaca dan menulis lebih lancar tanpa mengeja
b. Pelaksanaan
Dalam melaksanakan perbaikan pembelajaran guru dibantu observer untuk mengamati jalannya pembelajaran sesuai dengan perencanaan perbaikan pembelajaran yang telah disusun.
Pelaksanaan perbaikan pembelajaran adalah sebagai berikut:
1. Memberikan apersepsi untuk mengetahui kemampuan siswa dalam hal pembacaan dan penulisan kata dan kalimat sederhana
2. Menjelaskan tujuan kegiatan perbaikan pembelajaran dan memberi informasi hasil dari perbaikan pembelajaran siklus II
3. Membentuk kelompok (6 kelompok @ 5anak) merangkai kalimat sesuai dengan gambar dan pengalamannya
4. Memberikan bantuan secukupnya pada masing-masing kelompok
5. Masing-masing kelompok membacakan kalimat yang ditulis
6. Membagikan lembar kerja untuk menggali kemampuan membaca dan menulis masing-masing anak
7. Memberi tugas rumah
c. Pengumpulan Data (Observasi)
Bersamaan dengan dilakukannya perbaikan pembelajaran oleh guru, observer mengamati kegiatan pelaksanaan perbaikan pembelajaran. Pengumpulan data diperoleh dari:
• Mengamati perilaku siswa dalam menggunakan media kartu suku kata
• Memantau siswa dalam berdiskusi, kerja sama antarsiswa dalam kelompok
• Mengamati masing-masing siswa dalam kemampuan membaca dan menulis
d. Refleksi
Kegiatan refleksi dilakukan oleh guru dibantu observer dengan mencatat hasil observasi, mengevaluasi hasil observasi, menganalisis hasil pembelajaran. Setelah melakukan analisis, interpretasi, dan evaluasi perbaikan pembelajaran dapat menjelaskan tingkat kemampuan membaca dan menulis siswa meningkat 80% dari 31 anak. Keberhasilan perbaikan pembelajaran pada siklus III tampak pada kemampuan siswa dalam menulis kalimat menjadi cerita sederhana dan membaca dengan lancar tanpa mengeja.
BAB IV
METODE PENELITIAN
A. OBJEK TINDAKAN
Penelitian ini merupakan Kegiatan Perbaikan Pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas. Adapun jenis tindakan yang diteliti adalah sebagai berikut:
1. Minat siswa untuk menemukan sendiri
2. Keaktifan dan kerjasama siswa dalam kelompok
3. Peningkatan kemampuan siswa dalam membaca dan menulis
B. SETTING/SUBJEK PENELITIAN
Setting atau lokasi Perbaikan Pembelajaran ini adalah di SDN Kapasari I/292 Kecamatan Genteng kota Surabaya, kelas I, dengan jumlah siswa 30 anak. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, Tema Lingkungan, Standar Kompetensi Membaca dan Menulis Permulaan., Semester 1, Tahun Pelajaran 2007-2008.
C. METODE PENGUMPULAN DATA
Data yang dikumpulkan melalui catatan observasi dan hasil evaluasi yang dilakukan sejak awal penelitian perbaikan pembelajaran sampai dengan siklus III bersama teman sejawat.
Catatan observasi dipergunakan untuk mengetahui peningkatan aktivitas siswa dalam kelompok. Sedangkan hasil evaluasi dilakukan untuk mengukur peningkatan kemampuan/prestasi belajar siswa.
Pada bagian refleksi dilakukan analisis data mengenai proses perbaikan pembelajaran, masalah, dan hambatan yang dijumpai, kemudian dilanjutkan dengan refleksi dampak pelaksanaan tindakan yang dilaksanakan. Kegiatan refleksi adalah evaluasi terhadap keberhasilan dan pencapaian tujuan.
D. METODE ANALISA DATA
Data hasil observasi pembelajaran dianalisa bersama-sama dengan teman sejawat sebagai mitra kolaborasi, kemudian ditafsirkan berdasarkan kajian pustaka dan pengalaman guru. Sedangkan hasil belajar siswa (evaluasi) dianalisa berdasarkan ketentuan belajar siswa.
BAB V
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini diperoleh dari tindakan pada siklus I, siklus II, dan siklus III. Hasil penelitian diperoleh dari hasil tes dan hasil non tes. Hasil tes berupa hasil penilaian lembar evaluasi, Hasil non tes berupa pengamatan kerja kelompok.
Proses analisis data sebagai hasil penelitian meliputi peningkatan aktivitas
1. Hasil Penelitian Siklus I
Dalam proses pembelajaran siklus pertama pengenalan metode Al Barqy Bahasa Indonesia secara klasikal, kemudian dilanjutkan dengan kerja kelompok dan individu yang materinya dikembangkan dari lembar kerja siswa. Hasil penelitian menunjukkan:
Siswa Aktif = Kelompok I : 2 siswa Kelompok IV : 2 siswa
Kelompok II : 1 siswa Kelompok V : 3 siswa
Kelompok III : 2 siswa Kelompok VI : 2 siswa
Tabel 1
Hasil Evaluasi Siswa Siklus I
Nilai Jumlah anak Presentasi
90 - 100
80 - 89
70 - 79
60 - 69
50 - 59
40 - 49
30 - 39 2
2
8
8
6
2
2 6,7%
6,7%
26,6%
26,6%
20%
6,7%
6,7%
Jumlah 30 100%
Pada tabel 1, siswa yang belum mampu membaca dan menulis berjumlah 10 anak, yang cukup sebanyak 16 anak , dan sudah baik kemampuan membaca dan menulis sebanyak 4 anak.
Pengenalan kata-kata lembaga metode Al Barqy Bahasa Indonesia perlu diperjelas dalam kerja kelompok. Dari hasil observasi aktivitas siswa kurang nampak dalam pembelajaran.
2. Hasil Penelitian Siklus II
Dalam proses perbaikan pembelajaran siklus pertama perlu adanya perbaikan. Perbaikan pada siklus kedua mendapatkan hasi penelitian sebagai berikut.
Siswa Aktif = Kelompok I : 3 siswa Kelompok IV : 4 siswa
Kelompok II : 3 siswa Kelompok V : 4 siswa
Kelompok III : 4 siswa Kelompok VI : 3 siswa
Tabel 2
Hasil Evaluasi Siswa Siklus II
Nilai Jumlah anak Presentasi
90 - 100
80 - 89
70 - 79
60 - 69
50 - 59
40 - 49
4
6
11
6
2
1
13,3%
20%
36,7%
20%
6,7%
3,3%
Jumlah 30 100%
Dari hasil penelitian di atas terlihat dalam proses perbaikan pembelajaran pada Siklus II terdapat peningkatan karena siswa merasa senang dengan kegiatan dalam kerja kelompok dan hasil evaluasi menunjukkan kemampuan siswa dalam merangkai kata menjadi sebuah kalimat sudah cukup baik yaitu 70% dari 30 siswa, namun masih ada 9 anak yang memperoleh nilai tidak memuaskan
2. Hasil Penelitian Siklus III
Dalam proses perbaikan pembelajaran siklus kedua sudah terjadi peningkatan tetapi masih perlu adanya perbaikan. Perbaikan pada siklus ketiga mendapatkan hasi penelitian sebagai berikut.
Siswa Aktif = Kelompok I : 5 siswa Kelompok IV : 5 siswa
Kelompok II : 4 siswa Kelompok V : 5 siswa
Kelompok III : 5 siswa Kelompok VI : 4 siswa
Tabel 3
Hasil Evaluasi Siswa Siklus III
Nilai Jumlah anak Presentasi
90 - 100
80 - 89
70 - 79
60 - 69 7
10
8
5
23,3%
33,3%
26,7%
16,7%
Jumlah 30 100%
Dari hasil penelitian di atas peneliti dan observer memperoleh hasil bahwa proses perbaikan pembelajaran pada Siklus III menunjukkan peningkatan yang sangat berarti. Pada akhir siklus ketiga hasil pembelajaran sudah memenuhi harapan, yakni adanya peningkatan aktivitas dan hasil evaluasi siswa.
B. Pembahasan dari Setiap Siklus
1. Siklus I
Proses kegiatan perbaikan pembelajaran siklus pertama pada awal pembelajaran siswa diperkenalkan dengan kata-kata lembaga metode Al Barqy mereka sangat senag sekali apalagi ketika siswa dibagi dalam kerja kelompok dan merangkai kata, karena mereka merasa menemukan pengalaman baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Namun ada beberapa yang kurang beraktivitas dalam kerja kelompok.
Pada pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus I aktivitas siswa belum nampak. Dari 30 siswa yang ikut aktif dalam kerja kelompok 12 anak. Dari hasil evaluasi 12 anak sudah mampu merangkai kata dan membaca dengan baik, 8 anak cukup baik tapi masih dibimbing, 10 anak belum bisa merangkai kata dan membaca dengan baik.
Setelah berdiskusi dengan observer bahwa alat peraga kurang menarik, guru kurang jelas dalam memberi perintah dan memotivasi siswa.
2. Siklus II
Pada siklus II ini proses kegiatan perbaikan pembelajaran berjalan cukup baik. Perbaikan pembelajaran pada siklus II untuk kemampuan membaca dan menulis siswa lebih ditingkatkan lagi dari merangkai suku kata menjadi kata, pada siklus kedua dari suku kata menjadi kata dan kalimat.
Pada perbaikan pembelajaran siklus kedua ini sikap antusiasme siswa lebih meningkat karena siswa sudah pernah melakukannya dan siswa dapat lebih banyak menemukan kata dan menyusunnya menjadi sebuah kalimat sederhana.
Pembelajaran yang menyenangkan dan menemukan sendiri (Pembelajaran Konstruktivisme) pada siklus II aktivitas siswa lebih meningkat yaitu 21 anak dari 30 siswa. Hasil evaluasi juga semakin meningkat yaitu 21 anak sudah mampu merangkai kata menjadi kalimat, 6 anak cukup baik tapi masih dibimbing, dan 3 anak sangat perlu perhatian dari guru. Jadi pada siklus II terjadi peningkatan siswa yang mampu membaca dan menulis dengan baik ada 70%.
Dari hasil observasi peneliti dan observer siswa yang masih belum mampu membaca dan menulis dengan baik disebabkan karena guru kurang memberi motivasi dan contoh yang jelas.
3. Siklus III
Tindakan yang dilakukan pada siklus III hampir sama dengan siklus II. Pada perbaikan pembelajaran siklus III siswa diajak untuk membaca buku cerita bergambar. Siswa sangat senang dengan kegiatan ini, kemudian siswa menemukan sendiri atau bercerita dengan kalimat sendiri gambar yang ada.
Dari hasil observasi peneliti dan observer perbaikan pembelajaran pada siklus III ini berjalan cukup baik sesuai dengan yang diharapkan. Siswa sangat antusias karena dapat menuliskan sendiri kalimat sesuai dengan pengalaman pada gambar yang ada. Terbukti pada hasil penelitian aktivitas siswa dan hasil evaluasi siswa diperoleh hasil yang memuaskan, yakni 25 anak dari 30 siswa mendapat nilai yang baik atau sekitar 80% lebih, dan tidak ada yang mendapat nilai di bawah 60.
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Dari hasil observasi peneliti dan observer, maka hasil perbaikan pembelajaran pada Siklus I, Siklus II, dan Siklus III dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Dengan kegiatan pembelajaran yang bervariasi dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan
2. Dengan menggunakan metode Al Barqy Bahasa Indonesia dapat meningkatkan aktivitas siswa
3. Dengan menggunakan metode Al Barqy Bahasa Indonesia dapat meningkatkan kemampuan membaca dan menulis permulaan siswa kelas I SDN Kapasari I/292
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam membaca dan menulis permulaan dengan menggunakan metode Al Barqy Bahasa Indonesia adalah sangat memuaskan. Secara keseluruhan hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan, baik aktivitas, kerjasama, maupun prestasi siswa, seperti pada tabel berikut.
Tabel 4
Profil Hasil Penelitian
Aktivitas Siswa Siklus I 12 40%
II 21 70%
III 28 93,3%
Hasil Prestasi Belajar Siklus I 12 40%
II 21 70%
III 25 83,3%
B. Saran-saran
Dari kesimpulan di atas, dapat disarankan hal-hal sebagai berikut:
1. Kepada guru kelas I diharapkan dapat menerapkan penggunaan metode Al Barqy Bahasa Indonesia dalam proses pembelajaan membaca dan menulis permulaan
2. Pembelajaran yang selama ini hanya menggunakan cara-cara konvensional hendaknya diganti dengan teknik pembelajaran yang inovatif dan bervariasi sesuai dengan perkembangan jiwa anak.
3. Menciptakan suasana kelas yang menyenangkan dan kondusif dapat meningkatkan kemampuan dan prestasi belajar siswa.
Berdasarkan pengalaman melaksanakan perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas, kiranya guru juga memanfaatkan Kelompok Kerja Guru (KKG), untuk mendapatkan informasi, bertukar pengalaman atau memecahkan masalah yang dihadapi saat kegiatan berlangsung di kelas sehari-hari.
DAFTAR PUSTAKA
Aqib, Zainal. 2006. Penelitian Tindakan kelas. Bandung: Yrama Widya
Depdiknas. 2006. Standar Isi, Jakarta: Permendiknas 22 tahun 2006.
Mulyasa, E. 2007. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nasar. 2006. Merancang Pembelajaran Aktif dan Kontekstual Berdasarkan “Sisko” 2006. Jakarta: PT Grasindo
Sukandi, Ujang. 2003. Belajar Aktif dan Terpadu. Surabaya: Duta Graha Pustska
Sulthon, Muhadjir. 1999. Al Barqy. Surabaya: CV. Pena Suci
Sulthon, Muhadjir. 1998. Aku Cepat Membaca. Surabaya: CV. Pena Suci
Tarigan, Djago. 2006.Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di kelas Rendah.Jakarta: Universitas Terbuka.
Wardani, I GAK. 2003. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Universitas Terbuka
Lampiran 1a
Siklus I
RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Tema : Lingkungan
Kelas/Semester : I/Satu
Waktu : 2 x 35 menit
I. Standar Kompetensi:
3. Memahami teks pendek dengan membaca nyaring
4. Menulis permulaan dengan menjiplak, menebalkan, mencontoh, melengkapi, dan menyalin
II. Kompetensi Dasar:
3.1. Membaca nyaring suku kata dan kata dengan lafal yang tepat
4.3. Mencontoh huruf, kata, atau kalimat sederhana dari buku atau papan
tulis dengan benar
III. Indikator
Setelah pembelajaran siswa dapat:
1. mengenali kata-kata lembaga a da ra ja, ma ha ka ya, ka ta wa na, sa ma la ba
2. melafalkan kata-kata lembaga dengan tepat
3. mencontoh kata-kata lembaga dengan tepat
4. merangkai kata-kata lain dari kata-kata lembaga
IV. Tujuan Perbaikan
1. Diharapkan siswa dapat merangkai suku kata dari kata-kata lembaga
2. Diharapkan siswa dapat meningkatkan kemampuan membaca dan menulis
V. Kegiatan Belajar
A. Kegiatan Awal (5 menit)
1. Menunjukkan gambar seorang raja
2. Bertanya jawab tentang raja
3. Menyampaikan tujuan dan kegiatan pembelajaran
B. Kegiatan Inti ( 55 menit)
1. Menirukan guru membaca kata lembaga (5 menit)
2. Melafalkan kata-kata lembaga yang ditunjuk guru dengan benar (10 menit)
3. Secara berkelompok merangkai kata dari kartu huruf dan kartu suku kata (15 menit)
4. Secara bergantian membaca kata yang sudah dirangkai dalam kelompok kemudian dipajang (15 menit)
5. Mengerjakan lembar kerja evaluasi (10 menit)
C. Kegiatan Akhir (10 menit)
1. Siswa melafalkan kembali kata-kata lembaga
2. Bersama guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari
3. Siswa di beri tugas rumah
VI. Materi Pembelajaran:
Membaca nyaring kata-kata lembaga dengan lafal yang tepat
Kata-kata lembaga yang lain, yakni:
Ma ha ka ya, ka ta wa na, sa ma la ba, pa pa ba ca, a da na ga
VII. Sarana dan Sumber Belajar
1. Chart Kata-kata Lembaga metode Al Barqy
2. Kartu suku kata
3. Buku “Aku Cepat Membaca”
VI. Evaluasi
A. Prosedur Evaluasi:
Evaluasi diberikan selama proses pembelajaran.
Pada akhir pembelajaran siswa diberi lembar kerja.
B. Teknik Penilaian:
a. Uraian
b. Pengamatan
C. Pelaksanaan:
1. Awal : -
2. Proses : Mengamati keaktifan siswa dalam kerjasama kelompok
3. Akhir : Lampiran
Surabaya, 24 Oktober 2007
Mengetahui Guru Kelas
Kepala SDN Kapasari I
SUGIYANTO NS AMIRUL HIDAYATI
NIP.130 741 531 NIM. 811 925 733
Lampiran 1b
Siklus II
RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Tema : Lingkungan
Kelas/Semester : I/Satu
Waktu : 2 x 35 menit
I. Standar Kompetensi:
3. Memahami teks pendek dengan membaca nyaring
4. Menulis permulaan dengan menjiplak, menebalkan, mencontoh, melengkapi, dan menyalin
II. Kompetensi Dasar:
3.1. Membaca nyaring suku kata dan kata dengan lafal yang tepat
4.3. Mencontoh huruf, kata, atau kalimat sederhana dari buku atau papan
tulis dengan benar
III. Indikator
Setelah pembelajaran siswa dapat:
1. Melafalkan kata-kata lembaga vokal a, I, u, e, dan o dengan tepat
2. Membaca kata dengan huruf mati
3. Merangkai kata-kata lain dari kata-kata lembaga
4. Membuat kalimat sederhana
IV. Tujuan Perbaikan
3. Diharapkan siswa dapat merangkai suku kata dari kata-kata lembaga menjadi kata, kata-kata disusun menjadi kalimat sederhana
4. Diharapkan siswa dapat meningkatkan kemampuan membaca dan menulis
V. Kegiatan Belajar
A. Kegiatan Awal (5 menit)
1. Melafalkan kata-kata lembaga
2. Menyampaikan tujuan dan kegiatan pembelajaran
B. Kegiatan Inti ( 55 menit)
1. Melafalkan kata-kata lembaga yang ditunjuk guru dengan benar (5 menit)
2. Melafalkan kata-kata lembaga dengan mengganti huru vokal i, u, e, dan o dengan tepat (5 menit)
3. Menirukan guru melafalkan huruf mati dengan titian unta (5 menit)
4. Secara berkelompok merangkai kata dari kartu huruf dan kartu suku kata (15 menit)
5. Secara bergantian membaca kata yang sudah dirangkai dalam kelompok kemudian dipajang (15 menit)
6. Mengerjakan lembar kerja evaluasi (10 menit)
C. Kegiatan Akhir (10 menit)
a. Bersama guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari
b. Siswa di beri tugas rumah
VI. Sarana dan Sumber Belajar
1. Chart Kata-kata Lembaga metode Al Barqy
2. Kartu suku kata dan kata
3. Buku “Aku Cepat Membaca”
VII. Evaluasi
A. Prosedur Evaluasi:
Evaluasi diberikan selama proses pembelajaran.
Pada akhir pembelajaran siswa diberi lembar kerja.
B. Teknik Penilaian:
a. Uraian
b. Pengamatan
C. Pelaksanaan:
1. Awal : -
2. Proses : Mengamati keaktifan siswa dalam kerjasama kelompok
3. Akhir : Lampiran
RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Tema : Lingkungan
Kelas/Semester : I/Satu
Waktu : 1 x 35 menit
I. Standar Kompetensi:
3. Memahami teks pendek dengan membaca nyaring
4. Menulis permulaan dengan menjiplak, menebalkan, mencontoh,
melengkapi, dan menyalin
II. Kompetensi Dasar:
3.1. Membaca nyaring suku kata dan kata dengan lafal yang tepat
4.3. Mencontoh huruf, kata, atau kalimat sederhana dari buku atau papan
tulis dengan benar
III. Indikator
Setelah pembelajaran siswa dapat:
1. Membaca cerita bergambar
2. Bercerita tentang gambar dengan kalimat sederhana
3. Menulis kalimat sederhana pada gambar
IV. Tujuan Perbaikan
1. Diharapkan siswa dapat membaca buku cerita bergambar
2. Diharapkan siswa dapat menemukan sendiri kalimat yang tepat sesuai gambar
3. Diharapkan siswa dapat meningkatkan kemampuan membaca dan menulis
V. Kegiatan Belajar
A. Kegiatan Awal (5 menit)
1. Tanya jawab tentang gambar
2. Menyampaikan tujuan dan kegiatan pembelajaran
B. Kegiatan Inti ( 25 menit)
1. Mengidentifikasi gambar dan menyebutkan kata-kata yang sesuai dengan gambar (5 menit)
2. Secara berkelompok merangkai kata sesuai dengan gambar menjadi kalimat sederhana (10 menit)
3. Secara bergantian membaca kalimat yang sudah dirangkai dalam kelompok kemudian dipajang (5 menit)
4. Mengerjakan lembar kerja evaluasi (5 menit)
C. Kegiatan Akhir (5 menit)
1. Bersama guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari
2. Siswa di beri tugas rumah
VI. Sarana dan Sumber Belajar
1. Kartu kata
2. Buku cerita bergambar
3. Gambar
VII. Evaluasi
B. Prosedur Evaluasi:
Evaluasi diberikan selama proses pembelajaran.
Pada akhir pembelajaran siswa diberi lembar kerja.
B. Teknik Penilaian:
a. Uraian
b. Pengamatan
C. Pelaksanaan:
1. Awal : -
2. Proses : Mengamati keaktifan siswa dalam kerjasama kelompok
3. Akhir : Terlampir
Mengetahui Surabaya, 4 Januari 2008
Mahasiswa
Amirul Hidayati
NIM. 811925733
Lampiran
HASIL EVALUASI SISWA
NO NAMA SISWA PENYELESAIAN NILAI KETERANGAN
SOAL
1 ACHMAD TAUFIQUR ROHMAN
2 ALFIN RAHMADANI
3 ALIF FIYAN ADI PRAYITNO
4 ANI SURROHMAN
5 ARIES IVAN FIRMANSYAH
6 DEDY TIZA HEPINDA
7 DEWI MELANI
8 DEWI SANTI
9 DODIK HERMAWAN
10 EKA JULIANTI RISDIAN
11 FAISAL MAULANA
12 FARAH LAHMIRZA FENDIANI
13 ILA SILVIA
14 KHRISNA SASMITA WINATA
15 MOCH ALFIAN ERYANTO
16 ANDIKA PUTRA SETIAWAN
17 MOCH YUNUS ZAKARIA
18 NABILA PUNGKY SARI
19 NURUL LAILATUL MAULIDIA
20 RANY ANITHA FACHRUDDIN
21 RENDY FIRMANSYAH PUTRA
22 RIFKY RAFIUDIN RACHMAN
23 RIFQI MAULANA PRATAMA
24 RISMA ZAINIYAH
25 SELLY ADILILA NURFARANI
26 SHINTIA NUR TRIANA PUTRI
27 SITI NURCAHYATI JULIA
28 SITI ZAHRO
29 SYAIFUL ANAM
30 YUNUS FIRMANSYAH
Nilai rata-rata
Nilai terendah
Nilai tertinggi
Lampiran 2b
LEMBAR OBSERVASI
MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA
Aktivitas siswa dalam Pembelajaran
No ASPEK AKTIVITAS NOMOR SISWA
1 2 3 4 5 6 Jumlah
1 Mendengarkan penjelasan guru / teman
2 Membaca materi / LKS
3 Mengerjakan LKS
4 Berdiskusi dengan teman
5 Mengajukan pertanyaan pada teman / guru
6 Menjadi pembicara kelompok
7 Menghargai pendapat orang lain
8 Mengambil giliran dan berbagai tugas
9 Memberi kesempatan orang lain berbicara
10 Mendengarkan dengan aktif
11 Kerjasama dengan kelompok
12 Kemampuan menyampaikan informasi
Surabaya,………………
Pengamat
-------------------Petunjuk:
1. Pengamatan ditujukan pada setiap kelompok
2. Pengamat cukup memberikan tanda (v) pada kolom nomor siswa yang ada untuk menandai aspek siswa yang diobservasi.
SISTEMATIKA LAPORAN
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas : I
Waktu : 2 x 35 menit
Masalah yang akan Diatasi :
Rendahnya kemampuan membaca dan menulis
Cara Mengatasi :
Meningkatkan kemampuan membaca dan menulis permulaan dengan menggunakan metode Al Barqy Bahasa Indonesia
Hasil :
Hasil perbaikan pembelajaran sangat memuaskan
Hal yang unik :
Siswa menyelesaikan masalah/soal dengan bermain dan suasana yang menyenangkan.
SDN Kapasari I
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Kelas : I
Nama : …………………………….. .
Ayo lengkapi dan buatlah kata.
1. ……………………….
2. ………………………..
3. ………………………..
4. ………………………..
5. ………………………..
1. ……………………….
2. ………………………..
3. ………………………..
4. ………………………..
5. ………………………..
1. ……………………….
2. ………………………..
3. ………………………..
4. ………………………..
5. ………………………..
1. ……………………….
2. ………………………..
3. ………………………..
4. ………………………..
5. ………………………..
SDN Kapasari I
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Kelas : I
Nama : …………………………….. .
Ayo lengkapi dan buatlah kata serta kalimat sederhana
1. ………………… 2. …………………
3. …………………
4. …………………
5. …………………
6………………......
7. ………………… 8. …………………
9..…………………
10…………………
11…………………
12…………………
13…………………
14…………………
15…………………
16…………………
17…………………
18…………………
10 19…………………
20…………………
1. …………………………… ……. 2. ……………………………………..
3. ………………………………….. 4. ……………………………………..
5…………………………………….. 6. …………………………………….
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
1. IDENTIFIKASI MASALAH
Kemampuan membaca dan menulis merupakan bagian kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh siswa. Oleh karena itu kemampuan membaca dan menulis perlu mendapat perhatian besar dari guru, terutama guru-guru yang mengajar di kelas rendah. Mengajarkan kemampuan membaca dan menulis pada anak-anak kelas awal yang masih berada dalam usia bermain dan belum memungkinkan anak pada suasana yang serius dan situasi pembelajaran yang formal tentu banyak mengalami kesulitan.
Proses kegiatan belajar mengajar sudah berjalan kurang lebih enam minggu, namun kemampuan membaca dan menulis siswa kelas I masih rendah. Dari 30 siswa yang mampu membaca lancar dan menulis dengan benar ada 20%, yang lain masih mengeja dan belum lancar membaca bahkan ada yang belum hafal huruf.
Rendahnya kemampuan siswa dalam membaca dan menulis menyebabkan rendah pula kemampuan siswa dalam memahami materi pelajaran serta mempunyai dampak yang buruk terhadap perkembangan kemampuan siswa dalam memahami materi mata pelajaran-mata pelajaran yang lain.
Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca dan menulis siswa kelas I di SDN Kapasari I dengan melaksanakan perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas selain untuk perbaikan pembelajaran juga ditujukan untuk memenuhi tugas dalam mata kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional (PGSD 4412) pada Program S 1 PGSD.
Laporan ini disusun berdasarkan catatan yang dibuat ketika merancang kegiatan perbaikan serta selama kegiatan pelaksanaan observasi dan diskusi pelaksanaan perbaikan yang dilakukan dalam tiga siklus.
2. ANALISIS MASALAH
Kegiatan belajar mengajar sudah berjalan kurang lebih enam minggu, kemampuan membaca dan menulis siswa kelas I masih rendah. Dari 30 siswa kelas I SDN Kapasari I/292 yang mampu membaca lancar dan menulis dengan benar 20%, siswa yang belum hafal huruf 10%, dan yang lain masih mengeja dan belum lancar membaca dan menulis dengan benar.
Dilihat dari penilaian kemampuan membaca di atas maka sangat mempengaruhi siswa dalam memahami materi mata pelajaran Bahasa Indonesia dan mata pelajaran-mata pelajaran yang lain.
Permasalahan rendahnya kemampuan membaca dan menulis di SDN Kapasari I disebabkan kemungkinan faktor lingkungan keluarga (orang tua tidak bisa membaca), kurang terampilnya guru dalam pembelajaran, atau faktor diri siswa yang mempunyai intelegensi kurang.
Berdasarkan hal tersebut, peneliti minta bantuan observer untuk mengidentifikasi kekurangan dari pembelajaran yang dilaksanakan. Dari hasil observasi dan diskusi yang dilakukan terungkap beberapa masalah dalam pembelajaran, yaitu:
1. rendahnya kemampuan siswa dalam membaca dan menulis
2. kegiatan pembelajaran yang kurang bervariasi
3. kurang perhatian siswa ketika pembelajaran berlangsung
4. kurangnya media pembelajaran yang tepat
Dari beberapa masalah tersebut yang harus diperbaiki adalah bagaimana kegiatan pembelajaran membaca dan menulis menjadi menyenangkan dengan metode Al Barqy Bahasa Indonesia dan siswa dapat menggali potensi yang ada pada dirinya?
B. RUMUSAN MASALAH
Permasalahan yang diteliti dalam perbaikan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas ini adalah:
1. Apakah kegiatan pembelajaran yang bervariasi dengan menggunakan metode Al Barqy Bahasa Indonesia dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan?
2. Bagaimanakah aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan metode Al Barqy Bahasa Indonesia?
3. Apakah kemampuan siswa dalam membaca dan menulis dapat meningkat dengan menggunakan metode Al Barqy Bahasa Indonesia?
C. TUJUAN PENELITIAN
Sesuai dengan permasalahan di atas penelitian ini bertujuan:
1. Untuk mengetahui apakah penyusunan kegiatan pembelajaran yang bervariasi dengan metode Al Barqy Bahasa Indonesia dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan
2. untuk mengetahui bagaimana aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan metode Al Barqy Bahasa Indonesia dapat meningkatkan kemampuan membaca dan menulis permulaan siswa kelas I SDN Kapasari I.
3. untuk mengetahui apakah kemampuan siswa akan meningkat dengan menggunakan metode Al Barqy Bahasa Indonesia.
D. HIPOTESIS TINDAKAN
Hipotesis Tindakan dalam perbaikan pembelajaran ini adalah:
1. Kegiatan pembelajaran yang bervariasi dengan menggunakan metode Al Barqy Bahasa Indonesia akan tercipta suasana pembelajaran yang menyenangkan
2. Aktivitas siswa akan meningkat dengan kegiatan merangkai suku kata dan kata dalam kerja sama kelompok
3. Kemampuan membaca dan menulis siswa akan meningkat dengan menggunakan metode Al Barqy Bahasa Indonesia
D. MANFAAT HASIL PENELITIAN
Hasil penelitian ini sangat bermanfaat dan berkonstribusi bagi
• Guru sebagai peneliti, untuk meningkatkan kinerja dalam mengembangkan perbaikan pembelajaran Bahasa Indonesia terutama kemampuan membaca dan menulis permulaan, dan meningkatkan kemampuan profesional dalam melakukan refleksi terhadap proses dan hasil pembelajaran bagi upaya-upaya perbaikan pembelajaran selanjutnya, berdasarkan prosedur PTK.
• Institusi/sekolah, sebagai bahan rujukan bagi para sejawat guru di sekolah untuk melakukan upaya-upaya perbaikan pembelajaran di sekolah.
• Pendidikan secara umum, sebagai bahan rujukan empiris bagi setiap upaya perbaikan dan peningkatan kualitas pendidikan pada satuan Sekolah Dasar.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Bahasa Indonesia
Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional siswa dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi. Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan siswa untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesusasastraan.
Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia merupakan kualifikasi kemampuan minimal siswa yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, keterampilan berbahasa, dan sikap positif terhadap bahasa dan sasta Indonesia.
Mata pelajaran Bahasa Indonesia bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut:
1. Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulis
2. Menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara
3. Memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan
4. Menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan intelektual, serta kematangan emosional dan sosial
5. Menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus budi pekerti, serta untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa
6. Menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah biudaya dan intelektual manusia Indonesia.
Ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Indonesia mencakup empat komponen keterampilan berbahasa, yakni keterampilan menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Pemerolehan keempat keterampilan berbahasa tersebut bersifat hierarkis. Artinya, pemerolehan keterampilan berbahasa yang satu akan mendasari kemampuan lainnya.
Peranan guru dalam proses belajar mengajar bahasa Indonesia dituntut guru yang berkualitas tinggai, kreatif, dan penuh dedikasi. Peranan guru (dalam dalam proses belajar mengajar (Tarigan, 2006:3.10) adalah sebagai berikut:
1. Informator : sumber informasi, penyampai informasi berupa ilmu dan
pengetahuan umum
2. Organisator : pengelola kegiatan belajar mengajar
3. Konduktor : menjaga dan mengatur keserasian kegiatan proses belajar
mengajar ke sasaran yang telah ditetapkan
4. Katalisator : pengantar kegiatan ke arah tujuan
5. Pengarah : mengarahkan semua kegiatan proses belajar mengajar ke
tujuan intruksional
6. Inisiator : pengambil inisiatif pertama sehingga muncul gairah kerja
7. Moderator : pengantar siswa ke arah masalah
8. Transmiter : penyebar ide, ilmu, peraturan, kebijakan pimpinan dan
lain-lain
9. Fasilitator : pemberi kemudahan belajar bagi siswa
10. Evaluator : penilai kegiatan proses belajar mengajar
teristimewa prestasi belajar siswa
B. Pembelajaran Membaca dan Menulis Permulaan
Dua jenis keterampilan berbahasa pertama, yakni menyimak dan berbicara diperoleh seseorang untuk pertama kalinya di lingkungan rumah. Dua keterampilan berikutnya, yakni membaca dan menulis diperoleh seseorang setelah mereka memasuki usia sekolah. Keterampilan membaca dan menulis merupakan sajian pembelajara utama dan pertama bagi murid-murid sekolah dasar di kelas awal.
Keterampilan menulis merupakan kemampuan untuk menuangkan gagasan atau perasaan dalam bentuk tulisan. Prinsip-prinsip kemampuan menulis permulaan (Depdikbud:12-13) adalah (1) Prinsip penggunaan tanda atau simbol, yakni guru memberikan kesempatan pada siswa untuk latihan kelenturan motorik halus dan memperhatikan cara anak memegang alat tulis dan menuliskan pada kertas atau papan tulis; (2) Prinsi pengulangan, yakni mengulang berbagai simbol dan tulisan kepada anak sehingga anak mengenal dengan cermat antara gambar dan tulisannya; (3) Prinsip keluwesan, yakni dengan menyajikan berbagai variasi tulisan sehingga anak secara bebas mengekspresikan berbagai tulisan; (4) Prinsip pengungkapan, yakni memberi kesempatan pada anak untuk mengungkapkan pengalamannya berkaitan dengantulisan yang telah dibuatnya; (5) Prinsip mencontoh, yakni anak diberi kesempatan mengulang berbagai contoh tulisan atau kata kata dengan menggunakan konteks yang sama; (6) Prinsip penguatan, yakni memberi pujian atau penghargaan terhadap tulisan anak. Oleh karena itu, potensi kemampuan berbahas anak dapat dibina melalui berbagai cara dengan memperhatikan beberapa prinsip pengembangannya.
Kemampuan membaca merupakan kemampuan untuk memahami informasi yang tertulis. Kemampuan membaca pada anak berlangsung melalui beberapa tahap, yakni (1) Tahap fantasi, anak belajar menggunakan buku,melihat, membolak-balikkan buku, dan suka membawa buku yang dia suka; (2) Tahap pembentukan konsep diri, anak mulai melibatkan diri dalam kegiatan membaca, pura-pura membaca, memberi makna pada gambar; (3) Tahap membaca gambar, anak mulai dapat mengungkapkan kata-kata yang memiliki makna dengan dirinya, mengulang kembali cerita yang tertulis, dan sudah mengenal abjad; (4) Tahap pengenalan bacaan, anak mulai mengingat kembali cetakan pada konteksnya, berusaha mengenal tanda-tanda pada lingkungan, membaca berbagai tanda seperti kotak susu, pasta gigi, atau papan iklan; (5) Tahap membaca lancar, anak dapat membaca berbagai jenis buku, menyusun pengertian dari tanda, pengalaman dan isyarat yang dikenalnya (Depdikbud, 2000: 7-8).
Pembelajaran di sekolah bukan dimaksudkan untuk membentuk potensi anak karena pada dasarnya potensi sudah ada pada diri anak. Kegiatan pembelajaran dilakukan untuk memfasilitasi dan mengoptimalkan potensi yang ada pada diri anak sehingga dapat berkembang dengan baik. Menurut pandangan filsafat konstruktivisme bahwa sejak lahir anak memiliki potensi-potensi dalam dirinya yang unik dan menjadi karakteristik dirinya sebagai individu (Slaviin,1994:225).
C. Metode Al Barqy Bahasa Indonesia
Metode Al Barqy adalah metode pengajaran baca tulis Al Quran yang menggunakan metode yang sedang dikembangkan oleh berbagai ahli dalam pengajaran baca tulis dalam berbagai bahasa yaitu yang dikenal dengan pendekatan global atau Gestald Psychologie yang bersifat Analitik Sintetik yang juga dikenal dengan nama Struktural Analitik Sintetik (SAS).
Metode Al Barqy oleh penulis yakni Muhadjir Sulthon juga menyusun buku dalam pengajaran baca tulis bahasa Indonesia dengan nama “Aku Cepat Membaca” agar anak-anak dapat membaca dan menulis sedini mungkin. Buku ini menggunakan metode yang sesuai dengan tingkat perkembangan kejiwaan anak, sehingga tidak membebani dan mengurangi sifat riang gembira anak-anak. Bahkan mendorong pertumbuhan kreatifitas anak
Tiap-tiap metode harus memenuhi tiga hal, yaitu: Pendekatan, sistem dan teknik. Metode Al Barqy menggunakan metode Kata Lembaga sebagai kata kunci yang harus dihafal dengan pendekatan global dan bersifat analitik sintetik.
Metode Al Barqy menggunakan empat kata lembaga dan tiap kata lembaga terdiri dari empat suku kata, yaitu:
1. a - da - ra - ja
2. ma – ha - ka – ya
3. ka - ta - wa - na
4. sa - ma - la - ba
Tiap-tiap kata lembaga memiliki arti, sehingga mudah dipahami dan dihafal, yang kemudian dapat digunakan kunci rujukan pada saat anak lupa.
Kata lembaga dengan pendekatan global sebenarnya telah dimiliki oleh nenek moyang kita yang dapat digali. Yaitu dalam mengajarkan huruf jawa yang juga memiliki fonem sempurna. Kata lembaga tersebut adalah:
1. ha - na - ca - ra - ka
2. da - ta - sa - wa - la
3. pa - da - ja - ya - nya
4. ma - ga - ba - ta - nga
Metode Al Barqy menggunakan sistem sebagai berikut:
Pertama : Pengamatan sebuah struktur kata/kalimat
Kedua : Pemisahan
Ketiga : Pemilihan
Keempat : Pemaduan
Teknik metode Al Barqy menggunakan teknik penyajian sebagai berikut:
a. Konsentrasi menggunakan titian ingatan (untuk mengingat sewaktu lupa)
b. Mengadakan pengelompokan bunyi untuk mengenal/pindah dari huruf yang dikenal ke huruf yang sulit (transfer)
c. Menggunakan pengenalan dengan titian unta (urutan yang mengarah) dalam mengajarkan huruf mati.
Metode ini sifatnya bukan mengajar, tetapi hanya mendorong, guru hanya tutwuri handyani. Murid dianggap sudah memiliki persiapan dengan pengetahuan tersedia. Murid membuka buku atau melihat alat peraga tidak dalam keadaan kosong. Karena sudah punya persiapan, maka murid tinggal membaca sendiri, memisah sendiri, memilih sendiri, dan memadu sendiri (Muhadjir Sulthon,1999:vi).
Metode ini sesuai dengan teori konstruktivisme (Slavin, 1994:227-236) memandang bahwa pembelajaran dilakukan dengan menggunakan prinsip-prinsip sebagai berikut:
1. Belajar untuk menemukan sendiri
2. Belajar untuk berpikir kritis
3. Belajar untuk menyeleksi materi yang diterimanya secara tepat
4. Belajar ekspositori
5. Scaffolding
Jadi untuk mengembangkan potensi anak melalui pembelajaran yang menyenangkan, tidak memaksa, dan sesuai dengan kompetensi dasar yang dimiliki oleh anak.
BAB III
PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN
A. Subjek Penelitian
Penelitian untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dilaksanakan di kelas I SDN Kapasari I/292 Kecamatan Genteng Kota Surabaya, melibatkan sebanyak 31 oranng siswa sebagai subjek penelitian, terdiri dari 18 orang siswa laki-laki dan 13 orang siswa perempuan. Rata-rata usia mereka tujuh tahun, sebagian besar dari mereka dari keluarga ekonomi lemah dan kurang bisa baca tulis, serta tingkat kemampuan/prestasi belajar mereka rata-rata sedang.
Penelitian dialaksanakan berdasarkan jadwal pelajaran sekolah dari tanggal 15 Oktober 2007 sampai dengan 5 Nopember 2007, dengan jadwal pelaksanaan perbaikan pembelajaran sebagai berikut:
Siklus Hari, Tanggal Waktu
I Rabu, 24 – 10 – 2007 08.15 – 09.15
II Jum’at, 26 – 10 – 2007 08.15 – 09.15
III Rabu, 31 – 10 – 2007 08.15 – 09.15
B. Deskripsi per Siklus
Prosedur penelitian yang dilakukan adalah model putaran-putaran (siklus-siklus) Kemmis dan Mc Taggart (1998) setelah terlebih dahulu diperoleh permasalahan utama peningkatan pembelajaran Bahasa Indonesia dan alternatif pemecahannya. Penelitian ini dilakukan dalam tiga siklus dan dalam tiap siklus perbaikan pembelajaran dilaksanakan seperti bagan berikut:
Prosedur penelitian dengan alur atau tahapan (perencanaan, tindakan, observasi, refleksi) disajikan dalam tiga siklus sebagai berikut:
1. Pelaksanaan Perbaikan Siklus I
a. Perencanaan
Dalam penemuan masalah siswa kelas I SDN Kapasari I kemampuan membaca dan menulis sangat rendah, kurangnya perhatian siswa ketika pembelajaran berlangsung. Maka perencanaan perbaikan meliputi:
1. Menyusun skenario perbaikan pembelajaran berupa:
a. Penyusunan indikator keberhasilan
b. Penyusunan kegiatan pembelajaran yang bervariasi dengan menggunakan alat peraga metode Albarqy Bahasa Indonesia dan media pembelajaran.
2. Instrumen Penelitian: mempersiapkan lembar observasi pengamatan teman sejawat, lembar kerja siswa, lembar penilaian
3. Kriteria dan idikator ketercapaian perbaikan pembelajaran diharapkan 70% siswa kelas I SDN Kapasari I kemampuan membaca dan menulis meningkat
b. Pelaksanaan
Pelaksanaan perbaikan pembelajaran dilakukan oleh guru dengan melakukan pembelajaran di kelas sesuai dengan perencanaan yang telah disusun.
Dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran, guru dibantu oleh observer yang mengamati jalannya pelaksanaan pembelajaran.
Adapun perbaikan pembelajaran yang akan dilaksanakan sebagai berikut:
1. Memotivasi siswa dengan mengajak menyanyi
2. Mengucapkan kata lembaga dengan berulang-ulang
3. Tiap anak merangkai kata-kata lembaga dengan kartu suku kata
4. Melaporkan hasil merangkai kata dari kartu suku kata
5. Menuliskan kembali kata-kata yang ditemukan di lembar kerja
c. Pengumpulan Data (observasi)
Kegiatan pengumpulan data dilakukan bersamaan dilakukannya proses perbaikan pembelajaran oleh guru dan diamati observer dengan menggunakan langkah-langkah pembelajaran metode Al Barqy Bahasa Indonesia yaitu dengan mengamati siswa dalam melafalkan bunyi kata-kata lembaga, mengamati pemahaman siswa dalam menemukan sendiri rangkaian kata, pengaruh perbaikan terhadap kemampuan siswa, pengaruh perbaikan terhadap aktivitas pembelajaran, efektivitas media pembelajaran, dan mengamati kendala-kendala yang muncul dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran.
d. Refleksi
Kegiatan refleksi dilakukan oleh guru dibantu oleh observer dengan melakukan analisis, interppretasi, dan mengevaluasi informasi yang diperoleh dari catatan hasil observasi dan analisis hasil pembelajaran. Dari hasil evaluasi perbaikan pembelajaran 70% siswa mengalami peningkatan dalam kemampuan membaca dan menulis dengan menemukan sendiri rangkaian kata dari kata-kata lembaga, membaca tanpa mengeja, dan menulis kata-kata dengan benar. Dalam kegiatan refleksi guru akan memperbaiki strategi perbaikan pembelajaran dan mengatasi kelemahan dan kendala-kendala yang terjadi pada siklus yang berikutnya.
2. Pelaksanaan Perbaikan Siklus II
a. Perencanaan
Dari hasil kegiatan refleksi siklus I, guru merencanakan perbaikan pembelajaran membaca dan menulis permulaan dengan meningkatkan kualitas membaca dan menulis yang lebih tinggi atau lebih luas. Kegiatan rencana perbaikan pembelajaran, yakni:
1. Menyusun skenario perbaikan pembelajaran, yaitu;
a. Penyusunan indikator keberhasilan dari kompetensi dasar
b. Penyusunan kegiatan pembelajaran dengan memadukan hasil refleksi siklus I agar siklus II lebih efektif
c. Persiapan media suku kata lembaga dengan huruf vokal i, u, e, dan o. Misalnya i di ri ji, u du ru ju, e de re je, o do ro jo dan pengenalan huruf mati
2. Mempersiapkan instrumen lembar observasi, lembar evaluasi, dan lembar penilaian siswa
3. Tingkat keberhasilan perbaikan pembelajaran siswa diharapkan lebih 70% dari 30 siswa mampu membaca dan menulis lebih lancar tanpa mengeja
b. Pelaksanaan
Dalam melaksanakan perbaikan pembelajaran guru dibantu observer untuk mengamati jalannya pembelajaran sesuai dengan perencanaan perbaikan pembelajaran yang telah disusun.
Pelaksanaan perbaikan pembelajaran adalah sebagai berikut:
1. Memberikan apersepsi untuk mengetahui kemampuan siswa dalam hal mengenali kata-kata lembaga dalam metode Al Barqy Bahasa Indonesia
2. Menjelaskan tujuan kegiatan perbaikan pembelajaran dan memberi informasi hasil dari perbaikan pembelajaran siklus I
3. Membentuk kelompok (6 kelompok @ 5anak) merangkai kata dan kalimat
4. Memberikan bantuan secukupnya pada masing-masing kelompok
5. Membacakan hasil diskusi
6. Membagikan lembar kerja untuk menggali kemampuan masing-masing siswa
7. Memberi tugas rumah
c. Pengumpulan Data (Observasi)
Bersamaan dengan dilakukannya perbaikan pembelajaran oleh guru, observer mengamati kegiatan pelaksanaan perbaikan pembelajaran. Pengumpulan data diperoleh dari:
• Mengamati perilaku siswa dalam menggunakan media kartu suku kata
• Memantau siswa dalam berdiskusi, kerja sama antarsiswa dalam kelompok
• Mengamati masing-masing siswa dalam kemampuan membaca dan menulis
d. Refleksi
Kegiatan refleksi dilakukan oleh guru dibantu observer dengan mencatat hasil observasi, mengevaluasi hasil observasi, menganalisis hasil pembelajaran. Setelah melakukan analisis, interpretasi, dan evaluasi perbaikan pembelajaran dapat menjelaskan tingkat kemampuan membaca dan menulis siswa meningkat lebih dari 70% dari 30 anak. Keberhasilan perbaikan pembelajaran pada siklus II tampak pada kemampuan siswa dalam merangkai suku kata menjadi kata, merangkai kata menjadi kalimat sederhana, membaca, dan menulis tanpa mengeja.
3. Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran Siklus III
a. Perencanaan
Dari hasil kegiatan refleksi siklus II, guru merencanakan perbaikan pembelajaran membaca dan menulis permulaan dengan meningkatkan kualitas membaca dan menulis dengan tingkatan yang lebih tinggi atau lebih sulit. Kegiatan rencana perbaikan pembelajaran, yakni:
1. Menyusun skenario perbaikan pembelajaran, yaitu;
a. Penyusunan indikator keberhasilan dari kompetensi dasar
b. Penyusunan kegiatan pembelajaran dengan memadukan hasil refleksi siklus II agar siklus III lebih efektif
c. Persiapan media buku cerita bergambar dan media gambar yang menuntut siswa menemukan sendiri kalimat sederhana yang sesuai dengan gambar yang ada sesuai dengan pengalamannya
2. Mempersiapkan instrumen lembar observasi, lembar evaluasi, dan lembar penilaian siswa
3. Tingkat keberhasilan perbaikan pembelajaran siswa diharapkan 80% dari 30 siswa mampu membaca dan menulis lebih lancar tanpa mengeja
b. Pelaksanaan
Dalam melaksanakan perbaikan pembelajaran guru dibantu observer untuk mengamati jalannya pembelajaran sesuai dengan perencanaan perbaikan pembelajaran yang telah disusun.
Pelaksanaan perbaikan pembelajaran adalah sebagai berikut:
1. Memberikan apersepsi untuk mengetahui kemampuan siswa dalam hal pembacaan dan penulisan kata dan kalimat sederhana
2. Menjelaskan tujuan kegiatan perbaikan pembelajaran dan memberi informasi hasil dari perbaikan pembelajaran siklus II
3. Membentuk kelompok (6 kelompok @ 5anak) merangkai kalimat sesuai dengan gambar dan pengalamannya
4. Memberikan bantuan secukupnya pada masing-masing kelompok
5. Masing-masing kelompok membacakan kalimat yang ditulis
6. Membagikan lembar kerja untuk menggali kemampuan membaca dan menulis masing-masing anak
7. Memberi tugas rumah
c. Pengumpulan Data (Observasi)
Bersamaan dengan dilakukannya perbaikan pembelajaran oleh guru, observer mengamati kegiatan pelaksanaan perbaikan pembelajaran. Pengumpulan data diperoleh dari:
• Mengamati perilaku siswa dalam menggunakan media kartu suku kata
• Memantau siswa dalam berdiskusi, kerja sama antarsiswa dalam kelompok
• Mengamati masing-masing siswa dalam kemampuan membaca dan menulis
d. Refleksi
Kegiatan refleksi dilakukan oleh guru dibantu observer dengan mencatat hasil observasi, mengevaluasi hasil observasi, menganalisis hasil pembelajaran. Setelah melakukan analisis, interpretasi, dan evaluasi perbaikan pembelajaran dapat menjelaskan tingkat kemampuan membaca dan menulis siswa meningkat 80% dari 31 anak. Keberhasilan perbaikan pembelajaran pada siklus III tampak pada kemampuan siswa dalam menulis kalimat menjadi cerita sederhana dan membaca dengan lancar tanpa mengeja.
BAB IV
METODE PENELITIAN
A. OBJEK TINDAKAN
Penelitian ini merupakan Kegiatan Perbaikan Pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas. Adapun jenis tindakan yang diteliti adalah sebagai berikut:
1. Minat siswa untuk menemukan sendiri
2. Keaktifan dan kerjasama siswa dalam kelompok
3. Peningkatan kemampuan siswa dalam membaca dan menulis
B. SETTING/SUBJEK PENELITIAN
Setting atau lokasi Perbaikan Pembelajaran ini adalah di SDN Kapasari I/292 Kecamatan Genteng kota Surabaya, kelas I, dengan jumlah siswa 30 anak. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, Tema Lingkungan, Standar Kompetensi Membaca dan Menulis Permulaan., Semester 1, Tahun Pelajaran 2007-2008.
C. METODE PENGUMPULAN DATA
Data yang dikumpulkan melalui catatan observasi dan hasil evaluasi yang dilakukan sejak awal penelitian perbaikan pembelajaran sampai dengan siklus III bersama teman sejawat.
Catatan observasi dipergunakan untuk mengetahui peningkatan aktivitas siswa dalam kelompok. Sedangkan hasil evaluasi dilakukan untuk mengukur peningkatan kemampuan/prestasi belajar siswa.
Pada bagian refleksi dilakukan analisis data mengenai proses perbaikan pembelajaran, masalah, dan hambatan yang dijumpai, kemudian dilanjutkan dengan refleksi dampak pelaksanaan tindakan yang dilaksanakan. Kegiatan refleksi adalah evaluasi terhadap keberhasilan dan pencapaian tujuan.
D. METODE ANALISA DATA
Data hasil observasi pembelajaran dianalisa bersama-sama dengan teman sejawat sebagai mitra kolaborasi, kemudian ditafsirkan berdasarkan kajian pustaka dan pengalaman guru. Sedangkan hasil belajar siswa (evaluasi) dianalisa berdasarkan ketentuan belajar siswa.
BAB V
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini diperoleh dari tindakan pada siklus I, siklus II, dan siklus III. Hasil penelitian diperoleh dari hasil tes dan hasil non tes. Hasil tes berupa hasil penilaian lembar evaluasi, Hasil non tes berupa pengamatan kerja kelompok.
Proses analisis data sebagai hasil penelitian meliputi peningkatan aktivitas
1. Hasil Penelitian Siklus I
Dalam proses pembelajaran siklus pertama pengenalan metode Al Barqy Bahasa Indonesia secara klasikal, kemudian dilanjutkan dengan kerja kelompok dan individu yang materinya dikembangkan dari lembar kerja siswa. Hasil penelitian menunjukkan:
Siswa Aktif = Kelompok I : 2 siswa Kelompok IV : 2 siswa
Kelompok II : 1 siswa Kelompok V : 3 siswa
Kelompok III : 2 siswa Kelompok VI : 2 siswa
Tabel 1
Hasil Evaluasi Siswa Siklus I
Nilai Jumlah anak Presentasi
90 - 100
80 - 89
70 - 79
60 - 69
50 - 59
40 - 49
30 - 39 2
2
8
8
6
2
2 6,7%
6,7%
26,6%
26,6%
20%
6,7%
6,7%
Jumlah 30 100%
Pada tabel 1, siswa yang belum mampu membaca dan menulis berjumlah 10 anak, yang cukup sebanyak 16 anak , dan sudah baik kemampuan membaca dan menulis sebanyak 4 anak.
Pengenalan kata-kata lembaga metode Al Barqy Bahasa Indonesia perlu diperjelas dalam kerja kelompok. Dari hasil observasi aktivitas siswa kurang nampak dalam pembelajaran.
2. Hasil Penelitian Siklus II
Dalam proses perbaikan pembelajaran siklus pertama perlu adanya perbaikan. Perbaikan pada siklus kedua mendapatkan hasi penelitian sebagai berikut.
Siswa Aktif = Kelompok I : 3 siswa Kelompok IV : 4 siswa
Kelompok II : 3 siswa Kelompok V : 4 siswa
Kelompok III : 4 siswa Kelompok VI : 3 siswa
Tabel 2
Hasil Evaluasi Siswa Siklus II
Nilai Jumlah anak Presentasi
90 - 100
80 - 89
70 - 79
60 - 69
50 - 59
40 - 49
4
6
11
6
2
1
13,3%
20%
36,7%
20%
6,7%
3,3%
Jumlah 30 100%
Dari hasil penelitian di atas terlihat dalam proses perbaikan pembelajaran pada Siklus II terdapat peningkatan karena siswa merasa senang dengan kegiatan dalam kerja kelompok dan hasil evaluasi menunjukkan kemampuan siswa dalam merangkai kata menjadi sebuah kalimat sudah cukup baik yaitu 70% dari 30 siswa, namun masih ada 9 anak yang memperoleh nilai tidak memuaskan
2. Hasil Penelitian Siklus III
Dalam proses perbaikan pembelajaran siklus kedua sudah terjadi peningkatan tetapi masih perlu adanya perbaikan. Perbaikan pada siklus ketiga mendapatkan hasi penelitian sebagai berikut.
Siswa Aktif = Kelompok I : 5 siswa Kelompok IV : 5 siswa
Kelompok II : 4 siswa Kelompok V : 5 siswa
Kelompok III : 5 siswa Kelompok VI : 4 siswa
Tabel 3
Hasil Evaluasi Siswa Siklus III
Nilai Jumlah anak Presentasi
90 - 100
80 - 89
70 - 79
60 - 69 7
10
8
5
23,3%
33,3%
26,7%
16,7%
Jumlah 30 100%
Dari hasil penelitian di atas peneliti dan observer memperoleh hasil bahwa proses perbaikan pembelajaran pada Siklus III menunjukkan peningkatan yang sangat berarti. Pada akhir siklus ketiga hasil pembelajaran sudah memenuhi harapan, yakni adanya peningkatan aktivitas dan hasil evaluasi siswa.
B. Pembahasan dari Setiap Siklus
1. Siklus I
Proses kegiatan perbaikan pembelajaran siklus pertama pada awal pembelajaran siswa diperkenalkan dengan kata-kata lembaga metode Al Barqy mereka sangat senag sekali apalagi ketika siswa dibagi dalam kerja kelompok dan merangkai kata, karena mereka merasa menemukan pengalaman baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Namun ada beberapa yang kurang beraktivitas dalam kerja kelompok.
Pada pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus I aktivitas siswa belum nampak. Dari 30 siswa yang ikut aktif dalam kerja kelompok 12 anak. Dari hasil evaluasi 12 anak sudah mampu merangkai kata dan membaca dengan baik, 8 anak cukup baik tapi masih dibimbing, 10 anak belum bisa merangkai kata dan membaca dengan baik.
Setelah berdiskusi dengan observer bahwa alat peraga kurang menarik, guru kurang jelas dalam memberi perintah dan memotivasi siswa.
2. Siklus II
Pada siklus II ini proses kegiatan perbaikan pembelajaran berjalan cukup baik. Perbaikan pembelajaran pada siklus II untuk kemampuan membaca dan menulis siswa lebih ditingkatkan lagi dari merangkai suku kata menjadi kata, pada siklus kedua dari suku kata menjadi kata dan kalimat.
Pada perbaikan pembelajaran siklus kedua ini sikap antusiasme siswa lebih meningkat karena siswa sudah pernah melakukannya dan siswa dapat lebih banyak menemukan kata dan menyusunnya menjadi sebuah kalimat sederhana.
Pembelajaran yang menyenangkan dan menemukan sendiri (Pembelajaran Konstruktivisme) pada siklus II aktivitas siswa lebih meningkat yaitu 21 anak dari 30 siswa. Hasil evaluasi juga semakin meningkat yaitu 21 anak sudah mampu merangkai kata menjadi kalimat, 6 anak cukup baik tapi masih dibimbing, dan 3 anak sangat perlu perhatian dari guru. Jadi pada siklus II terjadi peningkatan siswa yang mampu membaca dan menulis dengan baik ada 70%.
Dari hasil observasi peneliti dan observer siswa yang masih belum mampu membaca dan menulis dengan baik disebabkan karena guru kurang memberi motivasi dan contoh yang jelas.
3. Siklus III
Tindakan yang dilakukan pada siklus III hampir sama dengan siklus II. Pada perbaikan pembelajaran siklus III siswa diajak untuk membaca buku cerita bergambar. Siswa sangat senang dengan kegiatan ini, kemudian siswa menemukan sendiri atau bercerita dengan kalimat sendiri gambar yang ada.
Dari hasil observasi peneliti dan observer perbaikan pembelajaran pada siklus III ini berjalan cukup baik sesuai dengan yang diharapkan. Siswa sangat antusias karena dapat menuliskan sendiri kalimat sesuai dengan pengalaman pada gambar yang ada. Terbukti pada hasil penelitian aktivitas siswa dan hasil evaluasi siswa diperoleh hasil yang memuaskan, yakni 25 anak dari 30 siswa mendapat nilai yang baik atau sekitar 80% lebih, dan tidak ada yang mendapat nilai di bawah 60.
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Dari hasil observasi peneliti dan observer, maka hasil perbaikan pembelajaran pada Siklus I, Siklus II, dan Siklus III dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Dengan kegiatan pembelajaran yang bervariasi dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan
2. Dengan menggunakan metode Al Barqy Bahasa Indonesia dapat meningkatkan aktivitas siswa
3. Dengan menggunakan metode Al Barqy Bahasa Indonesia dapat meningkatkan kemampuan membaca dan menulis permulaan siswa kelas I SDN Kapasari I/292
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam membaca dan menulis permulaan dengan menggunakan metode Al Barqy Bahasa Indonesia adalah sangat memuaskan. Secara keseluruhan hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan, baik aktivitas, kerjasama, maupun prestasi siswa, seperti pada tabel berikut.
Tabel 4
Profil Hasil Penelitian
Aktivitas Siswa Siklus I 12 40%
II 21 70%
III 28 93,3%
Hasil Prestasi Belajar Siklus I 12 40%
II 21 70%
III 25 83,3%
B. Saran-saran
Dari kesimpulan di atas, dapat disarankan hal-hal sebagai berikut:
1. Kepada guru kelas I diharapkan dapat menerapkan penggunaan metode Al Barqy Bahasa Indonesia dalam proses pembelajaan membaca dan menulis permulaan
2. Pembelajaran yang selama ini hanya menggunakan cara-cara konvensional hendaknya diganti dengan teknik pembelajaran yang inovatif dan bervariasi sesuai dengan perkembangan jiwa anak.
3. Menciptakan suasana kelas yang menyenangkan dan kondusif dapat meningkatkan kemampuan dan prestasi belajar siswa.
Berdasarkan pengalaman melaksanakan perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas, kiranya guru juga memanfaatkan Kelompok Kerja Guru (KKG), untuk mendapatkan informasi, bertukar pengalaman atau memecahkan masalah yang dihadapi saat kegiatan berlangsung di kelas sehari-hari.
DAFTAR PUSTAKA
Aqib, Zainal. 2006. Penelitian Tindakan kelas. Bandung: Yrama Widya
Depdiknas. 2006. Standar Isi, Jakarta: Permendiknas 22 tahun 2006.
Mulyasa, E. 2007. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nasar. 2006. Merancang Pembelajaran Aktif dan Kontekstual Berdasarkan “Sisko” 2006. Jakarta: PT Grasindo
Sukandi, Ujang. 2003. Belajar Aktif dan Terpadu. Surabaya: Duta Graha Pustska
Sulthon, Muhadjir. 1999. Al Barqy. Surabaya: CV. Pena Suci
Sulthon, Muhadjir. 1998. Aku Cepat Membaca. Surabaya: CV. Pena Suci
Tarigan, Djago. 2006.Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di kelas Rendah.Jakarta: Universitas Terbuka.
Wardani, I GAK. 2003. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Universitas Terbuka
Lampiran 1a
Siklus I
RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Tema : Lingkungan
Kelas/Semester : I/Satu
Waktu : 2 x 35 menit
I. Standar Kompetensi:
3. Memahami teks pendek dengan membaca nyaring
4. Menulis permulaan dengan menjiplak, menebalkan, mencontoh, melengkapi, dan menyalin
II. Kompetensi Dasar:
3.1. Membaca nyaring suku kata dan kata dengan lafal yang tepat
4.3. Mencontoh huruf, kata, atau kalimat sederhana dari buku atau papan
tulis dengan benar
III. Indikator
Setelah pembelajaran siswa dapat:
1. mengenali kata-kata lembaga a da ra ja, ma ha ka ya, ka ta wa na, sa ma la ba
2. melafalkan kata-kata lembaga dengan tepat
3. mencontoh kata-kata lembaga dengan tepat
4. merangkai kata-kata lain dari kata-kata lembaga
IV. Tujuan Perbaikan
1. Diharapkan siswa dapat merangkai suku kata dari kata-kata lembaga
2. Diharapkan siswa dapat meningkatkan kemampuan membaca dan menulis
V. Kegiatan Belajar
A. Kegiatan Awal (5 menit)
1. Menunjukkan gambar seorang raja
2. Bertanya jawab tentang raja
3. Menyampaikan tujuan dan kegiatan pembelajaran
B. Kegiatan Inti ( 55 menit)
1. Menirukan guru membaca kata lembaga (5 menit)
2. Melafalkan kata-kata lembaga yang ditunjuk guru dengan benar (10 menit)
3. Secara berkelompok merangkai kata dari kartu huruf dan kartu suku kata (15 menit)
4. Secara bergantian membaca kata yang sudah dirangkai dalam kelompok kemudian dipajang (15 menit)
5. Mengerjakan lembar kerja evaluasi (10 menit)
C. Kegiatan Akhir (10 menit)
1. Siswa melafalkan kembali kata-kata lembaga
2. Bersama guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari
3. Siswa di beri tugas rumah
VI. Materi Pembelajaran:
Membaca nyaring kata-kata lembaga dengan lafal yang tepat
Kata-kata lembaga yang lain, yakni:
Ma ha ka ya, ka ta wa na, sa ma la ba, pa pa ba ca, a da na ga
VII. Sarana dan Sumber Belajar
1. Chart Kata-kata Lembaga metode Al Barqy
2. Kartu suku kata
3. Buku “Aku Cepat Membaca”
VI. Evaluasi
A. Prosedur Evaluasi:
Evaluasi diberikan selama proses pembelajaran.
Pada akhir pembelajaran siswa diberi lembar kerja.
B. Teknik Penilaian:
a. Uraian
b. Pengamatan
C. Pelaksanaan:
1. Awal : -
2. Proses : Mengamati keaktifan siswa dalam kerjasama kelompok
3. Akhir : Lampiran
Surabaya, 24 Oktober 2007
Mengetahui Guru Kelas
Kepala SDN Kapasari I
SUGIYANTO NS AMIRUL HIDAYATI
NIP.130 741 531 NIM. 811 925 733
Lampiran 1b
Siklus II
RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Tema : Lingkungan
Kelas/Semester : I/Satu
Waktu : 2 x 35 menit
I. Standar Kompetensi:
3. Memahami teks pendek dengan membaca nyaring
4. Menulis permulaan dengan menjiplak, menebalkan, mencontoh, melengkapi, dan menyalin
II. Kompetensi Dasar:
3.1. Membaca nyaring suku kata dan kata dengan lafal yang tepat
4.3. Mencontoh huruf, kata, atau kalimat sederhana dari buku atau papan
tulis dengan benar
III. Indikator
Setelah pembelajaran siswa dapat:
1. Melafalkan kata-kata lembaga vokal a, I, u, e, dan o dengan tepat
2. Membaca kata dengan huruf mati
3. Merangkai kata-kata lain dari kata-kata lembaga
4. Membuat kalimat sederhana
IV. Tujuan Perbaikan
3. Diharapkan siswa dapat merangkai suku kata dari kata-kata lembaga menjadi kata, kata-kata disusun menjadi kalimat sederhana
4. Diharapkan siswa dapat meningkatkan kemampuan membaca dan menulis
V. Kegiatan Belajar
A. Kegiatan Awal (5 menit)
1. Melafalkan kata-kata lembaga
2. Menyampaikan tujuan dan kegiatan pembelajaran
B. Kegiatan Inti ( 55 menit)
1. Melafalkan kata-kata lembaga yang ditunjuk guru dengan benar (5 menit)
2. Melafalkan kata-kata lembaga dengan mengganti huru vokal i, u, e, dan o dengan tepat (5 menit)
3. Menirukan guru melafalkan huruf mati dengan titian unta (5 menit)
4. Secara berkelompok merangkai kata dari kartu huruf dan kartu suku kata (15 menit)
5. Secara bergantian membaca kata yang sudah dirangkai dalam kelompok kemudian dipajang (15 menit)
6. Mengerjakan lembar kerja evaluasi (10 menit)
C. Kegiatan Akhir (10 menit)
a. Bersama guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari
b. Siswa di beri tugas rumah
VI. Sarana dan Sumber Belajar
1. Chart Kata-kata Lembaga metode Al Barqy
2. Kartu suku kata dan kata
3. Buku “Aku Cepat Membaca”
VII. Evaluasi
A. Prosedur Evaluasi:
Evaluasi diberikan selama proses pembelajaran.
Pada akhir pembelajaran siswa diberi lembar kerja.
B. Teknik Penilaian:
a. Uraian
b. Pengamatan
C. Pelaksanaan:
1. Awal : -
2. Proses : Mengamati keaktifan siswa dalam kerjasama kelompok
3. Akhir : Lampiran
RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Tema : Lingkungan
Kelas/Semester : I/Satu
Waktu : 1 x 35 menit
I. Standar Kompetensi:
3. Memahami teks pendek dengan membaca nyaring
4. Menulis permulaan dengan menjiplak, menebalkan, mencontoh,
melengkapi, dan menyalin
II. Kompetensi Dasar:
3.1. Membaca nyaring suku kata dan kata dengan lafal yang tepat
4.3. Mencontoh huruf, kata, atau kalimat sederhana dari buku atau papan
tulis dengan benar
III. Indikator
Setelah pembelajaran siswa dapat:
1. Membaca cerita bergambar
2. Bercerita tentang gambar dengan kalimat sederhana
3. Menulis kalimat sederhana pada gambar
IV. Tujuan Perbaikan
1. Diharapkan siswa dapat membaca buku cerita bergambar
2. Diharapkan siswa dapat menemukan sendiri kalimat yang tepat sesuai gambar
3. Diharapkan siswa dapat meningkatkan kemampuan membaca dan menulis
V. Kegiatan Belajar
A. Kegiatan Awal (5 menit)
1. Tanya jawab tentang gambar
2. Menyampaikan tujuan dan kegiatan pembelajaran
B. Kegiatan Inti ( 25 menit)
1. Mengidentifikasi gambar dan menyebutkan kata-kata yang sesuai dengan gambar (5 menit)
2. Secara berkelompok merangkai kata sesuai dengan gambar menjadi kalimat sederhana (10 menit)
3. Secara bergantian membaca kalimat yang sudah dirangkai dalam kelompok kemudian dipajang (5 menit)
4. Mengerjakan lembar kerja evaluasi (5 menit)
C. Kegiatan Akhir (5 menit)
1. Bersama guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari
2. Siswa di beri tugas rumah
VI. Sarana dan Sumber Belajar
1. Kartu kata
2. Buku cerita bergambar
3. Gambar
VII. Evaluasi
B. Prosedur Evaluasi:
Evaluasi diberikan selama proses pembelajaran.
Pada akhir pembelajaran siswa diberi lembar kerja.
B. Teknik Penilaian:
a. Uraian
b. Pengamatan
C. Pelaksanaan:
1. Awal : -
2. Proses : Mengamati keaktifan siswa dalam kerjasama kelompok
3. Akhir : Terlampir
Mengetahui Surabaya, 4 Januari 2008
Mahasiswa
Amirul Hidayati
NIM. 811925733
Lampiran
HASIL EVALUASI SISWA
NO NAMA SISWA PENYELESAIAN NILAI KETERANGAN
SOAL
1 ACHMAD TAUFIQUR ROHMAN
2 ALFIN RAHMADANI
3 ALIF FIYAN ADI PRAYITNO
4 ANI SURROHMAN
5 ARIES IVAN FIRMANSYAH
6 DEDY TIZA HEPINDA
7 DEWI MELANI
8 DEWI SANTI
9 DODIK HERMAWAN
10 EKA JULIANTI RISDIAN
11 FAISAL MAULANA
12 FARAH LAHMIRZA FENDIANI
13 ILA SILVIA
14 KHRISNA SASMITA WINATA
15 MOCH ALFIAN ERYANTO
16 ANDIKA PUTRA SETIAWAN
17 MOCH YUNUS ZAKARIA
18 NABILA PUNGKY SARI
19 NURUL LAILATUL MAULIDIA
20 RANY ANITHA FACHRUDDIN
21 RENDY FIRMANSYAH PUTRA
22 RIFKY RAFIUDIN RACHMAN
23 RIFQI MAULANA PRATAMA
24 RISMA ZAINIYAH
25 SELLY ADILILA NURFARANI
26 SHINTIA NUR TRIANA PUTRI
27 SITI NURCAHYATI JULIA
28 SITI ZAHRO
29 SYAIFUL ANAM
30 YUNUS FIRMANSYAH
Nilai rata-rata
Nilai terendah
Nilai tertinggi
Lampiran 2b
LEMBAR OBSERVASI
MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA
Aktivitas siswa dalam Pembelajaran
No ASPEK AKTIVITAS NOMOR SISWA
1 2 3 4 5 6 Jumlah
1 Mendengarkan penjelasan guru / teman
2 Membaca materi / LKS
3 Mengerjakan LKS
4 Berdiskusi dengan teman
5 Mengajukan pertanyaan pada teman / guru
6 Menjadi pembicara kelompok
7 Menghargai pendapat orang lain
8 Mengambil giliran dan berbagai tugas
9 Memberi kesempatan orang lain berbicara
10 Mendengarkan dengan aktif
11 Kerjasama dengan kelompok
12 Kemampuan menyampaikan informasi
Surabaya,………………
Pengamat
-------------------Petunjuk:
1. Pengamatan ditujukan pada setiap kelompok
2. Pengamat cukup memberikan tanda (v) pada kolom nomor siswa yang ada untuk menandai aspek siswa yang diobservasi.
SISTEMATIKA LAPORAN
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas : I
Waktu : 2 x 35 menit
Masalah yang akan Diatasi :
Rendahnya kemampuan membaca dan menulis
Cara Mengatasi :
Meningkatkan kemampuan membaca dan menulis permulaan dengan menggunakan metode Al Barqy Bahasa Indonesia
Hasil :
Hasil perbaikan pembelajaran sangat memuaskan
Hal yang unik :
Siswa menyelesaikan masalah/soal dengan bermain dan suasana yang menyenangkan.
SDN Kapasari I
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Kelas : I
Nama : …………………………….. .
Ayo lengkapi dan buatlah kata.
1. ……………………….
2. ………………………..
3. ………………………..
4. ………………………..
5. ………………………..
1. ……………………….
2. ………………………..
3. ………………………..
4. ………………………..
5. ………………………..
1. ……………………….
2. ………………………..
3. ………………………..
4. ………………………..
5. ………………………..
1. ……………………….
2. ………………………..
3. ………………………..
4. ………………………..
5. ………………………..
SDN Kapasari I
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Kelas : I
Nama : …………………………….. .
Ayo lengkapi dan buatlah kata serta kalimat sederhana
1. ………………… 2. …………………
3. …………………
4. …………………
5. …………………
6………………......
7. ………………… 8. …………………
9..…………………
10…………………
11…………………
12…………………
13…………………
14…………………
15…………………
16…………………
17…………………
18…………………
10 19…………………
20…………………
1. …………………………… ……. 2. ……………………………………..
3. ………………………………….. 4. ……………………………………..
5…………………………………….. 6. …………………………………….
Rabu, 02 Juni 2010
Jumat, 28 Mei 2010
Bahasa Indonesia
Ujian Akhir Sekolah
Tahun 2007
Bahasa Indonesia
Wacana (untuk soal nomor 1 s.d. 5)
Raden Dewi Sartika lahir pada tanggal 4 Desember 1884. Ayahnya bernama Somanagara. Beliau seorang yang mempunyai harga diri yang tinggi. Tidak heran kalau ia sering bentrokan dengan pejabat Belanda yang bertindak sewenang-wenang pada rakyat.
Dewi Sartika yang masih kanak-kanak, terpaksa ikut menanggung kesulitan. Namun demikian, secara samar-samar Dewi mengerti untuk apa ayahnnya berjuang. Dewi mengagumi ayahnya dan memandang sebagai pahlawan kebangsaan.
Buku: Pejuang Bangsa
UAS-07-01
Judul yang tepat untuk wacana di atas adalah ...
A. Keluarga Dewi Sartika
B. Dewi Sartika Pejuang Wanita
C. Perjuangan Seorang Ayah
D. Raden Somanagara Ayah Dewi Sartika
UAS-07-02
Pikiran utama paragraf kedua adalah ...
A. Dewi Sartika masih kanak-kanak
B. Dewi Sartika ikut menanggung kesulitan
C. Tujuan ayahnya berjuang masih samar-samar
D. Dewi mengagumi ayahnya sebagai pahlawan
UAS-07-03
Yang dimaksud dengan kata "beliau" pada paragraf pertama adalah ...
A. pejabat Belanda
B. Dewi Sartika
C. Somanagara
D. pahlawan
UAS-07-04
Kalimat tanya yang tepat untuk menanyakan isi wacana di atas adalah ...
A. Bagaimana perasaan Dewi Sartika terhadap ayahnya?
B. Kesulitan apa yang dihadapi Dewi Sartika itu?
C. Mengapa ayah Dewi Sartika sering bentrok dengan pejabat Belanda?
D. Siapakah nama ibu Raden Dewi Sartika?
UAS-07-05
Raden Somanagara sering bentrok dengan pejabat Belanda karena pejabat Belanda ...
A. bertindak sewenang-wenang
B. memusuhi Somanagara
C. mempunyai harga diri yang tinggi
D. menjajah negara Indonesia
UAS-07-06
Rido : "Hiburan apa yang kau suka, Rifa."
Rifa : "Aku suka pertunjukan seekor monyet yang menirukan perilaku manusia, seperti pergi ke pasar, menjinjing ember, dll."
Rido : "Oh itu, aku tahu namanya."
Yang dimaksud Rifa adalah ...
A. wayang golek
B. tari kecak
C. topeng monyet
D. sirkus
UAS-07-07
Perhatikan gambar di bawah ini!
Petunjuk yang tepat berdasarkan gambar adalah ...
A. Teteskan 1-2 tetes 3 kali sehari!
B. Oleskan pada bagian yang luka!
C. Kocoklah sebelum digunakan!
D. Minum 3 kali 1 sendok makan setiap hari!
Wacana (untuk soal nomor 8 dan 9)
Peri yang baik itu kemudian menceritakan kalau dia sengaja mengubah dirinya menjadi seekor merpati untuk menolong Sarah.
"Karena kau telah menolongku pada saat sebelah sayapku terluka ditembak pemburu, kini tugasku telah selesai. Kau telah mehemukan kebahagiaan," ungkap merpati.:
UAS-07-08
Peri itu menolong Sarah karena ...
A. Sarah sedang menderita
B. Sarah anak yang baik
C. Peri menjadi seekor merpati
D. hanya Peri yang bisa menolong Sarah
UAS-07-09
Pesan cerita di atas adalah bahwa ...
A. yang suka menolong akan mendapat kebaikan
B. kita harus menolong sesama manusia
C. setiap menolong harus mendapat balasan
D. kita tidak perlu menolong binatang
UAS-07-10
SD kami punya koperasi sekolah. Setiap anggota harus membayar simpanan pokok dan simpanan wajib. Simpanan itulah yang menjadi modal koperasi.
Pertanyaan yang tepat sesuai paragraf ini adalah ...
A. Siapa sajakah anggota koperasi sekolah itu?
B. Apa sajakah kewajiban anggota koperasi?
C. Apakah kamu anggota koperasi sekolah?
D. Berasal dari manakah modal koperasi sekolah?
UAS-07-11
"Pergi kau, jangan mengambil genjer di sawahku!" hardik Nyi Endit kepada penduduk yang sedang mencari genjer di sawahnya.
Sifat Nyi Endit pada penggalan cerita di atas adalah ...
A. rakus
B. tamak
C. serakah
D. kikir
UAS-07-12
Kalimat iklan yang tepat untuk menawarkan benda di bawah ini adalah .;..
A. Sepedaku mainanku
B. Sepeda berkualitas dengan harga yang pantas
C. Sepeda ini mudah digunakan
D. Ayo, pakailah sepeda ini!
UAS-07-13
Kalimat poster yang tepat adalah ...
A. Membuang sampah sembarangan, mengundang banjir di kala hujan
B. Buanglah sampah pada tempatnya
C. Musim hujan membuat banjir di kota besar
D. Lebih baik, mari kita cegah banjir sejak dini!
UAS-07-14
Dalam mengisi daftar riwayat hidup, setelah kata "nama" harus diikuti dengan tanda ...
A. koma
B. titik
C. titik dua
D. titik koma
UAS-07-15
Pagiku hilang sudah melayang
Masa mudaku sudah pergi
Sekarang petang datang membayang
Batang usiaku sudah tinggi
Penggalan puisi di atas menceritakan ...
A. masa muda yang sangat indah
B. hilangnya masa muda yang berguna
C. terbayang akan hari tua yang suram
D. beribadah pada saat usia sudah tua
UAS-07-16
Pamanku seorang petani. Beliau mengolah sawah pertaniannya dengan sungguh-sungguh. Sistem pengairan, pemupukan, dan pemeliharaan tanaman dilakukan dengan baik.
Kalimat yang tepat untuk melengkapi paragraf di atas adalah ...
A. Jika masa panen tiba, saya selalu membantunya.
B. Hampir setiap hari paman merasa kelelahan.
C. Hasil panennya pun cukup memuaskan.
D. Hasil panen yang didapat selalu disyukuri.
UAS-07-17
Baris terakhir pantun berikut, yang tepat adalah ...
Jika kamu membeli sukun
Beli saja di kota Blitar
Jika kamu rajin dan tekun
...
A. Kamu harus terus belajar
B. Pastilah menjadi pintar
C. Jangan lupa gemar belajar
D. Belum tentu menjadi pintar
UAS-07-18
Halo Dit, masih ingat dengan aku? Aku Andini yang pada liburan lalu berkunjung ke rumahmu. Kalau tak ada halangan, aku akan ke Bandung bersama adik dan Intan. Sudah ya, Dit! ...
Kalimat yang tepat untuk melengkapi penggalan surat di atas adalah ...
A. Harap dijemput di stasiun.
B. Cukup sekian pemberitahuanku.
C. Kuharap kau tidak marah.
D. Mudah-mudahan kita dapat bertemu lagi.
UAS-07-19
Berikut adalah bunyi pengumuman yang baik, yakni ...
A. Warga RW 01 harap bekerja bakti membersihkan lingkungan pada tanggal 13 Mei 2007 pukul 08,00 membawa peralatan cangkul, sabit, dan sapu.
B. Warga RT 01 berkumpul pukul 08.00 pada hari Minggu tanggal 13 Mei 2007 untuk bekerja bakti membersihkan lingkungan dengan membawa peralatan cangkul, sabit, dan sapu.
C. Pengumuman, tanggal 13 Mei 2007 pukul 08.00 kerja bakti membersihkan lingkungan warga RW 01. Yang dibawa: cangkul, sabit dan sapu.
D. Diumumkan kepada warga RW 01 bahwa pada tanggal 13, Mei 2007 akan diadakan kerja bakti membersihkan lingkungan. Untuk itu, seluruh warga diharapkan berkumpul pukul 08.00 dengan membawa peralatan cangkul, sabit dan sapu.
UAS-07-20
Aku sahabat anak sekolah. Bila mereka pergi ke sekolah, aku selalu dibawanya. Semua alat sekolah berlindung padaku.
Aku adalah ...
A. buku
B. tas
C. jaket
D. baju seragam
UAS-07-21
Banyak orang asing menyukai wayang golek. Ini menunjukkan bahwa wayang golek merupakan ...
A. kesenian yang menyenangkan mereka
B. kesenian yang berasal dari luar negeri
C. bonekayang mirip dengan manusia
D. menggambarkan karakter manusia
UAS-07-22
Kalimat tanya yang tepat untuk mewawancarai petani adalah ...
A. Berapa harga pupuk ini Pak?
B. Apakah bahan dasar pembuatan pupuk ini Pak?
C. Di mana kita bisa mendapatkan pupuk ini?
D. Berapa banyak pupuk untuk tanaman ini?
UAS-07-23
Rambu lalu lintas ini bertujuan agar para pemakai jalan berkecepatan ... 40 km/jam.
A. diatas
B. di bawah
C. paling cepat
D. paling lambat
UAS-07-24
Kalimat pujian sesuai gambar di bawah ini adalah ...
A. Merdu benar suaramu!
B. Suaramu pasti merdu!
C. Banyak penyanyi bersuara merdu.
D. Bernyanyilah dengan suara yang merdu!
UAS-07-25
Anita siswa kelas VI. Ia mendapat tugas untuk berpidato pada acara perpisahan kelas VI. Pidato Anita berisi ...
A. ucapan selamat datang
B. kesan-kesan selama sekolah
C. memanjatkan puji syukur
D. ucapan salam
II. Isilah dengan jawaban yang tepat!
Wacana (untuk soal nomor 26 dan 27)
Saudagar kaya itu tidak mau mengakui ibunya yang miskin, malahan ia memaki-makinya. Ibunya sangat sedih. Ia menengadah lalu berdoa. "Ya Tuhan, sadarkanlah anakku ini!"
UAS-07-26
Wacana di atas menceritakan anak yang ...
UAS-07-27
Saudagar kaya itu tidak mau mengakui ibunya karena ...
UAS-07-28
Dua minggu sekali Andi mengikuti les menyanyi. Ia belajar dengan penuh semangat. Suaranya yang merdu memungkinkan ia bisa menjadi seorang ... terkenal.
UAS-07-29
"Oke, sampai ketemu di rumahku minggu depan." Kalimat di atas merupakan bagian penutup pada surat ...
UAS-07-30
Ciri-ciri kalimat iklan adalah jelas, singkat, dan ...
UAS-07-31
Selesaikan pantun di bawah ini!
Berakit-rakit ke hulu
Berenang-renang ke tepian
Bersakit-sakit dahulu
……
UAS-07-32
Mereka anak baik. Keduanya saling menyayangi.
Kalimat di atas tertnasuk kalimat ...
UAS-07-33
Prima : "Apakah kamu suka membaca ...?"
Adi : "Ya, aku suka. Cerpen karyamu sangat menarik."
UAS-07-34
Pada saat bencana banjir melanda beberapa daerah, pada saat itu pula banyak pengungsi yang ... berbagai penyakit.
UAS-07-35
Kalau mau pintar, sebaiknya belajarlah dengan tekun!
Kalimat ini termasuk kalimat ...
III. Kerjakan soal-soal berikut sesuai perintah!
UAS-07-36
Siswa kelas VI akan mengadakan Persami untuk memperingati hari jadi pramuka. Buatlah sebuah kalimat tanya untuk menanyakan waktu pelaksanaan Persami tersebut!
UAS-07-37
Pada liburan mendatang siswa kelas VI akan piknik ke Jakarta. Ada beberapa lokasi yang diagendakan untuk dikunjungi
Lanjutkan paragraf di atas dengan sebuah kalimat yang tepat!
UAS-07-38
Buatlah percakapan antara kakak dan adik sesuai dengan gambar di samping ini!
UAS-07-39
Ceritakan gambar di samping ini dalam tiga kalimat!
UAS-07-40
Sekolahku terletak di pinggir jalan raya dengan lalu Itntas yang padat, Kemarin siang seorang anak tertabrak sepeda motor. Memang, di tempat itu tidak tampak rambu-rambu lalu lintas.
Kemukakan dua saran agar kejadian itu tidak terulang!
Tahun 2007
Bahasa Indonesia
Wacana (untuk soal nomor 1 s.d. 5)
Raden Dewi Sartika lahir pada tanggal 4 Desember 1884. Ayahnya bernama Somanagara. Beliau seorang yang mempunyai harga diri yang tinggi. Tidak heran kalau ia sering bentrokan dengan pejabat Belanda yang bertindak sewenang-wenang pada rakyat.
Dewi Sartika yang masih kanak-kanak, terpaksa ikut menanggung kesulitan. Namun demikian, secara samar-samar Dewi mengerti untuk apa ayahnnya berjuang. Dewi mengagumi ayahnya dan memandang sebagai pahlawan kebangsaan.
Buku: Pejuang Bangsa
UAS-07-01
Judul yang tepat untuk wacana di atas adalah ...
A. Keluarga Dewi Sartika
B. Dewi Sartika Pejuang Wanita
C. Perjuangan Seorang Ayah
D. Raden Somanagara Ayah Dewi Sartika
UAS-07-02
Pikiran utama paragraf kedua adalah ...
A. Dewi Sartika masih kanak-kanak
B. Dewi Sartika ikut menanggung kesulitan
C. Tujuan ayahnya berjuang masih samar-samar
D. Dewi mengagumi ayahnya sebagai pahlawan
UAS-07-03
Yang dimaksud dengan kata "beliau" pada paragraf pertama adalah ...
A. pejabat Belanda
B. Dewi Sartika
C. Somanagara
D. pahlawan
UAS-07-04
Kalimat tanya yang tepat untuk menanyakan isi wacana di atas adalah ...
A. Bagaimana perasaan Dewi Sartika terhadap ayahnya?
B. Kesulitan apa yang dihadapi Dewi Sartika itu?
C. Mengapa ayah Dewi Sartika sering bentrok dengan pejabat Belanda?
D. Siapakah nama ibu Raden Dewi Sartika?
UAS-07-05
Raden Somanagara sering bentrok dengan pejabat Belanda karena pejabat Belanda ...
A. bertindak sewenang-wenang
B. memusuhi Somanagara
C. mempunyai harga diri yang tinggi
D. menjajah negara Indonesia
UAS-07-06
Rido : "Hiburan apa yang kau suka, Rifa."
Rifa : "Aku suka pertunjukan seekor monyet yang menirukan perilaku manusia, seperti pergi ke pasar, menjinjing ember, dll."
Rido : "Oh itu, aku tahu namanya."
Yang dimaksud Rifa adalah ...
A. wayang golek
B. tari kecak
C. topeng monyet
D. sirkus
UAS-07-07
Perhatikan gambar di bawah ini!
Petunjuk yang tepat berdasarkan gambar adalah ...
A. Teteskan 1-2 tetes 3 kali sehari!
B. Oleskan pada bagian yang luka!
C. Kocoklah sebelum digunakan!
D. Minum 3 kali 1 sendok makan setiap hari!
Wacana (untuk soal nomor 8 dan 9)
Peri yang baik itu kemudian menceritakan kalau dia sengaja mengubah dirinya menjadi seekor merpati untuk menolong Sarah.
"Karena kau telah menolongku pada saat sebelah sayapku terluka ditembak pemburu, kini tugasku telah selesai. Kau telah mehemukan kebahagiaan," ungkap merpati.:
UAS-07-08
Peri itu menolong Sarah karena ...
A. Sarah sedang menderita
B. Sarah anak yang baik
C. Peri menjadi seekor merpati
D. hanya Peri yang bisa menolong Sarah
UAS-07-09
Pesan cerita di atas adalah bahwa ...
A. yang suka menolong akan mendapat kebaikan
B. kita harus menolong sesama manusia
C. setiap menolong harus mendapat balasan
D. kita tidak perlu menolong binatang
UAS-07-10
SD kami punya koperasi sekolah. Setiap anggota harus membayar simpanan pokok dan simpanan wajib. Simpanan itulah yang menjadi modal koperasi.
Pertanyaan yang tepat sesuai paragraf ini adalah ...
A. Siapa sajakah anggota koperasi sekolah itu?
B. Apa sajakah kewajiban anggota koperasi?
C. Apakah kamu anggota koperasi sekolah?
D. Berasal dari manakah modal koperasi sekolah?
UAS-07-11
"Pergi kau, jangan mengambil genjer di sawahku!" hardik Nyi Endit kepada penduduk yang sedang mencari genjer di sawahnya.
Sifat Nyi Endit pada penggalan cerita di atas adalah ...
A. rakus
B. tamak
C. serakah
D. kikir
UAS-07-12
Kalimat iklan yang tepat untuk menawarkan benda di bawah ini adalah .;..
A. Sepedaku mainanku
B. Sepeda berkualitas dengan harga yang pantas
C. Sepeda ini mudah digunakan
D. Ayo, pakailah sepeda ini!
UAS-07-13
Kalimat poster yang tepat adalah ...
A. Membuang sampah sembarangan, mengundang banjir di kala hujan
B. Buanglah sampah pada tempatnya
C. Musim hujan membuat banjir di kota besar
D. Lebih baik, mari kita cegah banjir sejak dini!
UAS-07-14
Dalam mengisi daftar riwayat hidup, setelah kata "nama" harus diikuti dengan tanda ...
A. koma
B. titik
C. titik dua
D. titik koma
UAS-07-15
Pagiku hilang sudah melayang
Masa mudaku sudah pergi
Sekarang petang datang membayang
Batang usiaku sudah tinggi
Penggalan puisi di atas menceritakan ...
A. masa muda yang sangat indah
B. hilangnya masa muda yang berguna
C. terbayang akan hari tua yang suram
D. beribadah pada saat usia sudah tua
UAS-07-16
Pamanku seorang petani. Beliau mengolah sawah pertaniannya dengan sungguh-sungguh. Sistem pengairan, pemupukan, dan pemeliharaan tanaman dilakukan dengan baik.
Kalimat yang tepat untuk melengkapi paragraf di atas adalah ...
A. Jika masa panen tiba, saya selalu membantunya.
B. Hampir setiap hari paman merasa kelelahan.
C. Hasil panennya pun cukup memuaskan.
D. Hasil panen yang didapat selalu disyukuri.
UAS-07-17
Baris terakhir pantun berikut, yang tepat adalah ...
Jika kamu membeli sukun
Beli saja di kota Blitar
Jika kamu rajin dan tekun
...
A. Kamu harus terus belajar
B. Pastilah menjadi pintar
C. Jangan lupa gemar belajar
D. Belum tentu menjadi pintar
UAS-07-18
Halo Dit, masih ingat dengan aku? Aku Andini yang pada liburan lalu berkunjung ke rumahmu. Kalau tak ada halangan, aku akan ke Bandung bersama adik dan Intan. Sudah ya, Dit! ...
Kalimat yang tepat untuk melengkapi penggalan surat di atas adalah ...
A. Harap dijemput di stasiun.
B. Cukup sekian pemberitahuanku.
C. Kuharap kau tidak marah.
D. Mudah-mudahan kita dapat bertemu lagi.
UAS-07-19
Berikut adalah bunyi pengumuman yang baik, yakni ...
A. Warga RW 01 harap bekerja bakti membersihkan lingkungan pada tanggal 13 Mei 2007 pukul 08,00 membawa peralatan cangkul, sabit, dan sapu.
B. Warga RT 01 berkumpul pukul 08.00 pada hari Minggu tanggal 13 Mei 2007 untuk bekerja bakti membersihkan lingkungan dengan membawa peralatan cangkul, sabit, dan sapu.
C. Pengumuman, tanggal 13 Mei 2007 pukul 08.00 kerja bakti membersihkan lingkungan warga RW 01. Yang dibawa: cangkul, sabit dan sapu.
D. Diumumkan kepada warga RW 01 bahwa pada tanggal 13, Mei 2007 akan diadakan kerja bakti membersihkan lingkungan. Untuk itu, seluruh warga diharapkan berkumpul pukul 08.00 dengan membawa peralatan cangkul, sabit dan sapu.
UAS-07-20
Aku sahabat anak sekolah. Bila mereka pergi ke sekolah, aku selalu dibawanya. Semua alat sekolah berlindung padaku.
Aku adalah ...
A. buku
B. tas
C. jaket
D. baju seragam
UAS-07-21
Banyak orang asing menyukai wayang golek. Ini menunjukkan bahwa wayang golek merupakan ...
A. kesenian yang menyenangkan mereka
B. kesenian yang berasal dari luar negeri
C. bonekayang mirip dengan manusia
D. menggambarkan karakter manusia
UAS-07-22
Kalimat tanya yang tepat untuk mewawancarai petani adalah ...
A. Berapa harga pupuk ini Pak?
B. Apakah bahan dasar pembuatan pupuk ini Pak?
C. Di mana kita bisa mendapatkan pupuk ini?
D. Berapa banyak pupuk untuk tanaman ini?
UAS-07-23
Rambu lalu lintas ini bertujuan agar para pemakai jalan berkecepatan ... 40 km/jam.
A. diatas
B. di bawah
C. paling cepat
D. paling lambat
UAS-07-24
Kalimat pujian sesuai gambar di bawah ini adalah ...
A. Merdu benar suaramu!
B. Suaramu pasti merdu!
C. Banyak penyanyi bersuara merdu.
D. Bernyanyilah dengan suara yang merdu!
UAS-07-25
Anita siswa kelas VI. Ia mendapat tugas untuk berpidato pada acara perpisahan kelas VI. Pidato Anita berisi ...
A. ucapan selamat datang
B. kesan-kesan selama sekolah
C. memanjatkan puji syukur
D. ucapan salam
II. Isilah dengan jawaban yang tepat!
Wacana (untuk soal nomor 26 dan 27)
Saudagar kaya itu tidak mau mengakui ibunya yang miskin, malahan ia memaki-makinya. Ibunya sangat sedih. Ia menengadah lalu berdoa. "Ya Tuhan, sadarkanlah anakku ini!"
UAS-07-26
Wacana di atas menceritakan anak yang ...
UAS-07-27
Saudagar kaya itu tidak mau mengakui ibunya karena ...
UAS-07-28
Dua minggu sekali Andi mengikuti les menyanyi. Ia belajar dengan penuh semangat. Suaranya yang merdu memungkinkan ia bisa menjadi seorang ... terkenal.
UAS-07-29
"Oke, sampai ketemu di rumahku minggu depan." Kalimat di atas merupakan bagian penutup pada surat ...
UAS-07-30
Ciri-ciri kalimat iklan adalah jelas, singkat, dan ...
UAS-07-31
Selesaikan pantun di bawah ini!
Berakit-rakit ke hulu
Berenang-renang ke tepian
Bersakit-sakit dahulu
……
UAS-07-32
Mereka anak baik. Keduanya saling menyayangi.
Kalimat di atas tertnasuk kalimat ...
UAS-07-33
Prima : "Apakah kamu suka membaca ...?"
Adi : "Ya, aku suka. Cerpen karyamu sangat menarik."
UAS-07-34
Pada saat bencana banjir melanda beberapa daerah, pada saat itu pula banyak pengungsi yang ... berbagai penyakit.
UAS-07-35
Kalau mau pintar, sebaiknya belajarlah dengan tekun!
Kalimat ini termasuk kalimat ...
III. Kerjakan soal-soal berikut sesuai perintah!
UAS-07-36
Siswa kelas VI akan mengadakan Persami untuk memperingati hari jadi pramuka. Buatlah sebuah kalimat tanya untuk menanyakan waktu pelaksanaan Persami tersebut!
UAS-07-37
Pada liburan mendatang siswa kelas VI akan piknik ke Jakarta. Ada beberapa lokasi yang diagendakan untuk dikunjungi
Lanjutkan paragraf di atas dengan sebuah kalimat yang tepat!
UAS-07-38
Buatlah percakapan antara kakak dan adik sesuai dengan gambar di samping ini!
UAS-07-39
Ceritakan gambar di samping ini dalam tiga kalimat!
UAS-07-40
Sekolahku terletak di pinggir jalan raya dengan lalu Itntas yang padat, Kemarin siang seorang anak tertabrak sepeda motor. Memang, di tempat itu tidak tampak rambu-rambu lalu lintas.
Kemukakan dua saran agar kejadian itu tidak terulang!
Langganan:
Postingan (Atom)
Wawasan IPS
Bukan Omong Kosong
rENUNGAN
Summary:ersys
SEPULUH CIRI ORANG BERPKIR POSITIF
1. MELIHAT MASALAH SEBAGAI TANTANGAN
Bandingkan orang yang melihat masalah sebagai cobaan hidup yang terlalu berat maka dia akan berpikir hidupnya adalah menjadi orang yang paling sengsara di dunia.
2. MENIKMATI HIDUP
Pemikiran positif akan membuat seseorang menerima keadaannya dengan besar hati
3. PIKIRAN TERBUKA UNTUK MENERIMA SARAN DAN IDE
Pikiran terbuka membutuhkan kebesaran hati dan tentu kesabaran. karena dengan begitu, akan ada hal-hal baru yang akan membuat segala sesuatu menjadi lebih baik.
4. MENGHILANGKAN PIKIRAN NEGATIF SEGERA SETELAH PIKIRAN ITU TERLINTAS DI BENAK
Suatu kendala yang sebetulnya bisa diatasi dengan kepala dingin jika sudah dilandasi dengan pikiran negatif ternyata hanya akan menimbulkan masalah baru.
5. MENSYUKURI APA YANG DIMILIKI
Hindari berkeluh kesah tentang apapun yang tidak dimiliki karena justru akan menjadi beban. sebaliknya jadikan hal itu sebagai motivasi untuk meraih hidup yang diharapkan.
6. TIDAK MENDENGAR GOSIP YANG TAK MENENTU
Sudah pasti gosip erat sekali dengan berpikir negatif. karena itu sebisa mungkin jauhi gosip-gosip yang tak jelas asalnya.
7. TIDAK MEMBUAT ALASAN TETAPI AMBIL TINDAKAN
NATO ( No Action, Talk Only ) itu adalah ciri khas orang berpikir negatif. maka ambilah tindakan dan buktikan bahwa anda bisa mengatasi masalah sebagai orang yang berpikir positif.
8. MENGGUNAKAN BAHASA YANG POSITIF
Saat kita berkomunikasi dengan orang lain gunakan kalimat-kalimat yang bernadakan optimisme sehingga dapat memberikan semangat terhadap lawan bicara kita
9. MENGGUNAKAN BAHASA TUBUH YANG POSITIF
Diantara bahasa tubuh yang lain senyum merupakan wujud dari berpikir positif karena akan menimbulkan kesan bersahabat dan akan menjadi lebih akrab dengan suasana.
10. PEDULI PADA CITRA DIRI
Itu sebabnya, mereka berusah tampil baik bukan hanya di luar tetapi juga di dalam.
Itulah sepuluh tanda orang berpikir positif semoga artikel diatas bermanfaat untuk anda. jadilah orang yang berpikir positif dalam menyelesaikan masalah sehingga kita tidak akan terbebani dengan hidup ini.
10 ciri orang berpikir positif Originally published in Shvoong: http://id.shvoong.com/social-sciences/1901760-10-ciri-orang-berpikir-positif/
Summary:ersys
SEPULUH CIRI ORANG BERPKIR POSITIF
1. MELIHAT MASALAH SEBAGAI TANTANGAN
Bandingkan orang yang melihat masalah sebagai cobaan hidup yang terlalu berat maka dia akan berpikir hidupnya adalah menjadi orang yang paling sengsara di dunia.
2. MENIKMATI HIDUP
Pemikiran positif akan membuat seseorang menerima keadaannya dengan besar hati
3. PIKIRAN TERBUKA UNTUK MENERIMA SARAN DAN IDE
Pikiran terbuka membutuhkan kebesaran hati dan tentu kesabaran. karena dengan begitu, akan ada hal-hal baru yang akan membuat segala sesuatu menjadi lebih baik.
4. MENGHILANGKAN PIKIRAN NEGATIF SEGERA SETELAH PIKIRAN ITU TERLINTAS DI BENAK
Suatu kendala yang sebetulnya bisa diatasi dengan kepala dingin jika sudah dilandasi dengan pikiran negatif ternyata hanya akan menimbulkan masalah baru.
5. MENSYUKURI APA YANG DIMILIKI
Hindari berkeluh kesah tentang apapun yang tidak dimiliki karena justru akan menjadi beban. sebaliknya jadikan hal itu sebagai motivasi untuk meraih hidup yang diharapkan.
6. TIDAK MENDENGAR GOSIP YANG TAK MENENTU
Sudah pasti gosip erat sekali dengan berpikir negatif. karena itu sebisa mungkin jauhi gosip-gosip yang tak jelas asalnya.
7. TIDAK MEMBUAT ALASAN TETAPI AMBIL TINDAKAN
NATO ( No Action, Talk Only ) itu adalah ciri khas orang berpikir negatif. maka ambilah tindakan dan buktikan bahwa anda bisa mengatasi masalah sebagai orang yang berpikir positif.
8. MENGGUNAKAN BAHASA YANG POSITIF
Saat kita berkomunikasi dengan orang lain gunakan kalimat-kalimat yang bernadakan optimisme sehingga dapat memberikan semangat terhadap lawan bicara kita
9. MENGGUNAKAN BAHASA TUBUH YANG POSITIF
Diantara bahasa tubuh yang lain senyum merupakan wujud dari berpikir positif karena akan menimbulkan kesan bersahabat dan akan menjadi lebih akrab dengan suasana.
10. PEDULI PADA CITRA DIRI
Itu sebabnya, mereka berusah tampil baik bukan hanya di luar tetapi juga di dalam.
Itulah sepuluh tanda orang berpikir positif semoga artikel diatas bermanfaat untuk anda. jadilah orang yang berpikir positif dalam menyelesaikan masalah sehingga kita tidak akan terbebani dengan hidup ini.
10 ciri orang berpikir positif Originally published in Shvoong: http://id.shvoong.com/social-sciences/1901760-10-ciri-orang-berpikir-positif/